Harga Tiket Wisata Sejarah Korea Selatan Naik Mulai 2027, Ini Daftar Tarif dan Aturannya
Sejumlah destinasi wisata bersejarah ikonik di Korea Selatan bersiap menaikkan harga tiket masuk mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini mencakup beberapa istana kerajaan, Kuil Jongmyo, serta Kompleks Makam Kerajaan Dinasti Joseon yang selama ini menjadi tujuan populer wisatawan domestik maupun mancanegara.
Badan Warisan Budaya Korea atau Korea Heritage Service mengumumkan rencana tersebut pada 5 Agustus. Sebelum tarif baru ditetapkan secara resmi, pemerintah Korea Selatan akan menggelar forum publik pada November mendatang. Forum ini bertujuan menyerap aspirasi masyarakat dan membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan pandangan terkait penyesuaian harga tiket.
Tarif Tiket Tidak Berubah Sejak 2005
Penyesuaian tarif dilakukan karena harga tiket masuk berbagai situs bersejarah di Korea Selatan tidak pernah mengalami perubahan sejak 2005. Dalam periode tersebut, jumlah pengunjung terus bertambah, sementara biaya pemeliharaan dan perawatan cagar budaya mengalami peningkatan.
Saat ini, tiket masuk bagi pengunjung dewasa ke Istana Gyeongbokgung dan Istana Changdeokgung ditetapkan sebesar 3.000 won atau sekitar Rp38 ribu. Sementara itu, tiket masuk Istana Changgyeonggung, Istana Deoksugung, dan Kuil Jongmyo masing-masing dibanderol 1.000 won atau sekitar Rp12 ribu.
Biaya Tambahan Secret Garden dan Makam Kerajaan
Wisatawan yang ingin menjelajahi area Secret Garden di kompleks Istana Changdeokgung perlu membayar biaya tambahan sebesar 5.000 won atau sekitar Rp58 ribu. Area ini menjadi salah satu bagian yang banyak diminati karena menawarkan pengalaman menikmati lingkungan bersejarah di dalam kompleks istana.
Adapun tarif masuk ke Kompleks Makam Kerajaan Dinasti Joseon berada pada kisaran 500 hingga 2.000 won. Besaran biaya tersebut bergantung pada lokasi makam yang dikunjungi.
Sejumlah Pengunjung Tetap Mendapat Akses Gratis
Meski rencana kenaikan tarif akan diberlakukan, pemerintah Korea Selatan tetap mempertahankan kebijakan pembebasan biaya bagi kelompok tertentu. Wisatawan mancanegara berusia 18 tahun ke bawah dan lansia berusia di atas 65 tahun masih dapat memasuki sejumlah situs tersebut secara gratis.
Bagi warga lokal Korea Selatan, pembebasan biaya berlaku untuk kelompok usia 24 tahun ke bawah, lansia, wanita hamil, serta penerima penghargaan jasa nasional. Selain itu, wisatawan yang mengenakan pakaian tradisional Korea, hanbok, juga berhak memperoleh akses gratis ke seluruh istana.
Kebijakan masuk gratis dengan mengenakan hanbok diproyeksikan tetap berlaku setelah kenaikan harga tiket resmi diterapkan. Aturan ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menghemat biaya sekaligus merasakan pengalaman budaya Korea Selatan.
Jumlah Wisatawan Meningkat, Biaya Perawatan Membesar
Lonjakan jumlah kunjungan wisatawan menjadi salah satu alasan utama pemerintah meninjau kembali harga tiket. Pada semester pertama 2026, lebih dari 7,41 juta orang tercatat mengunjungi empat istana utama di Seoul dan Kuil Jongmyo.
Berdasarkan laporan Herald Business, angka tersebut meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan paling besar datang dari wisatawan asing, dengan jumlah kunjungan yang melonjak 29 persen.
Peningkatan kunjungan tersebut turut meningkatkan kebutuhan pemeliharaan situs bersejarah. Pemerintah dan pejabat warisan budaya menilai penyesuaian tarif diperlukan agar pengelolaan serta perawatan cagar budaya dapat terus dilakukan.
Tarif Korea Selatan Dinilai Masih Terjangkau
Sejumlah kritikus dan pejabat warisan budaya menilai tarif masuk destinasi sejarah di Korea Selatan masih jauh lebih murah dibandingkan sejumlah situs terkenal di negara lain. Sebagai perbandingan, Istana Versailles di Prancis menetapkan tarif 35 euro atau sekitar Rp719 ribu bagi wisatawan non-Uni Eropa.
Sementara itu, Kastil Himeji di Jepang mengenakan tiket masuk sebesar 2.500 yen atau sekitar Rp277 ribu. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa tarif situs bersejarah Korea Selatan masih berada di tingkat yang relatif rendah.
Hasil survei pemerintah Korea Selatan juga memperlihatkan bahwa responden sebenarnya bersedia membayar tiket masuk hingga rata-rata 9.730 won atau sekitar Rp126 ribu. Namun, besaran tarif baru tetap akan diputuskan setelah pemerintah menggelar forum publik pada November.
Program K-Heritage Stay Ikut Disiapkan
Bersamaan dengan rencana kenaikan harga tiket, pemerintah Korea Selatan berencana meluncurkan program baru bernama “K-Heritage Stay”. Program tersebut akan menawarkan pengalaman menginap di sejumlah situs bersejarah pilihan.
Rencana kenaikan tarif dan peluncuran program tersebut menunjukkan upaya pemerintah Korea Selatan untuk mengembangkan pengelolaan warisan budaya. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, situs-situs bersejarah tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga memerlukan dukungan pendanaan agar kelestariannya tetap terjaga.
Kesimpulan
Harga tiket masuk sejumlah istana, kuil, dan kompleks makam kerajaan di Korea Selatan direncanakan naik mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini didorong oleh tarif yang tidak berubah sejak 2005, meningkatnya jumlah wisatawan, serta bertambahnya biaya perawatan cagar budaya.
Sebelum diberlakukan, pemerintah akan menggelar forum publik pada November untuk mendengar masukan masyarakat. Wisatawan tertentu, termasuk anak-anak, lansia, serta pengunjung yang mengenakan hanbok, diproyeksikan tetap memperoleh akses gratis. Di sisi lain, program K-Heritage Stay diharapkan dapat menghadirkan cara baru bagi wisatawan untuk menikmati warisan sejarah Korea Selatan.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment