Arabika Gayo dari Aceh Jadi Kopi Terbaik Asia 2026 Versi Taste Atlas

Kopi Arabika Gayo asal Aceh kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Kopi yang tumbuh di dataran tinggi Gayo tersebut menempati peringkat pertama dalam kategori Best Asian Coffee Beans Types 2026 versi Taste Atlas. Pencapaian ini menempatkan Arabika Gayo di posisi teratas dibandingkan sejumlah jenis kopi dari negara-negara Asia lainnya.

Selain menjadi kopi terbaik di Asia, Arabika Gayo juga masuk dalam daftar kopi terbaik dunia. Dalam kategori Best Coffee Beans in the World, kopi asal Aceh itu berada di peringkat kelima. Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa Arabika Gayo memiliki karakter rasa dan kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

Arabika Gayo Memimpin Daftar Kopi Terbaik Asia

Dalam daftar kopi terbaik Asia yang dirilis Taste Atlas, Arabika Gayo berada di peringkat pertama. Posisi tersebut diikuti oleh Kafae Doi Chaang dan Kafae Doi Tung dari Thailand. Sementara itu, Yemeni Mocha dari Yaman menempati posisi berikutnya dalam daftar tersebut.

Predikat sebagai kopi terbaik Asia 2026 menjadi sorotan penting bagi kopi Indonesia, khususnya produk yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh. Selama ini, kawasan Gayo dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil kopi Arabika. Karakter alam di wilayah tersebut turut membentuk cita rasa khas yang melekat pada biji kopi Arabika Gayo.

Masuk Lima Besar Kopi Terbaik Dunia

Prestasi Arabika Gayo tidak berhenti pada tingkat Asia. Taste Atlas juga menempatkannya di peringkat kelima dalam kategori Best Coffee Beans in the World. Dengan demikian, kopi asal Aceh ini tidak hanya diakui sebagai salah satu yang terbaik di kawasan Asia, tetapi juga termasuk dalam jajaran kopi terbaik dunia.

Taste Atlas menyebut Arabika Gayo memiliki rasa yang bersih dengan body sedang hingga penuh. Kopi ini juga dikenal mempunyai tingkat keasaman yang rendah. Dari sisi cita rasa, Arabika Gayo menghadirkan karakter herbal, earthy, atau rempah.

Karakter Rasa yang Khas

Menurut Taste Atlas, karakter Arabika Gayo juga ditandai dengan mouthfeel yang kaya dan nuansa earthy yang dalam. Ketika diseduh, kopi ini dikenal memiliki keseimbangan serta cita rasa yang jelas. Perpaduan karakter tersebut membuat Arabika Gayo memiliki identitas rasa yang kuat dan mudah dibedakan.

Rasa khas itu menjadi salah satu alasan Arabika Gayo mendapat perhatian dari pencinta kopi di berbagai wilayah. Kopi ini tidak hanya dikonsumsi di Indonesia, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia.

Pengaruh Dataran Tinggi Gayo terhadap Kopi

Lingkungan tempat kopi ditanam ikut memengaruhi karakter biji Arabika Gayo. Kopi ini tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Kawasan tersebut juga memiliki tanah vulkanis dan iklim yang relatif sejuk.

Kombinasi ketinggian, kondisi tanah, dan iklim tersebut membuat wilayah Gayo sesuai untuk budidaya kopi Arabika. Faktor-faktor itu menjadi bagian penting dari proses pembentukan cita rasa kopi yang kemudian dikenal memiliki profil bersih, tingkat keasaman rendah, serta karakter herbal dan earthy.

Diproses dengan Metode Giling Basah

Taste Atlas mencatat bahwa kopi Gayo umumnya diproses menggunakan metode giling basah atau wet-hulling. Teknik ini banyak digunakan dalam pengolahan kopi Sumatra. Pada metode tersebut, biji kopi terlebih dahulu dikeringkan sebagian sebelum kulit tanduknya dilepas.

Setelah kulit tanduk dihilangkan, biji kopi kembali dikeringkan hingga mencapai tingkat kekeringan yang sesuai. Tahapan pengolahan tersebut menghasilkan profil rasa yang khas. Kopi Gayo kemudian dikenal memiliki mouthfeel yang kaya, karakter earthy yang dalam, serta keseimbangan rasa ketika diseduh.

Kesimpulan

Arabika Gayo dari Aceh berhasil menempati peringkat pertama dalam daftar Best Asian Coffee Beans Types 2026 versi Taste Atlas dan berada di posisi kelima dalam daftar kopi terbaik dunia. Keunggulan tersebut didukung oleh karakter rasa yang khas, kondisi dataran tinggi Gayo, serta metode pengolahan giling basah yang umum digunakan.

Pengakuan Taste Atlas memperkuat posisi Arabika Gayo sebagai salah satu kopi Indonesia yang memiliki daya saing internasional. Dengan karakter rasa yang jelas dan pemasaran yang telah menjangkau Eropa, Amerika Utara, serta Asia, Arabika Gayo berpeluang terus mendapat perhatian di pasar kopi dunia.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment