Pertamina Pastikan Antrean SPBU di Makassar Bukan karena Kelangkaan BBM

Antrean kendaraan terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama setelah pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah. Namun, Pertamina memastikan antrean yang muncul bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan bahwa persediaan BBM di Makassar dan wilayah Sulawesi masih berada dalam kondisi aman. Stok yang tersedia juga disebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa tidak terdapat kelangkaan BBM di wilayah tersebut. Menurut dia, persediaan yang dimiliki Pertamina masih tersedia dan cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Enggak ada langka. Stok tersedia dan cukup,” kata Lilik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/9).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Makassar. Antrean itu sempat menimbulkan anggapan di tengah masyarakat bahwa pasokan BBM mulai terbatas.

Antrean Dipicu Kekhawatiran Masyarakat

Lilik menjelaskan, pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah turut memengaruhi kekhawatiran masyarakat. Ketika melihat antrean kendaraan di SPBU, sebagian warga kemudian ikut mengisi BBM karena takut tidak memperoleh pasokan.

Situasi tersebut membuat jumlah kendaraan yang datang ke SPBU meningkat. Masyarakat yang sebelumnya mungkin belum berencana mengisi BBM memilih untuk melakukan pembelian lebih awal sebagai langkah antisipasi.

“Mulai dari listrik yang padam bergiliran, lihat antrean di SPBU jadi takut enggak kebagian BBM,” ujar Lilik.

Dengan demikian, antrean yang terjadi tidak menunjukkan adanya gangguan pasokan atau kelangkaan BBM. Pertamina menilai peningkatan aktivitas pengisian lebih berkaitan dengan kekhawatiran masyarakat setelah melihat antrean dan kondisi pemadaman listrik bergilir.

Penyaluran BBM Ditambah 10-15 Persen

Pertamina menyebut peningkatan konsumsi BBM tersebut masih dapat diantisipasi. Untuk menjaga ketersediaan produk di tengah naiknya kebutuhan, penyaluran BBM di wilayah terkait ditambah sekitar 10-15 persen dari konsumsi normal harian.

Penambahan distribusi dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran pelayanan di SPBU. Pertamina memastikan langkah tersebut masih berada dalam kondisi normal karena penyesuaian dilakukan berdasarkan meningkatnya kebutuhan harian.

“Normal, karena kebutuhan meningkat, kita tambah 10-15 persen dari normal harian,” kata Lilik.

Pemantauan Stok Terus Dilakukan

Selain menambah penyaluran, Pertamina juga terus memantau kondisi stok dan distribusi BBM. Pemantauan ini dilakukan agar ketersediaan bahan bakar tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi.

Lilik kembali memastikan bahwa stok BBM di Makassar dan wilayah Sulawesi berada dalam kondisi aman serta mencukupi. Pertamina juga berupaya menjaga agar distribusi tetap berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pertamina memastikan stok dalam kondisi yang aman dan mencukupi,” tuturnya.

Pertamina Imbau Warga Tidak Membeli Berlebihan

Di tengah munculnya antrean kendaraan, Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Warga diminta membeli bahan bakar sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh oleh kekhawatiran yang dapat memicu pembelian dalam jumlah besar.

Pembelian sesuai kebutuhan dinilai penting agar distribusi BBM tetap berlangsung normal. Jika masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan, pasokan yang tersedia dapat disalurkan secara lebih merata kepada pengguna kendaraan lainnya.

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik dan beli BBM secukupnya,” pungkas Lilik.

Kesimpulan

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar dipastikan bukan akibat kelangkaan BBM. Pertamina menyatakan stok BBM di Makassar dan Sulawesi masih aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat. Kekhawatiran yang muncul setelah pemadaman listrik bergilir mendorong sebagian warga mengisi BBM karena takut tidak kebagian, sehingga konsumsi mengalami peningkatan.

Untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan tersebut, Pertamina menambah penyaluran BBM sekitar 10-15 persen dari konsumsi normal harian. Ke depan, kondisi stok dan distribusi akan terus dipantau agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan membeli BBM secukupnya supaya distribusi berjalan normal.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment