Lee Jae Myung Tak Khawatir Latihan Militer AS-Korea Selatan Dikurangi Trump

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan tidak khawatir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk mengurangi secara signifikan skala latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan. Di tengah keputusan tersebut, Lee menegaskan pentingnya memperkuat kemampuan pertahanan mandiri Seoul, sekaligus mempertahankan fondasi aliansi dengan Washington.

Dalam rapat Dewan Keamanan Nasional pada Selasa (18/8), Lee Jae Myung mengatakan Korea Selatan perlu meningkatkan kapasitas pertahanannya sendiri. Menurut dia, kemampuan domestik yang lebih kuat justru dapat memperkuat posisi Seoul sebagai sekutu Amerika Serikat.

Lee Jae Myung Dorong Penguatan Pertahanan Mandiri

Pernyataan Donald Trump mengenai pengurangan skala latihan militer bersama tidak membuat Lee Jae Myung menunjukkan kekhawatiran. Presiden Korea Selatan tersebut menyampaikan bahwa aliansi yang kuat tetap menjadi dasar penting bagi keamanan negaranya.

Namun, Lee juga menilai penguatan kemampuan pertahanan Korea Selatan harus berjalan beriringan dengan aliansi tersebut. Ia menyebut peningkatan kapabilitas nasional dapat membuat posisi Seoul sebagai sekutu menjadi lebih bernilai dan semakin dibutuhkan.

“Aliansi yang kuat memperkokoh fondasi keamanan, dan memperkuat kemampuan kita sendiri akan meningkatkan nilai serta urgensi kita sebagai sekutu,” ujar Lee, dikutip dari Reuters.

Selain memperkuat pertahanan mandiri, Lee meminta agar rencana pengalihan kendali operasional masa perang dari Amerika Serikat kepada Korea Selatan tetap dilanjutkan. Ia berharap proses tersebut berjalan tanpa hambatan selama masa jabatannya, sesuai dengan rencana pemerintah yang telah ditetapkan.

Percepatan Program Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Lee Jae Myung juga mendorong percepatan kemajuan program kapal selam bertenaga nuklir Korea Selatan. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan perwira yang memiliki kemampuan untuk menjalankan operasi terintegrasi dalam menghadapi kemungkinan konflik di masa depan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Seoul untuk memperkuat kesiapan pertahanan nasional. Lee memandang kemampuan militer yang lebih mandiri dapat melengkapi kerja sama keamanan yang selama ini dijalankan bersama Amerika Serikat.

Latihan Pertahanan Sipil Disebut Bersifat Defensif

Dalam kesempatan yang sama, Lee memastikan latihan pertahanan sipil tahunan yang digelar bersamaan dengan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan memiliki tujuan defensif. Menurutnya, latihan tersebut dirancang untuk melindungi nyawa dan keselamatan masyarakat Korea Selatan.

Lee menegaskan Seoul tidak bermaksud menggunakan latihan itu untuk menyerang Korea Utara ataupun meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. Ia menyatakan latihan tersebut lebih ditujukan untuk melindungi kehidupan sehari-hari warga, bukan untuk menjadikan pihak tertentu sebagai sasaran musuh.

Penegasan itu disampaikan di tengah keputusan Trump untuk mengurangi skala latihan militer bersama Korea Selatan. Bagi Seoul, latihan pertahanan sipil tetap dipandang sebagai bagian dari perlindungan masyarakat dan bukan langkah ofensif terhadap Korea Utara.

Peluang Dialog dengan Korea Utara

Sebelumnya, Lee Jae Myung telah membuka peluang untuk mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara. Dialog tersebut diharapkan dapat menjadi jalan untuk secara resmi mengakhiri perang Korea yang telah berlangsung berkepanjangan.

“Mari kita kesampingkan niat untuk saling mengancam dan mulai diskusi untuk mengakhiri perang berkepanjangan ini sebagai pihak-pihak yang terlibat langsung,” kata Lee pada pekan sebelumnya.

Ia juga menyebut pembicaraan tersebut berpotensi membahas langkah-langkah yang efektif untuk menghentikan kemajuan kemampuan nuklir Korea Utara. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Seoul tidak hanya menekankan kesiapan pertahanan, tetapi juga membuka ruang bagi upaya diplomatik.

Trump Kurangi Skala Latihan Gabungan

Donald Trump memutuskan untuk mengurangi skala latihan militer bersama Korea Selatan setelah Seoul menolak permintaan Amerika Serikat untuk menaikkan bayaran “perlindungan” yang diberikan Washington. Trump sebelumnya mengaku bahwa Amerika Serikat telah melindungi Korea Selatan selama bertahun-tahun, terutama dari ancaman Korea Utara.

Keputusan tersebut kemudian mendapat respons dari Lee Jae Myung melalui penekanan terhadap penguatan pertahanan mandiri. Meski demikian, Lee tetap menyatakan bahwa aliansi dengan Amerika Serikat memiliki peran penting dalam fondasi keamanan Korea Selatan.

Kesimpulan

Lee Jae Myung tidak menganggap pengurangan skala latihan militer gabungan oleh Donald Trump sebagai alasan untuk panik. Sebaliknya, ia mendorong Korea Selatan memperkuat kemampuan pertahanan mandiri, melanjutkan rencana pengalihan kendali operasional masa perang, serta mempercepat program kapal selam bertenaga nuklir.

Di sisi lain, Seoul tetap menegaskan bahwa latihan pertahanan sipil bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk menyerang Korea Utara. Ke depan, arah kebijakan Korea Selatan akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara penguatan aliansi dengan Amerika Serikat, peningkatan kemampuan nasional, dan peluang dialog untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment