Pemerintah Targetkan 10.068 Desa di Indonesia Teraliri Listrik pada 2029

Pemerintah Percepat Elektrifikasi 10.068 Desa

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan masih terdapat sekitar 10.068 desa di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik. Pemerintah menargetkan seluruh desa tersebut sudah teraliri listrik paling lambat pada 2029.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan akses energi di seluruh wilayah Indonesia. Program elektrifikasi diarahkan untuk menjangkau desa-desa yang hingga kini belum menikmati layanan listrik, termasuk wilayah yang belum tersambung dengan jaringan kelistrikan utama.

“Untuk desa yang belum berlistrik ini masih ada sekitar 10.068 desa. Ini kita targetkan sampai dengan 2029 semuanya sudah teraliri listrik,” ujar Yuliot dalam acara Indo EBTKE ConEx 2026 di JiExpo Kemayoran, Rabu (2/9).

Infrastruktur Kelistrikan Jadi Fokus Percepatan

Menurut Yuliot, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat penyediaan listrik bagi desa-desa yang belum terjangkau. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah membangun infrastruktur kelistrikan di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan listrik hingga ke daerah terpencil. Pemerintah berupaya memastikan bahwa penyediaan energi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang telah memiliki jaringan listrik, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Selain menyelesaikan persoalan desa yang belum berlistrik, pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur listrik di ribuan lokasi dalam beberapa tahun mendatang. Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda peningkatan pemerataan energi secara bertahap.

Bantuan Sambungan Listrik bagi Masyarakat Kurang Mampu

Percepatan elektrifikasi tidak hanya dilakukan melalui pembangunan jaringan dan infrastruktur kelistrikan. Pemerintah juga menyediakan bantuan pasang baru listrik bagi masyarakat yang kurang mampu.

Yuliot menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memperoleh akses listrik. Dengan adanya dukungan biaya pemasangan, masyarakat kurang mampu diharapkan dapat menikmati manfaat listrik tanpa terbebani biaya awal penyambungan.

Program bantuan pasang baru ini melengkapi upaya pembangunan infrastruktur di desa-desa yang belum berlistrik. Dengan demikian, penyediaan akses energi dilakukan melalui dua pendekatan, yakni memperluas jaringan kelistrikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan sambungan baru.

Akses Energi Dukung Aktivitas Ekonomi Daerah

Yuliot menekankan bahwa ketersediaan energi memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah. Listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan produktif dan layanan publik.

Dengan tersedianya listrik, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang. Usaha masyarakat di desa juga berpeluang menjalankan kegiatan secara lebih baik ketika memperoleh dukungan energi yang memadai.

Selain itu, akses listrik diharapkan dapat menunjang layanan publik di wilayah yang selama ini belum mendapatkan pasokan energi. Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor pendukung agar kegiatan masyarakat dan pelayanan di daerah dapat berjalan lebih optimal.

EBT untuk Wilayah dengan Tantangan Geografis

Pemerintah turut mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam mendukung penyediaan listrik. Penggunaan EBT dinilai relevan, terutama untuk wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sulit dijangkau oleh jaringan listrik utama.

Pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah menyediakan akses listrik secara lebih luas. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi di daerah yang menghadapi kendala dalam pembangunan jaringan kelistrikan.

Kesimpulan

Pemerintah menargetkan 10.068 desa yang belum berlistrik dapat memperoleh akses listrik paling lambat pada 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, menyediakan bantuan pasang baru bagi masyarakat kurang mampu, serta mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Ke depan, keberhasilan program elektrifikasi diharapkan dapat memperluas pemerataan energi sekaligus mendukung kegiatan produktif, layanan publik, dan usaha masyarakat di daerah. Penyediaan listrik hingga wilayah terpencil menjadi langkah penting untuk memperkuat akses energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment