IHSG Menguat 0,37 Persen ke Level 6.525, Sektor Infrastruktur Jadi Penopang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (21/8) dengan penguatan. Indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut ditutup di level 6.525, naik 24,10 poin atau 0,37 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan IHSG berlangsung di tengah aktivitas transaksi pasar yang cukup besar. Berdasarkan data RTI Infokom, investor membukukan nilai transaksi sebesar Rp17,42 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan mencapai 58,08 miliar saham sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan pasar pada penutupan perdagangan tersebut menunjukkan dinamika yang cukup berimbang. Sebanyak 319 saham tercatat menguat, sementara 294 saham mengalami koreksi. Di sisi lain, sebanyak 178 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.

IHSG Ditopang Penguatan Mayoritas Sektor

Dari 11 sektor yang tercatat dalam indeks, delapan sektor berhasil menguat pada perdagangan Jumat. Penguatan mayoritas sektor tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan IHSG hingga berakhir di zona positif.

Sektor Infrastruktur Memimpin Penguatan

Sektor infrastruktur menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi. Sektor ini menguat sebesar 0,61 persen. Kinerja tersebut menempatkan infrastruktur sebagai pemimpin penguatan sektoral pada penutupan perdagangan.

Sementara itu, tiga sektor lainnya bergerak melemah. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni minus 0,73 persen. Perbedaan kinerja antarsektor menunjukkan bahwa penguatan IHSG belum terjadi secara merata di seluruh kelompok saham.

Dengan jumlah saham menguat yang lebih banyak dibandingkan saham yang terkoreksi, sentimen positif terlihat cukup dominan pada akhir perdagangan. Namun, masih adanya 294 saham yang melemah serta 178 saham yang stagnan menunjukkan bahwa investor tetap melakukan seleksi terhadap saham dan sektor yang diperdagangkan.

Bursa Asia Mayoritas Berada di Zona Hijau

Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah bursa saham kawasan Asia. Mayoritas indeks saham regional terpantau bergerak di zona hijau pada perdagangan yang sama.

Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong mencatat penguatan sebesar 1,21 persen. Selanjutnya, indeks Straits Times di Singapura naik 0,33 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite di China menguat tipis 0,04 persen.

Namun, tidak seluruh bursa Asia mengalami kenaikan. Indeks Nikkei 225 di Jepang justru melemah 0,30 persen. Pergerakan yang beragam tersebut memperlihatkan adanya perbedaan arah perdagangan di antara pasar saham utama Asia.

Bursa Eropa Menguat, Pasar Amerika Melemah

Sejalan dengan mayoritas bursa Asia, pasar saham Eropa juga terpantau dominan bergerak menguat. Indeks DAX di Jerman tercatat naik 0,34 persen. Sementara itu, indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,23 persen.

Berbeda dengan kawasan Asia dan Eropa, bursa saham Amerika Serikat terpantau kompak melemah. Indeks S&P 500 turun 0,87 persen. Indeks NASDAQ Composite mengalami penurunan sebesar 1 persen, sedangkan indeks Dow Jones melemah 1,32 persen.

Kesimpulan

IHSG menutup perdagangan Jumat (21/8) dengan kenaikan 0,37 persen ke level 6.525. Penguatan ini didukung oleh kenaikan delapan dari 11 sektor, dengan sektor infrastruktur menjadi pemimpin setelah menguat 0,61 persen. Di pasar regional, mayoritas bursa Asia dan Eropa bergerak positif, sementara bursa Amerika Serikat mengalami pelemahan.

Pergerakan indeks pada penutupan tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif masih terlihat di pasar saham Indonesia, meskipun kinerja antarsektor dan bursa global bergerak beragam. Selanjutnya, arah perdagangan IHSG akan tercermin dari dinamika penguatan dan pelemahan sektor-sektor di dalam negeri serta pergerakan bursa saham global.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment