Mogok Makan 16 Hari di India Berakhir, Pemerintah Jharkhand Batalkan Ujian Rekrutmen Pegawai Negeri

Aksi mogok makan yang dilakukan pemimpin mahasiswa, Davendra Nath Mahto, di negara bagian Jharkhand, India, akhirnya ditangguhkan pada Senin (17/8). Aksi tersebut telah berlangsung selama 16 hari dan menjadi bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa serta pencari kerja yang menuntut reformasi dalam sistem rekrutmen pegawai negeri.

Keputusan untuk menghentikan aksi mogok makan diambil setelah pemerintah negara bagian Jharkhand mengabulkan tuntutan utama Mahto dan para demonstran. Pemerintah membatalkan ujian rekrutmen pegawai negeri tingkat sarjana yang diselenggarakan oleh Jharkhand Staff Selection Commission. Ujian tersebut sebelumnya menuai kritik karena dituding diwarnai dugaan kebocoran soal dan kecurangan.

Mogok Makan Berakhir Setelah Tuntutan Dikabulkan

Mahto menyampaikan bahwa aksi yang dilakukannya telah memasuki hari ke-16. Dalam keterangannya, ia menyebut perjuangan tersebut dimulai pada 2 Juli. Pernyataan itu disampaikan di hadapan sejumlah tokoh, termasuk Menteri Herman Soren, pemimpin Kongres Rahul Gandhi, serta Menteri Negara Bagian Dipiki Pandey.

Menurut Mahto, keputusan pemerintah untuk membatalkan ujian merupakan langkah berani. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Jharkhand karena bersedia mengambil keputusan penting di tengah tekanan dari mahasiswa dan pencari kerja.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah Jharkhand karena telah menunjukkan keberanian untuk mengambil keputusan penting seperti itu. Membatalkan ujian adalah tantangan terbesar,” kata Mahto, sebagaimana dikutip dari Times of India.

Pembatalan ujian tersebut dinilai sebagai kemenangan besar bagi para peserta aksi. Namun, penghentian mogok makan tidak berarti perjuangan untuk memperbaiki sistem rekrutmen telah selesai. Mahto menegaskan bahwa dirinya akan tetap mengawasi proses reformasi yang dijalankan pemerintah.

Mahasiswa Tuntut Reformasi Sistem Rekrutmen

Aksi Mahto merupakan bagian dari demonstrasi yang melibatkan ribuan mahasiswa di Jharkhand sejak Juli. Para demonstran menilai pelaksanaan ujian rekrutmen pegawai negeri membutuhkan perubahan menyeluruh agar proses seleksi berjalan lebih transparan dan dapat dipercaya oleh peserta.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa dan pencari kerja adalah reformasi terhadap lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas proses rekrutmen di negara bagian tersebut. Mereka mendorong adanya perbaikan dalam pengelolaan ujian, pengawasan terhadap penyelenggara, serta penanganan terhadap dugaan kebocoran soal dan berbagai ketidakberesan lainnya.

Para peserta aksi juga menuntut pencopotan Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan. Tuntutan itu berkaitan dengan dugaan kebocoran soal ujian serta persoalan yang dianggap mencerminkan ketidakberesan dalam sistem pendidikan India.

Desakan Perubahan Berlanjut

Walaupun aksi mogok makan telah ditangguhkan, Mahto menyatakan akan terus mengawal agenda reformasi. Ia bahkan membuka kemungkinan agar Majelis Legislatif memberlakukan undang-undang baru atau melakukan amendemen konstitusi apabila langkah tersebut dianggap diperlukan untuk mewujudkan perubahan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembatalan ujian baru dipandang sebagai langkah awal. Para demonstran masih menaruh perhatian pada perbaikan kelembagaan dan mekanisme rekrutmen pegawai negeri di Jharkhand. Mereka menginginkan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan ujian berikutnya.

Peran Cockroach Janta Party

Demonstrasi tersebut dipimpin oleh Cockroach Janta Party, sebuah partai politik yang baru dibentuk. Partai itu muncul sebagai respons terhadap pernyataan kontroversial ketua Mahkamah Agung India yang menyamakan kaum muda pengangguran dengan kecoak.

Selain memimpin aksi, kelompok tersebut menjadi salah satu kekuatan yang menyuarakan kekecewaan mahasiswa dan pencari kerja terhadap kondisi pendidikan serta sistem rekrutmen. Tekanan publik juga semakin kuat setelah Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri pada Sabtu, 25 Juli 2026, untuk memenuhi tuntutan para demonstran.

Kesimpulan

Berakhirnya mogok makan Davendra Nath Mahto setelah 16 hari menjadi perkembangan penting dalam rangkaian protes mahasiswa di Jharkhand. Pemerintah telah mengabulkan tuntutan utama dengan membatalkan ujian rekrutmen pegawai negeri tingkat sarjana yang dipersoalkan karena dugaan kebocoran soal dan kecurangan.

Meski demikian, Mahto dan para demonstran belum menganggap perjuangan mereka selesai. Reformasi lembaga rekrutmen, transparansi penyelenggaraan ujian, serta pengawasan terhadap sistem pendidikan masih menjadi agenda yang akan terus dikawal. Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada langkah pemerintah Jharkhand dalam menindaklanjuti pembatalan ujian dan memenuhi tuntutan perubahan yang lebih luas.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment