IHSG Ditutup Melemah 0,25 Persen ke Level 6.619, Sektor Teknologi Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9) di zona merah. Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut ditutup pada level 6.619, atau turun 16,80 poin setara 0,25 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan IHSG berlangsung di tengah aktivitas transaksi yang cukup besar. Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi saham pada perdagangan tersebut mencapai Rp13,71 triliun. Sementara itu, total volume saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 37,02 miliar saham.
Tekanan terhadap indeks juga tercermin dari jumlah saham yang bergerak negatif. Sebanyak 332 saham mengalami penurunan, sedangkan 281 saham berhasil menguat. Adapun 179 saham lainnya tercatat tidak mengalami perubahan atau stagnan.
IHSG Melemah di Tengah Pergerakan Mayoritas Saham yang Tertekan
Penurunan IHSG menunjukkan bahwa tekanan jual masih mewarnai perdagangan saham pada Senin sore. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, jumlah saham yang terkoreksi lebih banyak dibandingkan saham yang menguat.
Meski demikian, pelemahan indeks tidak terjadi secara merata di seluruh sektor. Berdasarkan data perdagangan, empat dari 11 sektor indeks tercatat melemah. Sementara itu, tujuh sektor lainnya masih mampu bergerak di zona positif.
Sektor Teknologi Jadi Penekan Utama
Sektor teknologi menjadi sektor dengan penurunan paling besar pada perdagangan tersebut. Sektor ini melemah 0,73 persen. Kinerja negatif sektor teknologi turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG pada akhir sesi perdagangan.
Di sisi lain, sektor industri menjadi sektor dengan penguatan tertinggi. Sektor tersebut naik 1,3 persen. Penguatan sektor industri menjadi salah satu penopang pasar, meskipun belum mampu membawa IHSG kembali ke zona positif.
Perbedaan kinerja antarsektor memperlihatkan bahwa pergerakan pasar berlangsung beragam. Sebagian sektor masih mencatat penguatan, sedangkan sektor lainnya mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan.
Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Pergerakan IHSG yang melemah berlangsung ketika bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi. Sejumlah indeks regional ditutup di zona merah, sementara indeks lainnya berhasil mencatatkan penguatan.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng Composite melemah 0,93 persen. Indeks Straits Times di Singapura juga turun 0,19 persen. Kedua indeks tersebut berakhir negatif pada perdagangan yang sama.
Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 2,12 persen. Penguatan juga dicatatkan oleh indeks Shanghai Composite di China yang naik 0,07 persen. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan kondisi bursa Asia yang tidak seragam.
Bursa Eropa dan Amerika Dominan Melemah
Pergerakan negatif juga terlihat di mayoritas bursa saham Eropa. Indeks DAX di Jerman tercatat turun 0,28 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris melemah 0,15 persen.
Situasi serupa terlihat di bursa Amerika Serikat yang secara umum bergerak di zona merah. Indeks S&P 500 tercatat melemah 0,38 persen. Indeks NASDAQ Composite turun 0,29 persen, sementara indeks Dow Jones terkoreksi 0,51 persen.
Kesimpulan
IHSG ditutup turun 16,80 poin atau 0,25 persen ke level 6.619 pada perdagangan Senin (7/9). Nilai transaksi mencapai Rp13,71 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 37,02 miliar saham. Dari sisi saham, 332 saham melemah, 281 saham menguat, dan 179 saham stagnan.
Sektor teknologi menjadi sektor dengan penurunan terbesar, yakni 0,73 persen. Sebaliknya, sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan 1,3 persen. Di tingkat global, bursa Asia bergerak bervariasi, sedangkan mayoritas bursa Eropa dan Amerika berada di zona merah. Pergerakan berbagai indeks tersebut menjadi gambaran kondisi pasar saham pada penutupan perdagangan kali ini.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment