Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Menhub Imbau Masyarakat Beralih ke Moda Transportasi Alternatif
Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) menyebabkan sebaran abu vulkanik berdampak terhadap operasional sejumlah bandara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kemudian menutup sementara beberapa bandara karena kondisi abu vulkanik dinilai dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mempertimbangkan penggunaan moda transportasi lain selama layanan penerbangan mengalami gangguan. Kereta api, bus, dan kapal laut dinilai dapat menjadi pilihan untuk menjaga mobilitas penumpang sekaligus memastikan distribusi barang tetap berjalan.
Menhub Siapkan Pengalihan Moda Transportasi
Dudy mengatakan pemerintah telah menyiapkan skema pengalihan moda apabila transportasi udara tidak dapat beroperasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan gangguan pada salah satu moda transportasi.
“Pertanyaan terkait apakah ada potensi pengalihan, selayaknya transportasi, jadi kami menyiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan penggunaan moda transportasi lain apabila moda transportasi udara terganggu,” kata Dudy dalam jumpa pers mengenai perkembangan situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang dipantau secara daring dari Jakarta, Minggu (6/9).
Menurut Dudy, kereta api merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di Pulau Jawa. Selain itu, bus juga dapat dimanfaatkan sebagai moda transportasi alternatif untuk mendukung mobilitas selama penerbangan belum dapat berjalan normal.
Kereta Api dan Bus Jadi Alternatif Perjalanan
Penggunaan kereta api dinilai relevan untuk perjalanan antarkota di Pulau Jawa. Sementara itu, moda transportasi darat seperti bus dapat menjadi pilihan lain bagi masyarakat yang perlu melanjutkan perjalanan dari atau menuju wilayah yang terdampak gangguan penerbangan.
Pemerintah juga menyebut transportasi laut masih beroperasi dan belum terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Dengan kondisi tersebut, kapal laut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu opsi, baik untuk mobilitas penumpang maupun pengiriman barang.
“Moda transportasi yang memungkinkan adalah moda transportasi kereta api yang khususnya yang di Pulau Jawa, kemudian juga moda transportasi darat baik bus, dan sejauh ini moda transportasi laut masih tidak terdampak akibat erupsi,” ujar Dudy.
Distribusi Logistik Tetap Menjadi Perhatian
Pengalihan moda transportasi tidak hanya ditujukan untuk penumpang. Pemerintah juga menyiapkan alternatif guna menjaga distribusi logistik apabila pengiriman melalui jalur udara mengalami gangguan akibat penutupan bandara.
Dudy menegaskan, ketersediaan pilihan moda transportasi lain diperlukan agar kegiatan masyarakat dan pelaku usaha tetap dapat berlangsung. Karena itu, pihak yang selama ini mengandalkan penerbangan diimbau mulai mempertimbangkan jalur darat, laut, maupun kereta api.
“Jadi kami menghimbau baik kepada masyarakat maupun pelaku usaha, apabila selama ini banyak menggunakan moda transportasi udara dalam berkegiatan, bisa mengalihkan ke moda transportasi darat, laut, maupun juga kereta api yang sampai sejauh ini belum terdampak daripada erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Dudy.
Delapan Bandara Ditutup Sementara
Kemenhub menutup sementara sejumlah bandara setelah wilayah operasionalnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pada tahap awal, lima bandara ditutup, yaitu Bandara Radin Inten II Lampung, Soekarno-Hatta Jakarta, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Jakarta, dan Budiarto Curug Tangerang.
Setelah dilakukan pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik. Operasional penerbangan di bandara tersebut kemudian dihentikan sementara.
Secara keseluruhan, terdapat delapan bandara yang ditutup sementara dengan rincian sebagai berikut:
- Soekarno-Hatta (WIII/CGK), ditutup pukul 02.08 hingga 23.59 WIB.
- Halim Perdanakusuma (WIHH/HLP), ditutup pukul 07.20 hingga 23.59 WIB.
- Radin Inten II Lampung (WILL/TKG), ditutup pukul 04.18 hingga 23.59 WIB.
- Husein Sastranegara (WICC/BDO), ditutup pukul 12.07 hingga 7 September 2026 pukul 06.00 WIB.
- Budiarto Curug (WIRR/RTO), ditutup pukul 06.48 hingga 7 September 2026 pukul 06.59 WIB.
- Pondok Cabe (WIHP/PCB), ditutup pukul 10.05 hingga 23.59 WIB.
- Taufik Kiemas (WILP/TFY), ditutup pukul 11.30 hingga 23.59 WIB.
- Atung Bungsu (WIPY/PXA), ditutup pukul 13.34 hingga 17.00 WIB.
Mobilitas dan Logistik Perlu Diantisipasi
Penutupan sementara bandara membuat pengalihan moda menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran perjalanan dan distribusi barang. Pemerintah terus mengantisipasi perkembangan kondisi dengan memastikan masyarakat memiliki pilihan transportasi lain ketika penerbangan terganggu.
Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan menyesuaikan rencana perjalanan serta pengiriman barang dengan moda yang masih dapat beroperasi. Kereta api, bus, dan kapal laut menjadi alternatif yang disiapkan untuk membantu menjaga aktivitas tetap berjalan di tengah dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kesimpulan
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada operasional delapan bandara yang ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan. Menhub Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk beralih sementara ke kereta api, bus, atau kapal laut.
Ke depan, pengalihan moda transportasi diharapkan dapat menjaga mobilitas penumpang dan kelancaran distribusi logistik selama layanan udara masih mengalami gangguan. Pemerintah juga terus menyiapkan alternatif transportasi untuk mengantisipasi perkembangan kondisi erupsi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment