Prabowo Ungkap Alasan Pemerintah Jalankan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Rusia
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penjelasan tersebut disampaikan saat Prabowo menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
Dalam pidatonya pada forum bertajuk The Far East: Development for the Benefit of People, Prabowo menyampaikan bahwa MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh sebanyak-banyaknya masyarakat. Program tersebut, menurutnya, berkaitan erat dengan tujuan pemerintah untuk mengangkat rakyat keluar dari kemiskinan.
MBG sebagai Wujud Pembangunan untuk Rakyat
Prabowo menjelaskan, pembangunan tidak seharusnya hanya memberikan keuntungan kepada kelompok atau segelintir orang. Menurut dia, keberhasilan pembangunan perlu dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan keluarga sehari-hari.
Ia menyebut meja makan keluarga biasa sebagai salah satu ukuran penting untuk menilai manfaat pembangunan. Dari sana, pemerintah dapat melihat apakah anak-anak memperoleh makanan bergizi, apakah petani mendapatkan pupuk, serta apakah hasil pertanian dapat dijual dengan harga yang pantas.
Selain itu, Prabowo menilai pembangunan juga harus tercermin dari kemampuan keluarga untuk tinggal di rumah yang layak. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya diukur melalui angka pertumbuhan, tetapi juga melalui perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Itulah arti ‘Development for the Benefit of People’ bagi Indonesia, kebaikan terbesar bagi orang terbanyak. Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa,” kata Prabowo.
Makanan Bergizi untuk Anak-Anak dan Ibu Hamil
Menurut Prabowo, tema yang diangkat dalam EEF memiliki kesesuaian dengan sejumlah program yang dijalankan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang disebut adalah penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil.
Program MBG disebut sebagai upaya pemerintah untuk memastikan kelompok tersebut memperoleh asupan makanan bergizi. Prabowo menegaskan, penyediaan makanan bergizi gratis merupakan bagian dari kebijakan yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Inilah sebabnya mengapa Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi semua anak-anak kita dan bagi ibu hamil,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sebagai bagian dari agenda pembangunan. Dalam pandangan Prabowo, manfaat pembangunan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui makanan yang dikonsumsi anak-anak dan ibu hamil.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Nyata
Selain membahas MBG, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Namun, ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengejar peningkatan angka tanpa memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Prabowo mengatakan pertumbuhan ekonomi harus diarahkan untuk mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan. Tujuan akhirnya adalah membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
“Inilah sebabnya mengapa kita mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Bukan pertumbuhan sekadar demi pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju martabat yang layak,” tutur Prabowo.
Kesimpulan
Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dan ibu hamil, serta menjadi salah satu contoh upaya pemerintah menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung.
Dalam forum EEF ke-11 di Vladivostok, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan harus diukur dari kondisi kehidupan keluarga, mulai dari kecukupan makanan bergizi, kesejahteraan petani, hingga ketersediaan rumah yang layak. Ke depan, arah pembangunan yang disampaikan pemerintah akan terus dikaitkan dengan upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi kemiskinan dan meningkatkan martabat masyarakat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment