Urine Berwarna Hijau? Kenali Beragam Penyebab dan Gejala yang Perlu Diperhatikan
Warna urine dapat memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh. Pada umumnya, urine berwarna kuning pucat hingga kuning lebih gelap, bergantung pada kondisi hidrasi seseorang. Namun, dalam keadaan tertentu, urine bisa berubah menjadi kehijauan atau hijau kekuningan.
Perubahan warna tersebut tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Meski demikian, urine berwarna hijau tidak selalu menandakan penyakit atau infeksi. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhinya, mulai dari makanan, obat-obatan, prosedur medis, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Urine Hijau Bisa Disebabkan Makanan
Salah satu hal yang perlu diingat saat menemukan urine berwarna hijau adalah makanan yang baru dikonsumsi. Beberapa jenis makanan, termasuk makanan yang mengandung pewarna hijau atau biru, dapat memengaruhi warna urine.
Perubahan warna urine akibat makanan umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Dalam kondisi tersebut, urine biasanya akan kembali ke warna normal dalam waktu sekitar 24 hingga 48 jam. Karena itu, penting untuk memperhatikan hubungan antara perubahan warna urine dan makanan yang dikonsumsi sebelumnya.
Pengaruh Obat-obatan dan Prosedur Medis
Selain makanan, penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat menjadi penyebab urine berwarna hijau. Perubahan warna ini dapat muncul setelah seseorang mengonsumsi obat tertentu, sehingga informasi mengenai obat yang sedang digunakan perlu diperhatikan ketika perubahan warna urine terjadi.
Urine berwarna hijau juga bisa muncul setelah seseorang menjalani operasi atau pemeriksaan kesehatan tertentu. Dalam beberapa prosedur, ahli urologi dapat menggunakan pewarna untuk memeriksa cara kerja saluran kemih.
Menurut ahli urologi Howard Goldman, pewarna tersebut dapat diproses oleh tubuh dan membuat urine berubah menjadi hijau terang serta tampak berpendar. Perubahan warna yang berkaitan dengan prosedur medis ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa jam, kemudian urine kembali ke warna normal.
Kondisi Kesehatan yang Dapat Memicu Urine Hijau
Walaupun tidak selalu berkaitan dengan penyakit, urine berwarna hijau juga dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu. Oleh sebab itu, warna urine sebaiknya tidak dilihat sebagai satu-satunya indikator. Gejala lain yang menyertai perubahan tersebut juga perlu diperhatikan.
Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih atau ISK dapat memicu perubahan warna urine menjadi kehijauan. Kondisi ini biasanya disertai sejumlah gejala lain, seperti sensasi terbakar ketika buang air kecil, frekuensi buang air kecil yang meningkat, serta kesulitan saat mengeluarkan urine.
Urine dengan bau yang menyengat juga dapat menjadi gejala yang menyertai ISK. Selain itu, seseorang mungkin mengalami nyeri pada panggul, punggung bagian bawah, atau perut. Demam dan rasa meriang juga perlu diperhatikan apabila muncul bersamaan dengan perubahan warna urine.
Penyakit Kuning Obstruktif
Penyebab lain urine berwarna hijau adalah penyakit kuning obstruktif. Kondisi ini tergolong jarang dan terjadi akibat adanya penyumbatan yang menghalangi aliran empedu.
Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan bilirubin, yaitu pigmen yang terdapat dalam empedu, menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, warna urine dapat berubah menjadi lebih gelap. Dalam beberapa kasus, urine bahkan dapat tampak berwarna hijau.
Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan warna kulit dan bagian putih mata. Selain itu, feses dapat berubah menjadi pucat atau memiliki warna seperti tanah liat.
Kesimpulan
Urine berwarna hijau dapat disebabkan oleh berbagai hal, dan tidak semuanya berkaitan dengan penyakit. Makanan dengan pewarna tertentu, obat-obatan, serta pewarna yang digunakan dalam prosedur medis dapat memengaruhi warna urine untuk sementara. Dalam kasus yang berkaitan dengan makanan, warna urine dapat kembali normal dalam 24 hingga 48 jam, sedangkan perubahan akibat prosedur medis dapat berlangsung selama beberapa jam.
Namun, perubahan warna urine yang disertai rasa terbakar saat buang air kecil, frekuensi kencing meningkat, nyeri, demam, perubahan warna kulit dan mata, atau feses pucat perlu diperhatikan lebih lanjut. Dengan mengamati makanan, obat-obatan, prosedur medis, serta gejala lain yang menyertai, penyebab perubahan warna urine dapat lebih mudah dikenali.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment