Mindfulness untuk Menghadapi Berita Buruk: Bukan Menghindar, Melainkan Mengelola Emosi
Unggahan video aktris Maudy Ayunda mengenai mindfulness in the age of bad news menuai kritik dari warganet. Dalam video tersebut, Maudy menyampaikan pandangannya tentang pentingnya membatasi asupan informasi, termasuk “diet” berita buruk, karena paparan berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan semangat dan mengalami kesulitan menjalani aktivitas.
Pernyataan itu kemudian dinilai sebagian warganet sebagai tone deaf. Mereka menilai berita buruk bukan sesuatu yang mudah dihindari bagi banyak orang karena telah menjadi bagian dari realitas kehidupan sehari-hari, termasuk persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Pada Minggu (13/9), Maudy memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan video. Ia mengakui bahwa menghindari berita buruk merupakan sebuah privilese yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Meski demikian, perdebatan tersebut kembali membuka pembahasan mengenai cara menerapkan mindfulness ketika berhadapan dengan informasi yang memicu kesedihan, kecemasan, atau kemarahan.
Mindfulness Bukan Sekadar Menghindari Berita Buruk
Menghindari berita buruk memang dapat membuat seseorang merasa lebih tenang untuk sementara waktu. Namun, mindfulness tidak semata-mata berarti menjauh dari informasi yang tidak menyenangkan. Konsep ini lebih menekankan kemampuan untuk menyadari apa yang sedang terjadi, baik di dalam diri maupun di lingkungan sekitar, tanpa langsung bereaksi secara berlebihan.
Menurut Johns Hopkins Medicine, mindfulness merupakan bentuk kesadaran terhadap momen saat ini. Dengan kesadaran tersebut, seseorang dapat memperhatikan kondisi tubuh, pikiran, perasaan, dan dunia di sekitarnya pada saat yang sama.
Pendekatan ini membantu seseorang untuk benar-benar hadir dan tidak menjalani kehidupan dalam mode autopilot. Dalam kondisi autopilot, perasaan dan tindakan seseorang dapat lebih mudah dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk arus informasi yang terus mengalir melalui media.
Penelitian Menunjukkan Manfaat Mindfulness
Manfaat mindfulness dalam menghadapi berita buruk juga terlihat dalam studi Ya Yang dan sejumlah peneliti lain yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology pada Februari 2023. Penelitian tersebut melibatkan 46 peserta dan bertujuan melihat pengaruh mindfulness dalam konteks media baru, terutama terhadap pengelolaan emosi serta sikap bawah sadar terhadap isu tertentu.
Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok dengan pendekatan mindfulness, kelompok plasebo, dan kelompok kontrol. Peserta yang telah terpapar berita buruk serta mengalami emosi negatif kemudian memperoleh intervensi psikologis selama 14 hari berturut-turut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mindfulness dapat meningkatkan kesadaran diri peserta. Mereka menjadi lebih mampu menggambarkan perasaan, bertindak secara sadar, dan tidak mudah menghakimi. Selain itu, dampak negatif yang muncul setelah membaca berita buruk juga mengalami penurunan.
Cara Mindful Menghadapi Berita Buruk
Akui Perasaan yang Muncul
Merasa sedih, kecewa, marah, atau cemas setelah menerima berita buruk merupakan hal yang wajar. Perasaan tersebut tidak perlu langsung ditolak atau ditekan. Memberikan ruang untuk mengenali dan memproses emosi secara perlahan dapat membantu mengurangi tekanan.
Menekan emosi justru berpotensi membuat stres semakin besar. Karena itu, cobalah menyadari perasaan yang muncul tanpa buru-buru menyalahkan diri sendiri. Pengakuan terhadap emosi menjadi langkah awal untuk memahami respons pribadi terhadap suatu berita.
Hadapi Informasi dengan Tenang
Menjauh dari berita buruk terkadang dipilih sebagai cara untuk merasa aman. Namun, menghindar secara berlebihan dapat membuat pikiran justru semakin terpaku pada masalah tersebut. Salah satu cara yang lebih mindful adalah membaca informasi secara utuh, kemudian memberikan waktu untuk memahami isinya.
Sikap ini bukan berarti seseorang harus terus-menerus mengonsumsi berita buruk. Artinya, informasi dihadapi dengan kesadaran, bukan dengan reaksi spontan atau kepanikan.
Gunakan Cognitive Reframing
Cognitive reframing merupakan teknik untuk melihat suatu situasi dari sudut pandang yang lebih seimbang. Dengan cara ini, seseorang tidak hanya berfokus pada sisi negatif dari sebuah masalah, tetapi juga berusaha menemukan pelajaran, peluang, atau langkah yang masih dapat dilakukan.
Fokus pada Saat Ini
Meditasi mindfulness dapat membantu seseorang memusatkan perhatian pada kondisi saat ini, bukan terus tenggelam dalam kekhawatiran mengenai masa depan. Latihan tersebut dapat membantu menenangkan pikiran dan membuat emosi lebih mudah dikendalikan.
Lakukan Tindakan Kecil yang Bermakna
Berita buruk terkadang menimbulkan perasaan tidak berdaya. Untuk mengatasinya, seseorang dapat melakukan tindakan kecil yang mendukung perubahan, seperti membagikan informasi yang benar, memberikan dukungan moral, berdonasi, atau mengikuti kegiatan sosial.
Kesimpulan
Menghadapi berita buruk secara mindful bukan berarti pasrah, menutup mata, atau menghindari realitas. Mindfulness membantu seseorang tetap sadar terhadap informasi dan emosi yang muncul, sekaligus mencegah diri dikuasai reaksi negatif.
Di tengah arus berita yang terus berlangsung, kemampuan untuk mengenali perasaan, memahami informasi dengan tenang, dan mengambil tindakan yang sesuai menjadi semakin penting. Dengan pendekatan tersebut, mindfulness dapat menjadi cara untuk tetap tenang tanpa kehilangan kepedulian terhadap berbagai persoalan di sekitar.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment