Kenapa Mata Berkedut Tiba-Tiba? Ini Penyebab dan Cara Menguranginya

Pernahkah kelopak mata tiba-tiba berkedut saat sedang bekerja, membaca, atau menatap layar? Sensasi ini mungkin terasa mengganggu, terutama jika muncul berulang kali dalam waktu singkat. Meski demikian, kedutan mata umumnya tidak berbahaya dan dapat berhenti dengan sendirinya.

Kedutan kelopak mata cukup umum terjadi, terutama ketika tubuh sedang lelah atau mengalami stres. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut myokymia, yaitu kontraksi kecil yang berlangsung tanpa disengaja pada otot kelopak mata. Kedutan biasanya hanya muncul pada satu mata dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa hari.

Walaupun sering kali tidak perlu dikhawatirkan, kedutan yang terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain perlu mendapat perhatian. Lantas, apa saja penyebab mata berkedut tiba-tiba dan bagaimana cara membantu menguranginya?

Penyebab Mata Berkedut Tiba-Tiba

Kedutan pada kelopak mata dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari kelelahan hingga iritasi. Berikut sejumlah faktor yang umum dikaitkan dengan munculnya keluhan tersebut.

1. Stres

Stres dapat membuat sistem saraf menjadi lebih responsif. Akibatnya, otot-otot kecil di sekitar mata lebih mudah mengalami kontraksi tanpa disengaja. Kedutan yang muncul ketika seseorang sedang mengalami tekanan dapat berkurang setelah tubuh dan pikiran lebih rileks.

Beberapa aktivitas yang dapat membantu mengelola stres antara lain melakukan latihan pernapasan dalam, berjalan santai, berolahraga ringan, atau mengambil waktu untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan.

2. Kurang tidur dan kelelahan

Tubuh yang kurang beristirahat dapat meningkatkan risiko munculnya kedutan pada kelopak mata. Aktivitas yang membuat tubuh dan mata terlalu lelah juga dapat menjadi pemicu. Bekerja terlalu lama, membaca dalam waktu panjang, serta melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi visual dapat membuat mata lebih cepat lelah.

Oleh karena itu, waktu tidur yang cukup penting untuk membantu tubuh dan mata beristirahat serta memulihkan kondisi.

3. Konsumsi kafein berlebihan

Kopi, teh, minuman energi, dan cokelat mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf. Pada sebagian orang, konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan dapat membuat kedutan mata muncul lebih sering.

Jika keluhan mulai terasa setelah mengonsumsi minuman atau makanan berkafein, cobalah mengurangi asupannya secara bertahap. Perhatikan apakah frekuensi kedutan berkurang setelah konsumsi kafein dikurangi.

4. Mata kering dan terlalu lama menatap layar

Mata kering dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat seseorang lebih sering berkedip. Kondisi tersebut membuat otot kelopak mata bekerja lebih aktif sehingga kedutan dapat muncul. Mata kering juga dapat terjadi ketika seseorang terlalu lama berada di depan layar atau berada di ruangan berpendingin udara.

Menatap komputer, tablet, atau ponsel dalam waktu lama juga dapat menyebabkan mata lelah. Saat fokus pada layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Kombinasi antara mata kering dan kelelahan inilah yang dapat memicu kedutan pada kelopak mata.

5. Ketidakseimbangan mineral

Dalam beberapa kasus, ketidakseimbangan mineral seperti magnesium atau kalium dapat dikaitkan dengan keluhan berupa kedutan otot. Namun, seseorang sebaiknya tidak langsung mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui penyebabnya.

Kebutuhan nutrisi sebaiknya dipenuhi melalui pola makan bergizi seimbang. Jika ingin menggunakan suplemen, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

6. Alergi dan iritasi mata

Alergi dapat membuat mata terasa gatal sehingga seseorang terdorong untuk menggosoknya. Gesekan dan rangsangan berulang pada area mata dapat mengganggu saraf serta otot di sekitar kelopak. Akibatnya, kedutan sementara dapat muncul.

Cara Mengurangi Kedutan Mata

Sebagian besar kedutan mata dapat membaik dengan sendirinya. Meski begitu, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan.

Berikan jeda saat menatap layar

Jika banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau perangkat digital lainnya, berikan mata jeda secara berkala. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20. Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama sedikitnya 20 detik.

Atur pula jarak dan posisi monitor dengan nyaman. Sesuaikan pencahayaan ruangan dan hindari tingkat kecerahan layar yang terlalu menyilaukan. Ketika sedang fokus menggunakan komputer atau ponsel, usahakan untuk berkedip secara sadar agar kelembapan mata tetap terjaga.

Kelola stres dan cukup tidur

Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks, seperti latihan pernapasan, peregangan ringan, berjalan kaki, atau beristirahat sejenak dari pekerjaan. Selain itu, usahakan tidur sekitar 7-8 jam setiap malam agar tubuh dan mata memperoleh waktu yang cukup untuk beristirahat.

Penuhi kebutuhan cairan

Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan sepanjang hari. Dehidrasi dapat berkontribusi terhadap keluhan berupa kram atau kejang otot pada sebagian orang. Menjaga asupan cairan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung kondisi tubuh.

Gunakan air mata buatan bila diperlukan

Jika kedutan disertai mata kering atau rasa tidak nyaman, air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan mata. Produk tetes mata tanpa pengawet dapat menjadi pilihan, terutama bagi orang yang perlu menggunakannya beberapa kali dalam sehari.

Kapan Kedutan Mata Perlu Diperiksakan?

Kedutan mata yang muncul sesekali biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan apabila kedutan berlangsung terus-menerus, semakin sering, atau tidak kunjung membaik.

Pemeriksaan juga diperlukan jika kedutan disertai kelopak mata yang menutup sepenuhnya tanpa disengaja, mata merah atau bengkak, keluarnya cairan dari mata, kelopak mata turun, maupun perubahan pada penglihatan.

Kesimpulan

Mata berkedut tiba-tiba umumnya berkaitan dengan faktor sederhana seperti stres, kurang tidur, kelelahan, konsumsi kafein, mata kering, terlalu lama menatap layar, ketidakseimbangan mineral, atau alergi. Dengan mengenali pemicunya, seseorang dapat melakukan langkah sederhana seperti beristirahat, mengurangi kafein, mengelola stres, mencukupi cairan, serta memberikan jeda bagi mata.

Keluhan yang menetap, semakin sering, atau disertai perubahan pada mata dan penglihatan tidak sebaiknya diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai ke depannya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment