IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Jumat, Investor Wajib Waspadai Koreksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (4/9). Sejumlah analis menilai indeks masih memiliki ruang untuk bergerak naik dalam jangka pendek, meskipun potensi koreksi tetap perlu diperhatikan oleh investor.
Proyeksi tersebut mengacu pada pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya. Pada Kamis (3/9), IHSG ditutup di level 6.667. Indeks menguat 72,1 poin atau 1,09 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
IHSG Berpeluang Menguji Area 6.681-6.714
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang meneruskan tren penguatan dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikalnya, indeks berpotensi menguji area 6.681 hingga 6.714.
Namun, Herditya mengingatkan bahwa penguatan indeks tidak sepenuhnya terbebas dari risiko pelemahan. Koreksi jangka pendek berpotensi terjadi apabila tekanan jual meningkat selama perdagangan berlangsung.
“Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat untuk menguji area 6.681-6.714. Namun, waspadai potensi koreksi jangka pendek ke kisaran 6.649-6.669,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas
Untuk perdagangan Jumat, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.561 dan 6.476. Sementara itu, level resistance yang perlu diperhatikan berada pada 6.705 dan 6.755.
Dalam riset tersebut, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni ASII, BMRI, BNBR, dan CDIA. Saham-saham tersebut masuk dalam daftar rekomendasi berdasarkan analisis yang disampaikan MNC Sekuritas.
IHSG Masih Berpeluang Melanjutkan Tren Naik
Senada dengan Herditya, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga menilai IHSG masih memiliki peluang melanjutkan tren penguatan. Meski demikian, Ivan memperkirakan pergerakan indeks cenderung berimbang setelah mencapai target sebelumnya.
Menurut Ivan, posisi IHSG akan tetap memiliki peluang untuk melanjutkan tren naik selama indeks tidak menembus level tertentu. Ia menyebut level 6.569 sebagai batas penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan.
“Selama IHSG tidak turun di bawah level 6.569, indeks masih berpeluang melanjutkan tren naik,” ujar Ivan.
Proyeksi Level IHSG dari Binaartha Sekuritas
Ivan memperkirakan level support IHSG berada di 6.569, 6.496, 6.435, dan 6.376. Adapun level resistance yang dipantau berada pada 6.836, 6.916, dan 7.071.
Sejumlah saham yang direkomendasikan Ivan untuk dicermati adalah BBCA, BBRI, CPIN, dan UNVR. Rekomendasi tersebut disampaikan bersamaan dengan pandangan teknikal mengenai peluang pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat.
Aktivitas Perdagangan IHSG pada Kamis
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan Kamis mencapai Rp18,55 triliun. Volume perdagangan tercatat sekitar 40,7 miliar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,49 juta kali.
Pergerakan mayoritas saham juga menunjukkan sentimen positif. Sebanyak 402 saham ditutup menguat, sementara 213 saham melemah dan 180 saham lainnya stagnan.
Kesimpulan
IHSG diperkirakan masih berpeluang menguat pada perdagangan Jumat setelah mencatat kenaikan 1,09 persen pada hari sebelumnya. Analis MNC Sekuritas melihat peluang indeks untuk menguji area 6.681-6.714, sedangkan Binaartha Sekuritas menilai tren naik masih terjaga selama IHSG tidak turun di bawah level 6.569.
Meski prospek penguatan masih terbuka, investor tetap perlu memperhatikan potensi koreksi jangka pendek serta level support dan resistance yang telah disampaikan para analis. Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan strategi dan risikonya masing-masing.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment