Basarnas Kerahkan ROV untuk Bantu Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan Remotely Operated Vehicle (ROV), yakni kendaraan atau robot bawah air tanpa awak, untuk membantu proses pencarian korban KM Virgo Transport 8. Peralatan tersebut digunakan untuk menyusuri bagian dalam badan kapal yang berada di perairan Laut Jawa.
Penggunaan ROV diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi di dalam kapal sekaligus membantu tim penyelam menentukan akses yang aman dan memungkinkan untuk dimasuki. Namun, pelaksanaan awal pengerahan peralatan tersebut menghadapi kendala akibat arus laut yang sangat kuat.
Arus Laut Kencang Hambat Pengerahan ROV
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan tim SAR telah merencanakan penggunaan ROV untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi di KM Virgo Transport 8.
Menurut Putu, ROV sempat diturunkan pada tahap awal operasi. Akan tetapi, kondisi arus laut yang kencang membuat perangkat tersebut tidak dapat digunakan secara maksimal. Karena pertimbangan itu, tim memutuskan untuk mengangkat kembali ROV dari lokasi pencarian.
“Di awal kami menurunkan ROV, namun karena arus lautnya yang sangat kencang sehingga peralatan yang canggih itu tidak bisa dimaksimalkan, akhirnya diputuskan untuk diangkat kembali,” kata Putu dalam konferensi pers pada Minggu (20/9) malam.
Tim SAR berharap kondisi cuaca pada hari berikutnya menjadi lebih baik. Dengan cuaca yang mendukung, ROV diharapkan dapat kembali dikerahkan untuk memperkuat operasi SAR dan membantu pencarian di dalam badan kapal.
ROV Dipakai untuk Memetakan Bagian Dalam Kapal
Pengerahan ROV tidak hanya ditujukan untuk menyusuri bagian dalam kapal, tetapi juga untuk membantu para penyelam memperoleh gambaran mengenai kondisi di dalam badan KM Virgo Transport 8. Peralatan tersebut dapat menjangkau lorong-lorong kecil yang sulit diakses secara langsung oleh manusia.
Putu menjelaskan bahwa tim SAR telah memperoleh rancang bangun kapal. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui titik-titik atau jalur yang berpotensi dimasuki oleh ROV selama proses pencarian berlangsung.
Menjadi Panduan Awal bagi Tim Penyelam
Hasil pemantauan ROV nantinya akan menjadi panduan awal bagi tim penyelam. Dengan mengetahui situasi di dalam kapal, penyelam dapat menentukan langkah yang diperlukan dalam proses evakuasi.
“ROV kita turunkan lebih awal, bisa menjangkau semua lorong-lorong kecil yang ada di kapal, karena rancang bangun kapal itu sudah kita dapatkan sehingga di mana akses-akses yang bisa dimasuki oleh ROV,” ujar Putu.
Ia menambahkan, hasil pantauan ROV akan dimanfaatkan sebagai acuan sebelum tim penyelam melaksanakan proses evakuasi di dalam kapal. Dengan demikian, penggunaan robot bawah air tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas dan keselamatan operasi pencarian.
Kronologi Hilang Kontak KM Virgo Transport 8
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Kapal itu disebut membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru. Setelah laporan hilang kontak diterima, operasi pencarian dan pertolongan dilakukan untuk menemukan seluruh orang yang berada di kapal tersebut.
Perkembangan Pencarian Korban
Hingga Minggu (20/9), sebanyak 118 orang dari total 243 orang di KM Virgo Transport 8 telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 10 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian. Tim SAR terus berupaya melanjutkan operasi, termasuk dengan memanfaatkan ROV untuk membantu penyelaman dan pemeriksaan bagian dalam badan kapal.
Kesimpulan
Basarnas menyiapkan ROV sebagai perangkat pendukung dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8. Robot bawah air tersebut diharapkan mampu menyusuri lorong-lorong kecil di dalam kapal dan memberikan informasi awal bagi tim penyelam. Meski pengerahan awal terkendala arus laut yang kuat, kondisi cuaca yang lebih baik diharapkan dapat memungkinkan penggunaan ROV secara optimal.
Hingga 20 September, sebanyak 118 orang telah ditemukan, sementara 125 lainnya masih dalam pencarian. Operasi SAR akan terus mengandalkan pemantauan kondisi lapangan serta koordinasi antara tim penyelam dan peralatan pendukung untuk melanjutkan proses pencarian dan evakuasi.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment