BNI Perkuat Bantuan untuk Korban Bencana NTT melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang disalurkan tidak hanya berfokus pada kebutuhan logistik, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, penyediaan air bersih, tenda pengungsian, serta fasilitas trauma healing bagi warga yang membutuhkan pendampingan psikososial.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui Posko BNI Berbagi BUMN Peduli NTT yang berlokasi di Lapangan Berdikari, Danga, Mbay. Posko ini menjadi salah satu pusat layanan bagi masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana. Berbagai fasilitas disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dan pengungsi di lokasi terdampak.
Posko BNI Berbagi Sediakan Beragam Layanan
Posko BNI Berbagi BUMN Peduli NTT menyediakan sejumlah layanan yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, trauma healing, air bersih, dukungan logistik, serta tenda yang dapat digunakan sebagai tempat perlindungan sementara.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat setelah bencana. Menurutnya, bantuan tidak diberikan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan situasi di setiap wilayah terdampak.
“Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan. Melalui layanan kesehatan, trauma healing, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya, kami berharap masyarakat terdampak dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).
Trauma Healing untuk Anak dan Kelompok Rentan
Salah satu bentuk dukungan yang menjadi perhatian BNI adalah penyediaan fasilitas trauma healing. Fasilitas ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang menghadapi dampak emosional setelah bencana.
Trauma healing diharapkan dapat memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk memperoleh pendampingan. Kehadiran fasilitas tersebut juga ditujukan untuk membantu warga memulihkan kondisi emosional serta menjalani proses pemulihan secara lebih baik setelah menghadapi situasi darurat.
Selain fasilitas pendampingan psikososial, BNI menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Ketersediaan layanan kesehatan ini menjadi bagian penting dalam membantu warga menjaga kondisi fisik selama masa tanggap darurat. BNI juga menyiapkan air bersih serta stok kebutuhan pokok untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat dan pengungsi.
Tenda Ditempatkan di Sejumlah Wilayah NTT
Untuk menunjang pelayanan dan penanganan di lapangan, BNI turut menyediakan tenda di sejumlah wilayah. Lokasi tersebut mencakup Maumere, Kewapante, Ritapiret, Cibal, Ruteng, Borong, dan Mbay.
Penempatan tenda disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung aktivitas layanan kesehatan, pelayanan masyarakat, serta menyediakan ruang perlindungan sementara bagi warga terdampak. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa barang, tetapi juga sarana pendukung untuk memastikan pelayanan dapat berjalan di lokasi bencana.
Bantuan Menjangkau Sejumlah Daerah
Sebelumnya, program BNI Berbagi telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar ke sejumlah wilayah di NTT. Bantuan tersebut menjangkau Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng.
Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk membantu masyarakat dan pengungsi memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat. Bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan di wilayah yang terdampak bencana.
BNI Koordinasikan Bantuan dengan Pemerintah Daerah
Okki menambahkan, BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi juga dilakukan secara berkala guna menentukan bentuk bantuan lanjutan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
Koordinasi diperlukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah serta BUMN lainnya, BNI berupaya memastikan dukungan tetap tersedia selama masyarakat menjalani masa tanggap darurat hingga memasuki tahap pemulihan.
“BNI bersama BUMN lainnya akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk memastikan dukungan dapat diberikan secara tepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak,” kata Okki.
Komitmen Sosial BNI Pascabencana
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, BNI terus menjalankan peran sosialnya dalam mendukung masyarakat yang menghadapi kondisi darurat dan proses pemulihan pascabencana. Dukungan melalui layanan kesehatan, trauma healing, air bersih, logistik, dan tenda menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan bantuan yang menyeluruh.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara dalam perjalanan 80 tahun BNI untuk terus “Melayani Sepenuh Hati” serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara. Ke depan, kesinambungan koordinasi dan evaluasi diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap menjadi dasar dalam penyaluran bantuan lanjutan.
Kesimpulan
BNI memperkuat kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di NTT melalui Posko BNI Berbagi BUMN Peduli NTT di Mbay dan dukungan di sejumlah wilayah lainnya. Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar, layanan kesehatan, air bersih, tenda pengungsian, serta trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan.
Penyaluran bantuan akan terus dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan di lapangan. Dengan koordinasi bersama pemerintah daerah, pihak terkait, dan BUMN lainnya, BNI berkomitmen mendukung masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment