Hayden Panettiere Ungkap Pernah Menjadi Korban Perdagangan Seks Saat Berusia 18 Tahun

Hayden Panettiere pernah mengungkap pengalaman traumatis ketika menjadi korban perdagangan seks saat berusia 18 tahun. Pengakuan tersebut disampaikan dalam podcast On Purpose with Jay Shetty pada 11 Mei, sekitar tiga bulan sebelum kabar penemuan jasadnya mencuat.

Dalam wawancara itu, aktris asal Amerika Serikat tersebut menceritakan bagaimana dirinya dikhianati oleh seseorang yang selama ini dianggap sebagai teman sekaligus pelindung. Menurut penuturannya, orang tersebut justru membawanya ke sebuah kapal pesiar dan menempatkannya dalam situasi yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Hayden Panettiere Mengaku Dijebak Teman Terdekat

Pengalaman pahit itu bermula ketika seorang teman perempuan mengajak Hayden Panettiere ke sebuah kapal pesiar. Panettiere menyebut teman tersebut sebagai sosok yang sebelumnya ia percaya dan anggap mampu melindunginya.

Namun, setibanya di kapal, situasi berubah menjadi mencekam. Panettiere mengaku digiring menuju sebuah kamar kecil yang berada di bagian bawah kapal. Di ruangan tersebut, ia dipaksa berada di tempat tidur bersama seorang pria ternama yang sudah tidak mengenakan pakaian.

Menurut Panettiere, pria itu bersikap seolah kejadian tersebut merupakan sesuatu yang biasa dilakukan. Sikap tersebut semakin membuatnya terkejut karena ia sama sekali tidak mendapatkan tanda atau peringatan bahwa hal semacam itu akan terjadi.

“Tidak ada petunjuk sama sekali bahwa hal seperti itu akan terjadi, jadi saya sangat terkejut,” tutur Panettiere saat mengenang kejadian tersebut.

Berusaha Melarikan Diri dari Kapal Pesiar

Menyadari dirinya berada dalam bahaya, Hayden Panettiere berusaha mencari cara untuk melarikan diri. Ia sempat bersembunyi di bagian lain kapal karena merasa tidak aman berada di ruangan tersebut.

Akan tetapi, Panettiere menyadari bahwa dirinya berada dalam posisi sulit. Kapal sudah berlayar sehingga ia tidak memiliki jalan keluar yang mudah. Selain itu, tidak ada orang di lokasi yang menunjukkan simpati atau berupaya membantu kondisinya.

Dalam wawancara tersebut, Panettiere juga mengungkapkan betapa mengerikannya pengalaman ketika seseorang yang dipercaya justru menjadi pihak yang mengkhianatinya. Ia menyadari bahwa bagi orang-orang di sekitarnya, situasi semacam itu kemungkinan bukan sesuatu yang baru.

“Saya sadar bagi mereka hal semacam ini bukan hal baru. Ketika kita menemukan seseorang yang dipercaya lalu dikhianati seperti itu, rasanya benar-benar mengerikan,” kata Panettiere.

Wawancara Kembali Menjadi Sorotan

Rekaman wawancara Hayden Panettiere kembali menjadi perhatian setelah kabar mengenai penemuan jasadnya di sebuah hunian sewaan di Greenville, South Carolina. Petugas medis disebut sempat merespons laporan darurat yang berkaitan dengan kondisi henti jantung dan dugaan overdosis.

Sebelum kabar tersebut muncul, Panettiere juga dikenal terbuka mengenai perjuangannya menghadapi kecanduan zat terlarang. Ia pernah mengungkap bahwa dirinya telah diperkenalkan dengan obat-obatan penambah energi sejak berusia 15 tahun. Penggunaan obat tersebut disebut berkaitan dengan tuntutan untuk menjaga penampilan ketika menghadiri acara karpet merah.

Pengakuan mengenai perdagangan seks dan perjuangannya melawan kecanduan memperlihatkan sisi lain kehidupan Panettiere di luar layar. Di tengah popularitasnya sebagai aktris, ia menghadapi pengalaman berat yang kemudian ia ceritakan kepada publik.

Perjalanan Karier Hayden Panettiere

Hayden Panettiere mulai memasuki dunia hiburan sejak masih balita. Karier akting profesionalnya dimulai pada 1994 ketika ia tampil dalam sinetron One Life to Live. Setelah itu, ia membintangi sejumlah acara televisi dan film sebagai bintang cilik.

Namanya semakin dikenal setelah mendapatkan peran penting dalam serial Heroes. Dalam serial tersebut, Panettiere memerankan seorang pemandu sorak yang memiliki kemampuan untuk memulihkan diri. Karakter tersebut menjadi salah satu peran yang paling melekat dengan dirinya.

Panettiere juga tampil sebagai pemandu sorak dalam film Bring It On: All or Nothing yang dirilis pada 2006. Setelah serial Heroes berakhir pada 2010, ia membintangi Scream 4 pada 2011.

Dari 2012 hingga 2018, Panettiere beradu akting dengan Connie Britton dalam enam musim serial drama Nashville. Ia kemudian kembali memerankan karakter yang dikenal penggemar dalam film Scream 6 yang dirilis pada 2023.

Kesimpulan

Pengakuan Hayden Panettiere mengenai pengalaman menjadi korban perdagangan seks saat berusia 18 tahun kembali disorot setelah kabar mengenai penemuan jasadnya. Cerita tersebut menunjukkan pengalaman traumatis yang pernah ia hadapi, termasuk pengkhianatan dari sosok yang dipercaya dan perjuangannya melawan kecanduan.

Selain meninggalkan sejumlah karya di televisi dan film, Panettiere juga dikenang melalui keberaniannya berbicara mengenai pengalaman sulit dalam hidupnya. Kisah yang ia bagikan diharapkan dapat membuat publik lebih memahami dampak pengkhianatan, eksploitasi, serta kecanduan terhadap seseorang.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment