Mentrans Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan Rp200 Juta

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau langsung kondisi sekolah dan madrasah yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (27/8), kurang dari dua pekan setelah gempa mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8).

Peninjauan ini menjadi bagian dari respons cepat Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terhadap dampak bencana, terutama pada fasilitas pendidikan dan masyarakat di kawasan terdampak. Dalam kunjungan tersebut, Mentrans melihat kondisi bangunan sekolah, ruang kelas, serta kebutuhan siswa setelah gempa terjadi.

Mentrans Tinjau Kerusakan MI Al-Ikhtiar

Lokasi pertama yang didatangi M. Iftitah adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhtiar di Kabupaten Manggarai Barat. Sebagian bangunan madrasah tersebut roboh akibat gempa. Selain itu, terdapat dinding yang mengalami keretakan dan sejumlah ruang kelas sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Dalam keterangan tertulis pada Jumat (28/8), Iftitah menyampaikan dukacita dan belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi madrasah yang mengalami kerusakan cukup parah.

Menurut Iftitah, kondisi bangunan yang rusak perlu segera ditangani agar kegiatan pendidikan dapat kembali berlangsung di tempat yang aman. Kerusakan ruang belajar tidak hanya berdampak pada fasilitas sekolah, tetapi juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan anak-anak selama mengikuti proses pembelajaran.

Bantuan Rehabilitasi Madrasah Rp200 Juta

Setelah melihat kondisi MI Al-Ikhtiar secara langsung, Mentrans memutuskan memberikan bantuan sebesar Rp200 juta. Bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat proses rehabilitasi madrasah sehingga para siswa dapat kembali belajar di ruang kelas yang lebih aman dan layak.

Koordinasi dengan Kementerian Agama

Kementrans berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat dalam proses rehabilitasi tersebut. Koordinasi dilakukan agar penanganan bangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan hasil perbaikannya segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.

Iftitah menegaskan bahwa bantuan bagi masyarakat tidak seharusnya terhambat oleh batas kewenangan antarinstansi. Menurut dia, pemerintah perlu bekerja bersama agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa hal terpenting bagi rakyat bukanlah lembaga mana yang memberikan bantuan. Masyarakat, kata dia, membutuhkan solusi atas masalah yang mereka hadapi serta manfaat nyata dari bantuan tersebut. Karena itu, kerja sama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascagempa.

Serahkan Bantuan Sepatu untuk Siswa SDI Nanga Nae

Selain mengunjungi MI Al-Ikhtiar, Iftitah melanjutkan peninjauan ke SDI Nanga Nae yang juga berada di Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi siswa setelah gempa sekaligus memastikan kebutuhan mereka mendapat perhatian.

Di sekolah itu, Iftitah menyerahkan bantuan berupa sepatu bagi para siswa. Bantuan tersebut diberikan setelah sebelumnya ditemukan siswa yang bersekolah tanpa alas kaki yang memadai. Penyerahan sepatu menjadi salah satu bentuk respons langsung terhadap kebutuhan siswa di lokasi terdampak.

Kunjungan ke dua sekolah tersebut menunjukkan upaya Kementrans untuk memastikan bantuan tidak hanya disalurkan secara umum, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Dengan melihat langsung situasi sekolah dan siswa, kebutuhan yang bersifat mendesak dapat diidentifikasi dengan lebih tepat.

Dampak Gempa Menjangkau Kawasan Transmigrasi

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 turut berdampak pada sejumlah kawasan transmigrasi di Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data Kementrans, terdapat 13 satuan permukiman yang terdampak di lima kabupaten.

Secara keseluruhan, sekitar 1.043 kepala keluarga terdampak bencana tersebut. Selain itu, sebanyak 1.536 rumah mengalami kerusakan. Sejak masa tanggap darurat, Kementrans telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak gempa.

Peninjauan langsung ke sekolah dan madrasah menjadi bagian dari rangkaian penanganan dampak bencana tersebut. Kementrans berupaya memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak.

Kesimpulan

Kunjungan Mentrans M. Iftitah Sulaiman Suryanagara ke MI Al-Ikhtiar dan SDI Nanga Nae di Manggarai Barat menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan pascagempa NTT. Bantuan Rp200 juta untuk rehabilitasi MI Al-Ikhtiar diharapkan dapat membantu mempercepat perbaikan ruang belajar yang rusak. Sementara itu, bantuan sepatu bagi siswa SDI Nanga Nae diberikan untuk memenuhi kebutuhan langsung para pelajar.

Ke depan, koordinasi antara Kementrans, Kementerian Agama, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah perlu terus dilakukan agar proses pemulihan berjalan menyeluruh. Dengan kerja sama tersebut, bantuan diharapkan tidak tumpang tindih, tepat sasaran, dan mampu mendukung masyarakat serta anak-anak terdampak untuk kembali menjalani aktivitas secara aman.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment