Destry Damayanti Usung Prinsip 3I Plus S sebagai Landasan Kebijakan Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membawa prinsip 3I plus S sebagai landasan dalam merumuskan arah kebijakan bank sentral selama masa kepemimpinannya. Prinsip tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan BI memiliki dampak, menjangkau berbagai lapisan masyarakat, terintegrasi, serta dijalankan melalui sinergi dengan pihak terkait.

Prinsip 3I yang dimaksud terdiri atas impactful atau berdampak, inklusif, dan integratif. Ketiga unsur itu kemudian dipersatukan melalui huruf S yang berarti sinergi. Menurut Destry, kombinasi tersebut akan menjadi pegangan Bank Indonesia dalam mendukung pencapaian Indonesia maju.

Destry menyampaikan hal tersebut seusai pelantikan dirinya sebagai Gubernur BI di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Rabu (2/9). Ia menegaskan bahwa sinergi akan menjadi bagian penting dalam menjalankan kebijakan bank sentral, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan ekonomi domestik.

Prinsip 3I Plus S dalam Kepemimpinan Destry

Destry menjelaskan bahwa prinsip impactful berarti setiap kebijakan yang dirumuskan Bank Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak. Sementara itu, prinsip inklusif menekankan pentingnya kebijakan yang mampu mencakup berbagai pihak. Adapun prinsip integratif menunjukkan perlunya keterkaitan dan keterpaduan dalam pelaksanaan kebijakan.

Ketiga prinsip tersebut tidak berdiri sendiri. Destry mengikatnya dengan unsur sinergi sebagai pegangan utama. Ia menyebut sinergi merah putih akan terus digunakan untuk mendukung upaya menuju Indonesia yang semakin baik dan maju.

“Semua ini akan bisa tercapai melalui sinergi merah putih yang akan terus menjadi pegangan bagi kami untuk menuju Indonesia maju yang makin baik,” ujar Destry.

Arah Kebijakan BI Berfokus pada Stabilitas

Dalam kesempatan tersebut, Destry juga menyampaikan bahwa stance policy atau arah kebijakan Bank Indonesia ke depan akan mengupayakan stabilitas. Menurut dia, stabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kondisi perekonomian.

Dengan ekonomi yang stabil, ruang untuk mendorong pertumbuhan dinilai dapat semakin luas. Karena itu, upaya menjaga stabilitas menjadi bagian dari arah kebijakan BI yang akan dijalankan di bawah kepemimpinannya.

Destry mencontohkan penanganan persoalan domestik seperti inflasi. Dalam menghadapi masalah tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini sejalan dengan prinsip sinergi merah putih yang menjadi salah satu fondasi kebijakan BI.

“Jadi dengan sinergi merah putih itu, khususnya dalam menangani masalah-masalah domestik seperti inflasi, Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait,” kata Destry.

Pelantikan Pimpinan Bank Indonesia

Mahkamah Agung pada hari yang sama tidak hanya melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia. Dalam agenda tersebut, Aida S. Budiman juga ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI, sedangkan Solikin M. Juhro ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI.

Pelantikan tersebut menandai penetapan susunan pimpinan bank sentral yang akan menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Destry kemudian menjelaskan mekanisme pembagian tugas di antara pimpinan BI, khususnya enam Anggota Dewan Gubernur (ADG).

Pembagian Tugas ADG Bersifat Fleksibel

Menurut Destry, setiap ADG memiliki bidang satuan kerja masing-masing sebagai pengampu. Namun, pembagian tersebut tidak berarti setiap keputusan sepenuhnya bergantung pada ADG yang menangani bidang tertentu.

Ia menegaskan bahwa keputusan tertinggi di Bank Indonesia berada dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Dengan demikian, pembidangan tugas di antara ADG berfungsi sebagai pengaturan kerja internal, sementara keputusan strategis tetap ditetapkan melalui mekanisme RDG.

Destry juga menyebut pembidangan tugas di internal ADG bersifat cair atau fluid. Bidang yang diampu masing-masing anggota dapat dirotasi secara berkala sesuai kebutuhan organisasi.

“Jadi pembidangan itu sebenarnya sesuatu hal yang fluid, jadi dia bisa kita putar, tapi yang penting bahwa masing-masing ADG itu pada akhirnya keputusan tertinggi itu ada di Rapat Dewan Gubernur,” ujar Destry.

Kesimpulan

Prinsip 3I plus S menjadi fondasi yang dibawa Destry Damayanti dalam memimpin Bank Indonesia. Kebijakan bank sentral ke depan akan diarahkan agar berdampak, inklusif, dan integratif, dengan sinergi sebagai pengikat utama. Fokus terhadap stabilitas juga diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, BI akan memperkuat kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama dalam menangani persoalan domestik seperti inflasi. Di sisi internal, pembagian tugas para Anggota Dewan Gubernur dapat disesuaikan secara berkala, sementara keputusan tertinggi tetap berada di tangan Rapat Dewan Gubernur. Ke depan, sinergi tersebut akan menjadi pegangan penting BI dalam menjalankan kebijakan menuju Indonesia maju.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment