IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Kamis, Investor Perlu Cermati Level Support dan Resistance

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk kembali menguat pada perdagangan Kamis (20/8). Proyeksi tersebut disampaikan setelah indeks mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati sejumlah level teknikal karena IHSG masih menghadapi dua kemungkinan arah pergerakan, yakni melanjutkan penguatan atau mengalami koreksi.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan pergerakan IHSG akan ditentukan oleh kemampuan indeks dalam mempertahankan level-level penting. Dalam skenario positif, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan menuju area tertentu. Namun, apabila tekanan jual kembali meningkat, indeks berpotensi bergerak turun untuk membentuk pola koreksi.

IHSG Berpeluang Menguat ke Area 6.512-6.544

Herditya menyebut IHSG memiliki dua skenario pergerakan dalam perdagangan hari ini. Pada skenario terbaik, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 6.512-6.544. Skenario tersebut menunjukkan adanya peluang pemulihan setelah IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu (19/8).

“Dalam skenario terbaik, IHSG berpotensi menguat menuju area 6.512-6.544. Namun, pada skenario terburuk, IHSG berisiko terkoreksi ke kisaran 6.056-6.230 untuk membentuk wave (b),” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Di sisi lain, skenario terburuk yang disiapkan Herditya menunjukkan risiko koreksi menuju kisaran 6.056-6.230. Pergerakan tersebut diperkirakan berkaitan dengan pembentukan wave (b). Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan respons IHSG ketika mendekati area support maupun resistance yang telah ditentukan.

Level Support dan Resistance Menurut MNC Sekuritas

Untuk perdagangan Kamis, Herditya memproyeksikan IHSG memiliki level support di 6.296 dan 6.201. Sementara itu, level resistance berada di 6.599 dan 6.763. Level-level tersebut dapat menjadi acuan teknikal untuk melihat ruang penguatan maupun potensi tekanan terhadap indeks.

Dalam risetnya, Herditya turut menyebut sejumlah saham yang menjadi rekomendasi, yaitu ASII, ENRG, ICBP, dan MEDC. Namun, informasi tersebut merupakan pandangan analis berdasarkan analisis teknikal dan bukan ajakan untuk melakukan transaksi.

IHSG Masih Berpeluang Menuju Resistance 6.545

Proyeksi penguatan IHSG juga disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Ia memperkirakan indeks saham masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan setelah mengalami koreksi terbatas pada perdagangan sebelumnya.

Ivan menempatkan level resistance Fibonacci di 6.545 sebagai target penguatan IHSG. Menurutnya, peluang tersebut masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas level 6.267 dan garis SMA-20.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.267 dan garis SMA-20, peluang penguatan menuju 6.545 masih terbuka. Sebaliknya, penembusan di bawah 6.267 disertai penutupan harian di bawah SMA-20 dapat menjadi sinyal awal tren turun,” ujar Ivan.

Proyeksi Level IHSG dari Binaartha Sekuritas

Ivan memperkirakan IHSG bergerak dengan level support di 6.267, 6.042, dan 5.887. Adapun level resistance yang menjadi perhatian berada di 6.545, 6.700, dan 6.835.

Berdasarkan analisis tersebut, posisi IHSG di atas 6.267 dan garis SMA-20 menjadi faktor penting dalam menjaga peluang penguatan. Sebaliknya, apabila indeks menembus level 6.267 dan ditutup di bawah SMA-20, kondisi itu dinilai dapat menjadi sinyal awal munculnya tren penurunan.

Ivan juga menyampaikan sejumlah saham yang menjadi rekomendasinya, yakni DEWA, KLBF, MBMA, dan MEDC. Rekomendasi tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari analisis pasar dan tetap memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh setiap investor.

IHSG Melemah 0,86 Persen pada Perdagangan Sebelumnya

IHSG ditutup di level 6.394 pada perdagangan Rabu (19/8) sore. Posisi tersebut menunjukkan indeks melemah 55,70 poin atau turun 0,86 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi investor pada perdagangan tersebut mencapai Rp14,28 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 36,01 miliar saham.

Pergerakan pasar juga tercermin dari jumlah saham yang mengalami perubahan harga. Sebanyak 238 saham ditutup menguat, sementara 363 saham terkoreksi dan 188 saham lainnya stagnan. Data tersebut menunjukkan tekanan pelemahan masih cukup terasa pada perdagangan terakhir.

Kesimpulan

IHSG memiliki peluang menguat pada perdagangan Kamis (20/8), dengan sejumlah analis memproyeksikan target resistance di sekitar 6.545. MNC Sekuritas melihat peluang penguatan menuju area 6.512-6.544, sedangkan Binaartha Sekuritas menempatkan level 6.545 sebagai target resistance Fibonacci.

Meski prospek penguatan masih terbuka, investor perlu mencermati level 6.267 serta garis SMA-20. Penembusan ke bawah level tersebut dan penutupan harian di bawah SMA-20 dapat menjadi sinyal awal tren turun. Sementara itu, potensi koreksi IHSG juga tetap perlu diwaspadai apabila tekanan jual meningkat.

Daftar saham yang disebutkan dalam analisis, yakni ASII, ENRG, ICBP, MEDC, DEWA, KLBF, dan MBMA, bukan merupakan rekomendasi mutlak untuk membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko dan strategi masing-masing.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment