Sempat Dikira Asam Lambung, Naya Nika Mulyani Didiagnosis Limfoma Stadium 4

JAKARTA – Naya Nika Mulyani (30) awalnya mengira sejumlah keluhan yang dialaminya merupakan gejala asam lambung. Namun, benjolan yang muncul disertai nyeri punggung hingga ulu hati, kesulitan bernapas, keringat malam, dan mudah lelah ternyata mengarah pada diagnosis kanker kelenjar getah bening atau limfoma stadium 4.

Naya menceritakan pengalamannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menyebut dirinya sebagai penyintas limfoma stadium 4 yang telah mengalami metastasis ke otak. CNNIndonesia.com telah meminta izin untuk mengutip unggahan tersebut.

Awalnya Mengira Gejala Asam Lambung

Menurut Naya, benjolan yang muncul pada tubuhnya disertai sejumlah keluhan lain. Ia merasakan nyeri yang menjalar dari punggung hingga ulu hati serta mengalami kesulitan bernapas.

“Jadi waktu itu, gejala itu (benjolan) disertai nyeri punggung sampai ulu hati, dan susah napas, yang aku waktu itu pikir itu adalah asam lambung,” ujar Naya.

Selain keluhan tersebut, Naya juga mengaku kerap berkeringat pada malam hari. Ia pun menjadi lebih mudah merasa lelah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Nah, ketika malam, aku tuh sering keringetan. Dan, aku juga gampang kecapekan. Jujur, aku tuh enggak pernah berpikir kalau itu kanker,” katanya.

Diagnosis Limfoma Menjadi Pukulan Besar

Diagnosis kanker menjadi pukulan besar bagi Naya. Ia tidak pernah menyangka akan mengalami penyakit tersebut karena merasa telah menjalani gaya hidup yang cukup sehat.

Naya mengatakan dirinya rutin berolahraga dan menjaga pola makan. Ia juga mengaku tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, serta jarang begadang.

“Karena, lifestyle aku tuh cukup baik. Aku olahraga, makan aku juga terjaga, aku enggak ngerokok, aku enggak minum, aku juga jarang begadang. Jadi, ketika aku di-diagnose kanker, jujur, dunia aku hancur,” tuturnya.

Naya didiagnosis limfoma pada 2024. Dalam keterangannya pada 2026, ia menyebut kondisi kesehatannya telah membaik. Kini, ia membagikan kisah perjuangannya sebagai penyintas limfoma.

Mengenal Limfoma dan Gejalanya

Limfoma merupakan kanker yang berasal dari limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Mengutip National Cancer Institute (NCI), limfoma secara umum terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Kanker ini tidak hanya dapat berkembang di kelenjar getah bening. Limfoma juga bisa muncul pada jaringan atau organ lain di luar kelenjar getah bening, termasuk saluran pencernaan.

Kondisi tersebut membuat gejala limfoma dapat berbeda-beda. Keluhan yang muncul juga tidak selalu langsung mengarah pada kanker karena dapat menyerupai gangguan kesehatan lain.

Gejala Dapat Menyerupai Gangguan Lambung

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan limfoma pada saluran pencernaan adalah primary gastric lymphoma, yaitu limfoma yang terutama berkembang di lambung. Sejumlah kajian mengenai kondisi tersebut menunjukkan bahwa gejala awalnya cenderung tidak spesifik dan dapat menyerupai berbagai gangguan pencernaan.

Ulasan mengenai gastric MALT lymphoma juga mencatat keluhan seperti dispepsia, nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, serta heartburn atau rasa panas di dada dan ulu hati. Keluhan-keluhan tersebut memiliki kemiripan dengan gejala yang sehari-hari kerap disebut sebagai asam lambung.

Ketika limfoma tumbuh pada jaringan lambung, perubahan pada dinding atau lapisan lambung dapat menimbulkan berbagai keluhan saluran pencernaan. Akibatnya, gejala yang dirasakan bisa menyerupai gangguan lambung yang lebih umum.

Penting Memperhatikan Keluhan yang Menetap

Kisah Naya tidak berarti setiap orang yang mengalami nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan pasti mengidap kanker. Nyeri ulu hati, mual, kembung, dan rasa panas di dada merupakan keluhan yang umum serta dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.

Namun, keluhan yang menetap, semakin berat, tidak kunjung membaik, atau muncul bersamaan dengan gejala lain yang tidak biasa perlu diperhatikan. Hal serupa berlaku jika terdapat benjolan yang tidak biasa, keringat malam, mudah lelah, atau penurunan berat badan yang tidak direncanakan.

Pemeriksaan medis diperlukan pada kondisi tersebut agar penyebab keluhan dapat diketahui secara tepat. Dengan demikian, gejala tidak hanya diasumsikan sebagai gangguan lambung tanpa melihat kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Kesimpulan

Pengalaman Naya Nika Mulyani menunjukkan bahwa gejala limfoma dapat menyerupai keluhan asam lambung, terutama ketika kanker berkembang pada jaringan di sekitar saluran pencernaan. Benjolan, nyeri punggung hingga ulu hati, kesulitan bernapas, keringat malam, dan mudah lelah menjadi bagian dari keluhan yang ia alami sebelum akhirnya mendapat diagnosis limfoma stadium 4.

Saat ini, kondisi Naya disebut telah membaik dan ia memilih membagikan kisahnya sebagai penyintas. Ke depan, perhatian terhadap keluhan yang menetap atau disertai gejala tidak biasa tetap penting agar pemeriksaan dapat dilakukan dan penyebabnya diketahui dengan lebih tepat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment