Karhutla Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia, Kabut Asap Capai Sarawak Malaysia
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Kebakaran tercatat melanda kawasan Kalimantan, Sumatera, Kepulauan Riau, hingga Papua Tengah. Selain berdampak pada lahan dan hutan, karhutla di Kalimantan juga memicu kabut asap yang menyebar hingga Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut bahkan mendorong negara bagian itu menutup sekolah demi melindungi para siswa.
Penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari operasi darat, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca atau OMC. Di sejumlah daerah, api telah berhasil dipadamkan. Namun, beberapa titik lainnya masih sulit dijangkau sehingga memerlukan dukungan tambahan berupa armada pemadam dan operasi udara.
Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah di Kalimantan
Kalimantan Barat
Di Kalimantan Barat, pihak berwenang telah menangani dampak karhutla melalui sejumlah langkah penanggulangan. Sekitar 13 hektare lahan berhasil ditangani menggunakan berbagai metode, termasuk water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Sementara itu, penanganan melalui operasi darat mencapai 104,8 hektare.
Kementerian Kehutanan juga menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan yang berkaitan dengan karhutla di wilayah tersebut. Keempat perusahaan itu adalah PT WEL, PT FI, PT MPK, dan PT WSP.
Kalimantan Timur
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kalimantan Timur hingga pekan lalu, tercatat 430 kejadian karhutla dengan luas wilayah terdampak mencapai 1.260,92 hektare. Sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan milik perusahaan.
Secara rinci, area terdampak terdiri atas 1.197,32 hektare lahan, 32,84 hektare hutan, dan 30,71 hektare kebun. Pelaksana Harian Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalimantan Timur, Sugeng Priyanto, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah perkebunan dan lahan warga, tetapi area milik perusahaan menjadi wilayah yang paling banyak terdampak.
Dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar. Daerah lainnya yang mencatat kejadian kebakaran antara lain Kutai dengan 71 kejadian, Paser 105 kejadian, Samarinda 69 kejadian, dan Berau 38 kejadian.
Kementerian Kehutanan juga telah menjatuhkan sanksi kepada PT PSR terkait karhutla di Kalimantan Timur.
Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
Di Kalimantan Tengah, terdapat 25 titik api yang terpantau. Penanganan dilakukan melalui operasi water bombing dan OMC di wilayah terdampak. Selain itu, petugas menggelar operasi darat dan hingga Minggu berhasil menangani 55,63 hektare lahan terbakar.
Sanksi juga dijatuhkan Kementerian Kehutanan kepada PT NES terkait karhutla di Kalimantan Tengah. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, petugas menangani sekitar 13 hektare lahan melalui operasi udara dan 40,9 hektare melalui operasi darat.
Situasi Karhutla di Sumatera dan Kepulauan Riau
Di Jambi, hasil pemantauan menunjukkan terdapat 14 titik panas. Operasi water bombing secara kumulatif hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan. Pada waktu yang sama, operasi darat masih berlangsung di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman, dan pendinginan.
Kebakaran juga terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau, tepatnya di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, pada Sabtu, 22 Agustus. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 35 hektare. BPBD Kepulauan Riau bersama tim gabungan mengerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan dari darat. Berdasarkan laporan pada Minggu, 23 Agustus, api telah berhasil dipadamkan.
Di sisi lain, BMKG menyebut kualitas udara di Pekanbaru berada dalam kategori berbahaya. Kondisi karhutla juga dilaporkan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Titik api terpantau pada Sabtu, 22 Agustus, sekitar pukul 18.00 WIB di Bukit Sitalmak Talmak, Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian.
Luas lahan yang terbakar di Samosir diperkirakan mencapai lima hektare. BPBD bersama tim gabungan, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan pemadaman darat. Api dilaporkan telah padam pada Minggu.
Karhutla di Nabire Berdampak pada Ratusan Hektare Lahan
Karhutla dengan cakupan wilayah lebih luas terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kebakaran dilaporkan berlangsung sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026 dan melanda tujuh distrik, yaitu Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.
Kebakaran dipicu oleh cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Nabire, sekitar 396,13 hektare lahan terbakar dan empat kepala keluarga terdampak.
BNPB menyatakan sebagian titik api hingga Minggu masih belum dapat dipadamkan karena lokasinya tidak bisa dijangkau armada pemadam kebakaran. Pemerintah daerah kemudian mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan, termasuk water bombing dan tambahan armada pemadam untuk menangani area yang sulit dijangkau melalui operasi darat.
Kesimpulan
Karhutla masih menjadi persoalan serius di berbagai wilayah Indonesia. Kalimantan menjadi salah satu kawasan dengan dampak paling luas, baik dari sisi area terbakar maupun penyebaran kabut asap hingga Sarawak, Malaysia. Di sejumlah daerah lain, seperti Jambi, Batam, Pekanbaru, Samosir, dan Nabire, petugas masih melakukan penanganan sesuai kondisi lapangan.
Upaya pemadaman melalui operasi darat, water bombing, dan modifikasi cuaca terus dilakukan. Ke depan, dukungan armada serta penanganan terhadap wilayah yang sulit dijangkau menjadi kebutuhan penting agar titik api dapat segera dikendalikan dan dampak karhutla terhadap masyarakat maupun kualitas udara tidak semakin meluas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment