Kemenhub Sebut KM Virgo Transport Penuhi Standar Keselamatan Sebelum Terbalik di Laut Jawa

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan KM Virgo Transport 8 telah memenuhi standar kelaiklautan dan keselamatan sebelum mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Pernyataan tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh kementerian serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

KM Virgo Transport 8 terbalik saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Dalam pelayaran itu, kapal membawa total 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru.

Di tengah proses pencarian korban, sejumlah kesaksian dari orang yang mengaku pernah menaiki KM Virgo Transport 8 beredar di media sosial. Kesaksian tersebut menyoroti kondisi peralatan keselamatan di dalam kapal, termasuk lemari pelampung dan sekoci. Namun, Kemenhub menyatakan bahwa secara administratif dan teknis, kondisi kelaiklautan kapal telah memenuhi prosedur serta standar yang berlaku.

Kemenhub Nyatakan KM Virgo Memenuhi Standar

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud mengatakan kondisi kelaiklautan dan standar keselamatan KM Virgo telah sesuai dengan ketentuan. Penilaian tersebut mengacu pada evaluasi Kemenhub dan pemeriksaan yang dilakukan oleh BKI.

“Sesuai prosedur dan standar, baik dari BKI maupun Kemenhub,” kata Muhammad Masyhud kepada CNNIndonesia.com, Senin (14/9).

BKI memiliki peran sebagai pihak yang memeriksa kelayakan teknis kapal. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan armada memenuhi persyaratan keselamatan serta standar teknis tertentu. Dengan demikian, pernyataan Kemenhub menunjukkan bahwa kapal telah melalui proses pemeriksaan berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh regulator dan lembaga klasifikasi.

Kesaksian Penumpang di Media Sosial

Di sisi lain, informasi mengenai kondisi perlengkapan keselamatan KM Virgo Transport 8 turut menjadi perhatian setelah beredar sejumlah kesaksian di media sosial. Salah seorang yang mengaku pernah menggunakan kapal tersebut pada pekan sebelumnya menyebut sempat membuka dua lemari pelampung di dalam kapal.

Menurut kesaksian tersebut, lemari pelampung yang diperiksa dalam kondisi kosong. Orang itu juga mengaku mengecek jumlah sekoci yang tersedia. Dari pemeriksaan tersebut, disebutkan hanya terdapat dua sekoci dengan kapasitas tampung sekitar 20 penumpang.

Kesaksian itu juga menyebut jumlah awak kapal sekitar 114 orang, sementara penumpang yang dibawa mencapai sekitar 240 orang. Informasi tersebut menjadi sorotan karena adanya perbedaan antara jumlah orang di dalam kapal dan kapasitas sekoci yang disebutkan dalam kesaksian tersebut.

Selain itu, berdasarkan percakapan dengan seorang anak buah kapal, penumpang tersebut mengaku mendapat informasi bahwa KM Virgo Transport 8 baru berlayar selama dua bulan. Kapal itu disebut merupakan armada bekas yang dibeli dari Jepang. Kesaksian-kesaksian tersebut beredar di media sosial dan menjadi bagian dari informasi yang berkembang setelah kapal terbalik.

Basarnas Temukan 114 Korban

Berdasarkan data yang disampaikan Basarnas, sebanyak 114 korban telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8. Para korban yang ditemukan terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan berdasarkan data tersebut. Upaya pencarian terus menjadi perhatian setelah kapal terbalik di perairan Laut Jawa dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Rinciannya, 85 orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara itu, data korban lainnya masih tercatat dalam proses pencarian dan penanganan.

Kesimpulan

Kemenhub menyatakan KM Virgo Transport 8 telah memenuhi standar kelaiklautan dan keselamatan berdasarkan evaluasi Kemenhub serta pemeriksaan BKI. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan beredarnya kesaksian penumpang mengenai kondisi pelampung dan sekoci di dalam kapal.

Peristiwa terbaliknya KM Virgo Transport 8 menyebabkan ratusan orang harus menjalani proses evakuasi dan pencarian. Dari total 243 orang, 114 korban telah ditemukan, sedangkan 129 orang lainnya masih belum ditemukan berdasarkan data Basarnas. Perbedaan antara pernyataan mengenai pemenuhan standar keselamatan dan kesaksian yang beredar menjadi informasi penting dalam melihat keseluruhan kejadian tersebut.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment