Blake Lively Hanya Dapat US$407 Ribu dari Tuntutan Biaya Hukum US$8 Juta ke Justin Baldoni
Blake Lively hanya memperoleh sebagian kecil dari tuntutan biaya hukum yang diajukan terhadap Justin Baldoni. Dari permintaan yang mencapai lebih dari US$8 juta atau sekitar Rp142 miliar, hakim memutuskan Baldoni cukup membayar sekitar US$407 ribu atau lebih dari Rp7,2 miliar.
Keputusan tersebut disampaikan dalam dokumen pengadilan yang mencantumkan rincian biaya pengacara dan pengeluaran perkara. Dengan nilai yang dikabulkan itu, Blake Lively hanya menerima sekitar lima persen dari jumlah yang sebelumnya diminta. Perhitungan tersebut menggunakan kurs US$1 setara dengan Rp17.757.
Hakim Kabulkan Biaya Pengacara Lebih dari US$400 Ribu
Menurut dokumen pengadilan, Hakim Lewis J. Liman memutuskan Justin Baldoni harus mengganti biaya pengacara Blake Lively sebesar US$363.245. Selain itu, terdapat biaya tambahan senilai US$44.206,35.
Jika digabungkan, total biaya yang harus dibayarkan mencapai US$407.451,75. Nilai tersebut setara dengan lebih dari Rp7,2 miliar berdasarkan kurs yang dicantumkan dalam laporan.
Jumlah itu jauh lebih rendah dibandingkan permintaan Blake Lively yang sebelumnya mencapai lebih dari US$8 juta. Hakim Liman bahkan menyebut tuntutan tersebut sebagai permintaan yang “sangat tidak masuk akal”.
Blake Lively Disebut Tidak Mempermasalahkan Nilai Putusan
Meski hanya mendapatkan sekitar lima persen dari jumlah yang diminta, pihak Blake Lively tampaknya tidak menjadikan nilai pembayaran tersebut sebagai fokus utama. Pengacara Lively, Esra Hudson dan Michael Gottlieb, menyatakan bahwa perkara tersebut sejak awal bukan semata-mata berkaitan dengan uang.
Dalam pernyataannya, mereka menyinggung gugatan balasan senilai US$400 juta yang diajukan Justin Baldoni dan pihak Wayfarer. Menurut mereka, gugatan tersebut telah kalah dan dinilai tidak berdasar oleh dua pengadilan berbeda.
“Justin Baldoni dan pihak Wayfarer kalah dalam gugatan balasan senilai US$400 juta yang tidak berdasar; dua pengadilan berbeda menyatakan bahwa gugatan tersebut dirancang untuk membungkam kritik publik serta membungkam Blake Lively dan pihak-pihak lainnya,” ujar pengacara Lively.
Hudson dan Gottlieb juga menyebut penetapan pembayaran biaya serta ongkos hukum tersebut sebagai peristiwa bersejarah. Mereka mengatakan keputusan itu menjadi contoh penerapan undang-undang California sekaligus menunjukkan adanya konsekuensi bagi pihak yang mengajukan gugatan balasan.
“Seperti yang telah kami sampaikan sejak awal, kasus Blake Lively sama sekali bukan soal uang, melainkan soal pertanggungjawaban,” kata mereka.
Pengacara Lively Singgung Kampanye Hitam Daring
Dalam pernyataan yang sama, tim hukum Blake Lively menyebut gugatan yang diajukan kliennya telah menyingkap dugaan keberadaan industri kampanye hitam daring secara rahasia. Mereka mengatakan praktik tersebut sebagian besar menargetkan perempuan dan melibatkan pihak-pihak yang sama.
Menurut pengacara Lively, perkara ini telah membuka peluang bagi korban lain untuk tampil serta mengungkap praktik serupa. Mereka juga menilai kasus tersebut dapat menciptakan preseden agar pihak lain lebih berani menyampaikan pengalaman mereka.
Tim Justin Baldoni Sebut Putusan sebagai Kemenangan
Di sisi lain, pengacara Justin Baldoni, Bryan Freedman, menyatakan dukungan terhadap penilaian Hakim Liman mengenai tuntutan biaya hukum Blake Lively. Freedman menegaskan bahwa permintaan lebih dari US$8 juta tersebut dinilai berlebihan dan tidak wajar.
“Putusan hari ini sudah sangat jelas maknanya. Hakim Liman secara nyata mempertimbangkan tuntutan sebesar lebih dari US$8 juta yang dinilai ‘keterlaluan dan tidak masuk akal’ itu, dan dalam penolakannya, hakim hanya mengabulkan lima persen dari jumlah yang diminta untuk biaya hukum dan biaya perkara,” ujar Freedman.
Freedman menyebut putusan tersebut sebagai kemenangan signifikan bagi kliennya. Ia juga mengatakan keputusan itu mengirimkan pesan bahwa ruang sidang tidak seharusnya digunakan untuk memanfaatkan hukum demi keuntungan pribadi, terlepas dari seberapa kuat posisi seseorang.
Awal Mula Permintaan Biaya Hukum US$8 Juta
Page Six melaporkan bahwa dalam dokumen pengadilan pada Juli 2026, Blake Lively menyatakan Justin Baldoni harus membayar biaya pengacara sebesar US$7.495.526,87. Lively juga meminta penggantian biaya dan pengeluaran litigasi sebesar US$539.514,01.
Secara keseluruhan, permintaan tersebut mendekati US$8 juta. Biaya itu berkaitan dengan perselisihan hukum antara Lively dan Baldoni, yang sebelumnya menjadi pasangan lawan main dalam film It Ends With Us, serta melibatkan perusahaan produksi milik Baldoni, Wayfarer Studios.
Namun, Baldoni melalui tim hukumnya menilai permintaan tersebut berlebihan. Aktor yang dikenal melalui serial Jane the Virgin itu menyampaikan kepada hakim bahwa jumlah yang diajukan Blake Lively bukanlah biaya hukum yang lazim.
Kesimpulan
Hakim Lewis J. Liman akhirnya hanya mengabulkan pembayaran biaya hukum dan biaya perkara sebesar US$407.451,75 kepada Blake Lively. Nilai tersebut hanya sekitar lima persen dari tuntutan lebih dari US$8 juta. Putusan ini disambut dengan cara berbeda oleh kedua pihak: tim Lively menekankan aspek pertanggungjawaban, sedangkan pihak Baldoni menganggapnya sebagai kemenangan penting.
Perkembangan selanjutnya masih menjadi perhatian karena perselisihan hukum antara Blake Lively, Justin Baldoni, dan Wayfarer Studios telah berlangsung sengit. Putusan terkait biaya hukum ini juga memperlihatkan bagaimana pengadilan menilai besaran tuntutan dalam perkara tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment