Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.715 per Dolar AS, Investor Masih Wait and See

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (1/9) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.715 per dolar AS, naik 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah tersebut berlangsung di tengah kondisi pasar valuta asing Asia yang cenderung bervariasi. Sejumlah mata uang kawasan berhasil menguat terhadap dolar AS, sementara beberapa mata uang lainnya masih berada di zona merah. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pada siang hari.

Rupiah Menguat Tipis

Rupiah tercatat berada di level Rp17.715 per dolar AS pada awal perdagangan Selasa. Penguatan sebesar 7 poin atau 0,04 persen menunjukkan bahwa pergerakan mata uang domestik masih relatif terbatas.

Penguatan rupiah terjadi ketika dolar AS mengalami koreksi. Namun, pelaku pasar belum menunjukkan pergerakan agresif karena masih menunggu sejumlah indikator ekonomi Indonesia. Kondisi tersebut membuat rupiah diperkirakan bergerak secara terbatas sepanjang perdagangan hari ini.

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan dibuka datar dengan peluang penguatan yang terbatas terhadap dolar AS. Menurut dia, investor cenderung mengambil sikap menunggu dan mencermati data inflasi serta perdagangan Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada siang hari.

“Rupiah diperkirakan dibuka datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi. Investor cenderung wait and see menantikan data-data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi

Pergerakan mata uang di kawasan Asia berlangsung beragam terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat menguat 0,14 persen. Penguatan juga terjadi pada ringgit Malaysia yang terapresiasi sebesar 0,20 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia mengalami pelemahan. Dolar Singapura turun 0,06 persen, sedangkan yen Jepang melemah 0,05 persen. Yuan China juga terkoreksi 0,02 persen.

Pelemahan lebih lanjut terlihat pada won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,20 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong turun 0,01 persen. Variasi pergerakan tersebut menunjukkan bahwa mata uang kawasan belum bergerak dalam arah yang seragam terhadap dolar AS.

Mata Uang Negara Maju Turut Bergerak Beragam

Pergerakan bervariasi juga terlihat pada mata uang utama negara-negara maju. Dolar Australia menguat 0,06 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, beberapa mata uang utama lainnya mengalami pelemahan. Euro Eropa turun 0,07 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan dolar Kanada terkoreksi 0,08 persen. Franc Swiss juga berada di zona merah setelah melemah 0,14 persen.

Perbedaan arah pergerakan mata uang tersebut menjadi salah satu faktor yang turut membentuk sentimen di pasar valuta asing. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung mencermati perkembangan data ekonomi sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.

Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Rentang Rp17.650-Rp17.800

Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan Selasa. Proyeksi tersebut mencerminkan potensi pergerakan rupiah yang masih terbatas, sejalan dengan sikap investor yang menunggu rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia.

Dengan demikian, arah rupiah sepanjang hari akan dipengaruhi oleh perkembangan dolar AS serta respons pasar terhadap data ekonomi yang dinantikan. Penguatan pada awal perdagangan belum serta-merta menunjukkan perubahan tren yang besar karena nilai apresiasinya masih tipis.

Kesimpulan

Rupiah menguat 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp17.715 per dolar AS pada perdagangan Selasa (1/9) pagi. Pergerakan tersebut berlangsung di tengah kondisi mata uang Asia dan negara maju yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS.

Menurut Lukman Leong, rupiah berpeluang menguat secara terbatas, tetapi investor masih cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia. Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment