Dick Van Dyke Tetap Aktif di Usia 100 Tahun, Ungkap Rahasia Panjang Umur dan Hidup Sehat
Aktor sekaligus komedian asal Amerika Serikat, Dick Van Dyke, membuktikan bahwa usia lanjut bukan penghalang untuk tetap aktif bergerak. Di usia 100 tahun, Van Dyke masih menjalani aktivitas fisik dan menjaga semangat hidupnya.
Dalam video terbaru yang dibagikan melalui Instagram pada Jumat (28/8), Van Dyke terlihat berolahraga menggunakan meja inversi. Ia tampak santai ketika tubuhnya diputar hingga berada dalam posisi terbalik di atas alat fitness tersebut.
Meja inversi merupakan alat yang menahan tubuh pada sudut tertentu, termasuk posisi terbalik. Penggunaan alat ini memanfaatkan gravitasi untuk memberikan efek peregangan seperti traksi pada bagian tulang belakang.
Gaya Olahraga Dick Van Dyke di Usia 100 Tahun
Dalam unggahan tersebut, Van Dyke memperlihatkan dirinya tetap nyaman saat berlatih menggunakan meja inversi. Aktor yang dikenal melalui perannya sebagai Bert dan Mr. Dawes Senior dalam film Mary Poppins (1964) itu menuliskan pesan singkat dalam keterangan video.
#DVD100 1/2 workout inversion table #keepmoving
, tulis Van Dyke dalam caption unggahannya.
Video tersebut menjadi gambaran bahwa Van Dyke masih berusaha menjaga tubuhnya tetap aktif meski telah memasuki usia satu abad. Ia sebelumnya juga pernah membagikan kebiasaan olahraga yang dijalaninya untuk mempertahankan kesehatan.
Rutin Berolahraga Tiga Kali Seminggu
Dalam wawancara pada Januari 2025, Van Dyke mengungkapkan bahwa ia berolahraga secara rutin tiga hari dalam sepekan. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan bersama istrinya, Arlene Silver.
Saya selalu berolahraga tiga hari seminggu,
kata Van Dyke, seperti diberitakan Man’s Journal.
Selain pergi ke gym, Van Dyke tetap berusaha aktif ketika tidak menjalani latihan di tempat kebugaran. Ia melakukan yoga dan peregangan tubuh sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Kebiasaan tersebut memiliki kemiripan dengan aktivitas sebagian warga Jepang berusia 100 tahun ke atas. Mereka mengawali pagi dengan latihan fisik berintensitas rendah yang disiarkan melalui radio. Latihan yang dikenal sebagai radio taiso itu berlangsung sekitar tiga menit.
Menjaga Optimisme dan Hubungan Sosial
Olahraga bukan satu-satunya hal yang dianggap penting oleh Van Dyke dalam menjalani hidup sehat. Melalui bukunya yang berjudul 100 Rules for Living to 100: An Optimist’s Guide to a Happy Life (2025), ia juga membagikan sejumlah pandangan mengenai kehidupan di usia senja.
Van Dyke mengatakan bahwa dirinya cenderung melihat sisi baik dari berbagai hal. Menurutnya, sikap optimistis dan kemampuan untuk tetap merasa riang dapat membantu seseorang menjalani kehidupan dengan lebih bahagia.
Saya sudah memutuskan bahwa orang dilahirkan dengan kepribadian dan pandangan tertentu, perspektif tertentu. Saya cenderung melihat sisi baik dari segala sesuatu,
ujar Van Dyke dalam wawancara yang dikutip CNBC Make It.
Ia juga berusaha mempertahankan kedekatan dengan keluarga. Van Dyke kerap mencari cara agar para cucu dan cicitnya menikmati waktu ketika berkunjung ke rumah. Menurutnya, suasana riang yang tercipta saat berkumpul bersama keluarga memberikan kebahagiaan besar.
Mendengar mereka semua berteriak kegirangan di sana memberi saya kebahagiaan yang luar biasa,
kata Van Dyke.
Pentingnya hubungan sosial tersebut sejalan dengan hasil studi jangka panjang yang dilakukan para peneliti Harvard. Studi tersebut menyebut kebugaran sosial, yaitu kemampuan menjaga hubungan interpersonal yang sehat dan langgeng, sebagai salah satu kunci kebahagiaan dan umur panjang.
Menjaga Daya Ingat dan Pola Pikir Positif
Dalam bukunya, Van Dyke juga menceritakan bahwa pekerjaannya sebagai penghibur turut menuntutnya memiliki daya ingat yang baik. Sepanjang karier, ia harus menghafal banyak dialog dan lagu agar dapat menyampaikannya tanpa berpikir panjang.
Sepanjang karier saya, saya harus menghafal halaman demi halaman dialog dan banyak lagu, bolak-balik, sehingga saya dapat mengucapkan atau menyanyikannya tanpa berpikir,
tulis Van Dyke, seperti dikutip Business Insider.
Di masa tua, ia tidak lagi menghafal dialog untuk pekerjaan. Namun, ia tetap melatih pikirannya dengan menonton acara kuis dan berusaha menemukan jawaban sebelum pembawa acara memberikan petunjuk. Van Dyke juga menilai bahwa mengurangi konsumsi alkohol memberikan pengaruh baik bagi kesehatan otaknya.
Van Dyke menyadari bahwa proses menua membawa tantangan, termasuk kemungkinan diremehkan secara fisik maupun sosial. Meski demikian, ia menilai pola pikir positif penting untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut.
Saya telah mencapai usia seratus tahun, sebagian besar karena saya dengan gigih menolak untuk menyerah pada hal-hal buruk dalam hidup: kegagalan dan kekalahan, kehilangan pribadi, kesepian dan kepahitan, rasa sakit fisik dan emosional akibat penuaan,
tulisnya.
Kesimpulan
Kisah Dick Van Dyke menunjukkan bahwa menjaga tubuh tetap aktif, merawat daya ingat, mempertahankan optimisme, dan membangun hubungan sosial dapat menjadi bagian penting dalam menjalani usia senja. Rutinitas olahraga, termasuk latihan di gym, yoga, peregangan, hingga penggunaan meja inversi, menjadi cara Van Dyke untuk terus bergerak.
Di samping itu, kedekatan dengan keluarga dan kemauan untuk tetap menikmati hidup membuatnya terus memelihara semangat positif. Van Dyke menggambarkan kehidupan bukan sebagai pekerjaan yang harus dijalani dengan beban, melainkan sebagai taman bermain raksasa. Pandangan tersebut menjadi pesan bahwa bertambahnya usia tidak harus menghentikan seseorang untuk tetap aktif, bahagia, dan menikmati hari-hari yang dijalani.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment