Descendants of the Sun Versi Indonesia Tayang 2027, Dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo
Proyek film Descendants of the Sun versi Indonesia resmi diperkenalkan kepada publik pada 5 September 2026 melalui sejumlah unggahan adegan di media sosial. Film ini merupakan adaptasi bebas dari drama Korea populer berjudul sama yang sebelumnya dibintangi Song Joong-ki dan Song Hye-kyo.
Untuk versi Indonesia, kisah tersebut akan menghadirkan Reza Rahadian sebagai Kapten Baskara dan Dian Sastrowardoyo sebagai dokter Cahaya Diandra. Film ini disutradarai Hanung Bramantyo, yang juga menulis naskah bersama Haqi Achmad. Haqi sebelumnya dikenal melalui karya Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2024) dan Remember When (2014).
Sejak kabar proyek ini muncul pada 2024, sejumlah pertanyaan muncul di kalangan penggemar drama Korea. Hanung kemudian menjelaskan konsep, proses pengembangan, alasan pemilihan pemain, hingga rencana penayangan film tersebut.
Bukan Remake, Melainkan Adaptasi Bebas
Hanung Bramantyo menegaskan bahwa film Descendants of the Sun versi Indonesia tidak tepat disebut sebagai remake. Menurutnya, drama Korea tersebut terdiri atas 16 episode dengan durasi keseluruhan lebih dari 60 jam, sedangkan versi Indonesia akan dikemas sebagai film berdurasi sekitar dua jam.
Karena perbedaan format tersebut, Hanung memilih menyebut film ini sebagai adaptasi bebas yang harus dilokalisasi sesuai konteks Indonesia. Ia menilai alur dari serial panjang tidak mungkin dipindahkan secara utuh ke dalam satu film layar lebar.
“Ini drama Descendants of the Sun kan 16 episode jadi lebih dari 60 jam. Bagaimana caranya melakukan remake? Enggak bisa,” ujar Hanung dalam Ideafest 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa proses lokalisasi dilakukan dengan membawa konflik utama ke dalam persoalan yang lebih dekat dengan Indonesia. Dengan demikian, film ini tidak sekadar menyalin cerita dari versi drama Korea.
Konflik Cerita Dipindahkan ke Indonesia
Drama Korea Descendants of the Sun mengisahkan hubungan antara seorang dokter dan anggota militer yang berada di wilayah konflik di negara lain. Sementara itu, versi Indonesia akan menempatkan para karakter utama di sebuah daerah yang mengalami konflik serta memiliki persoalan dengan Indonesia.
Hanung menyebut pendekatan tersebut sebagai upaya untuk menghadirkan konflik yang lebih sesuai dengan latar lokal. Dua tokoh utama tetap berasal dari dunia yang berbeda, tetapi persoalan yang mereka hadapi akan disesuaikan dengan konteks Indonesia.
“Alih-alih kita akan membawa dua agen ini ke luar ke dalam konflik negara luar, enggak. Saya mau masuk ke dalam konflik yang ada di Indonesia,” kata Hanung.
Melalui pendekatan tersebut, film ini akan mempertahankan gagasan mengenai dua kisah cinta dengan perbedaan ideologi. Namun, latar dan konflik ceritanya akan dikembangkan agar memiliki hubungan yang lebih kuat dengan persoalan Indonesia.
Berawal dari Kunjungan Hanung ke Korea Selatan
Proyek film ini bermula dari kunjungan Hanung Bramantyo ke Korea Selatan pada November 2022. Saat itu, ia datang untuk mempelajari industri perfilman di negara tersebut. Pertemuannya dengan sejumlah studio Korea Selatan ternyata berkembang menjadi pembicaraan mengenai adaptasi salah satu intellectual property atau IP populer.
Kerja sama itu berlanjut hingga November 2023 dan kemudian diumumkan secara resmi pada 2024. Hanung kala itu menyampaikan bahwa Dapur Film bekerja sama dengan Barunson C&C, Newko Global Entertainment, dan K-studio untuk membawa Descendants of the Sun ke layar lebar.
Pada September 2026, Hanung mengungkapkan bahwa judul tersebut merupakan pilihannya dari sejumlah IP yang ditawarkan dalam kerja sama dengan studio Korea Selatan. Ia tertarik pada hubungan antara dunia medis dan militer yang memiliki prinsip berbeda.
Perbedaan Prinsip Dokter dan Militer
Menurut Hanung, dokter memiliki prinsip utama untuk menyelamatkan nyawa, sedangkan militer memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan negara. Perbedaan tujuan dan keyakinan tersebut menjadi salah satu alasan ia memilih Descendants of the Sun untuk diadaptasi ke versi Indonesia.
Hanung menilai relasi antara dua profesi tersebut menawarkan konflik yang menarik karena mempertemukan dua dunia, pekerjaan, dan keyakinan yang berbeda. Unsur itu akan menjadi bagian penting dalam pengembangan cerita film.
Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai Pemeran Utama
Dalam versi Indonesia, Dian Sastrowardoyo dipercaya memerankan dokter Cahaya Diandra, karakter yang memiliki kemiripan fungsi dengan Kang Mo-yeon yang dimainkan Song Hye-kyo dalam drama Korea. Sementara itu, Reza Rahadian akan memerankan Kapten Baskara, tokoh yang menjadi padanan Kapten Yoo Shi-jin yang sebelumnya diperankan Song Joong-ki.
Hanung mengatakan bahwa dirinya membutuhkan aktor dengan kualitas akting terbaik untuk proyek ini. Ia telah menghubungi banyak nama, tetapi hanya sebagian yang memberikan respons, termasuk Dian Sastrowardoyo, Reza Rahadian, dan Eva Celia.
Dian disebut meminta untuk terlibat dalam proyek tersebut ketika bertemu Hanung di Jogja-NETPAC Asia Film Festival atau JAFF. Setelah Dian dipilih sebagai pemeran dokter Cahaya Diandra, Hanung kemudian mencari aktor yang dinilai mampu mewujudkan sosok Kapten Baskara.
Reza Rahadian dianggap memenuhi kebutuhan tersebut berkat pengalaman aktingnya. Selain kemampuan memerankan karakter, Hanung juga menilai pemeran Kapten Baskara harus mampu menyampaikan pesan kebangsaan dan Indonesia dengan baik.
Digarap Bersama Studio Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia
Film Descendants of the Sun versi Indonesia melibatkan sejumlah perusahaan dari Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia. Dari Indonesia, pihak yang terlibat antara lain Dapur Film, RFA, NEWKO Global Entertainment, Dwi Warna Sentosa atau Tobali Film, serta Piring Langit.
Dari Korea Selatan, proyek ini melibatkan Next Entertainment World atau NEW dan Barunson C&C sebagai pemilik IP Descendants of the Sun. Sementara itu, D BAY FILM FACTORY SDN BHD dari Malaysia juga ikut bergabung dalam produksi.
Tayang di Bioskop pada 2027
Hanung Bramantyo memastikan film ini telah memasuki tahap pascaproduksi. Descendants of the Sun versi Indonesia dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2027 dengan jajaran pemeran dari industri film nasional.
Film ini juga direncanakan hadir di pasar internasional, termasuk Korea Selatan. Barunson E&A akan menangani penjualan film di pasar internasional, sedangkan Contents Panda, anak perusahaan NEW, bertugas menangani distribusi film di Korea Selatan.
Kesimpulan
Descendants of the Sun versi Indonesia akan menghadirkan adaptasi bebas dengan latar konflik yang dilokalkan ke dalam konteks Indonesia. Hanung Bramantyo tidak memosisikan film ini sebagai remake langsung dari drama 16 episode, melainkan sebagai interpretasi baru yang mempertahankan gagasan mengenai hubungan antara dunia medis dan militer.
Dengan Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama, serta dukungan studio dari tiga negara, film ini dipersiapkan untuk tayang di bioskop Indonesia pada 2027. Rencana distribusi ke pasar internasional, termasuk Korea Selatan, juga membuka peluang bagi karya adaptasi Indonesia ini untuk menjangkau penonton yang lebih luas.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment