Waktu Terbaik Minum Susu: Malam Hari atau Setelah Olahraga?

Waktu minum susu kerap menjadi perdebatan. Metode Ayurveda menyarankan konsumsi susu pada malam hari karena dipercaya dapat menimbulkan rasa kantuk dan lebih sulit dicerna jika diminum pada pagi hari. Namun, klaim tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa malam hari merupakan waktu terbaik untuk minum susu.

Di sisi lain, konsumsi susu pada waktu tertentu memang dapat memberikan manfaat dalam kondisi tertentu. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan konsumsi, seperti membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, mendukung penurunan berat badan, atau menunjang pertumbuhan otot setelah berolahraga. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk minum susu?

Belum Ada Waktu Khusus yang Terbukti Paling Baik

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menunjukkan waktu spesifik untuk minum susu agar manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal. Artinya, anggapan bahwa susu hanya baik diminum pada malam hari belum dapat dijadikan patokan ilmiah.

Susu tetap menyediakan berbagai nutrisi penting, terlepas dari waktu konsumsinya. Dalam setiap 240 mililiter susu murni, terdapat sekitar 149 kalori, 8 gram protein, 8 gram lemak, dan 12 gram karbohidrat.

Selain itu, jumlah tersebut juga mengandung sekitar 21 persen kebutuhan kalsium harian, 6 persen kebutuhan magnesium harian, 7 persen kebutuhan kalium harian, serta 16 persen kebutuhan vitamin D harian. Kalsium berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang, sedangkan magnesium dan kalium penting untuk membantu pengaturan tekanan darah.

Manfaat Minum Susu Sesuai Tujuan

Membantu Menurunkan Berat Badan

Susu kaya akan protein yang dapat membantu proses penurunan berat badan. Protein dapat mendukung perbaikan metabolisme serta meningkatkan rasa kenyang setelah makan. Rasa kenyang tersebut berpotensi membuat asupan kalori harian menjadi lebih rendah.

Dengan demikian, susu dapat menjadi salah satu sumber protein dalam pola makan yang bertujuan menurunkan berat badan. Namun, manfaat tersebut tidak berkaitan dengan waktu tertentu seperti pagi atau malam hari, melainkan dengan perannya sebagai sumber protein.

Mendukung Pertumbuhan Otot Setelah Berolahraga

Minum susu setelah berolahraga dapat membantu mendukung pertumbuhan otot dan memperbaiki komposisi tubuh. Kandungan protein di dalamnya menjadikan susu sebagai salah satu pilihan sumber protein setelah aktivitas fisik.

Oleh karena itu, jika tujuan konsumsi susu adalah membantu menurunkan berat badan sekaligus mendukung kondisi tubuh setelah berolahraga, susu dapat diminum setelah berolahraga. Waktu ini dinilai sesuai dengan kebutuhan tubuh terhadap sumber protein setelah melakukan aktivitas fisik.

Kelompok yang Perlu Membatasi Konsumsi Susu

Meskipun mengandung berbagai nutrisi, susu tidak selalu cocok untuk semua orang. Orang yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi susu disarankan menghindari konsumsi susu.

Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, yaitu gula yang terdapat di dalam susu. Kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah keluhan, seperti gas, perut kembung, dan diare.

Penderita diabetes juga perlu membatasi konsumsi susu. Kandungan laktosa di dalam susu dapat meningkatkan kadar gula darah. Sebagai alternatif, kelompok ini dapat memilih beberapa jenis susu nabati, termasuk susu almond dan susu kedelai.

Kesimpulan

Belum ada bukti ilmiah yang menetapkan malam hari sebagai waktu terbaik untuk minum susu. Meskipun Ayurveda mengaitkan konsumsi susu pada malam hari dengan rasa kantuk dan proses pencernaan, klaim tersebut belum didukung penelitian yang menunjukkan waktu spesifik untuk memperoleh manfaat maksimal.

Susu tetap dapat menjadi sumber protein, kalsium, magnesium, kalium, dan vitamin D yang bermanfaat bagi tubuh. Jika dikonsumsi untuk mendukung penurunan berat badan dan pertumbuhan otot, minum susu setelah berolahraga dapat menjadi pilihan. Namun, orang dengan intoleransi laktosa, alergi susu, dan diabetes perlu membatasi atau menghindari susu sesuai kondisinya.

Ke depan, pemilihan waktu minum susu sebaiknya tidak hanya didasarkan pada anggapan tertentu, tetapi juga pada tujuan konsumsi dan kondisi masing-masing. Yang terpenting, hingga terdapat bukti ilmiah lebih lanjut, tidak ada waktu tunggal yang terbukti paling unggul untuk minum susu.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment