Mantan Kekasih Hong Min-gi Hapus Bukti di Media Sosial, Pilih Tempuh Jalur Hukum

JAKARTA – Perseteruan antara aktor Hong Min-gi dan mantan kekasihnya, Nona A, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya mengunggah sejumlah materi yang disebut sebagai bukti dugaan kekerasan dalam pacaran hingga pemaksaan aborsi, Nona A kini memutuskan menghentikan pembukaan bukti melalui media sosial.

Nona A menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum resmi. Ia menantang Hong Min-gi untuk membuktikan kebenaran masing-masing pihak di pengadilan, bukan lagi melalui pernyataan atau unggahan di platform digital.

Nona A Hapus Seluruh Materi yang Pernah Diunggah

Dalam pernyataan tertulis di akun media sosial pribadinya, seperti diberitakan Chosun Biz pada Jumat (21/8), Nona A menegaskan tidak akan kembali mengunggah materi yang berkaitan dengan pemeran Love Your Enemy tersebut.

Ia juga telah menghapus sejumlah berkas yang sebelumnya sempat dipublikasikan kepada publik. Materi itu disebut mencakup foto memar di tubuhnya, hasil ultrasonografi atau USG kehamilan, serta dokumen rekam medis dari rumah sakit.

Keputusan tersebut diambil setelah Nona A menyatakan akan menempuh proses hukum. Ia ingin tuduhan dan bantahan yang muncul dalam konflik ini diuji melalui mekanisme resmi.

“Saya tidak akan lagi mengunggah hal-hal yang berkaitan dengan dia di Instagram pribadi saya. Saya akan mengajukan gugatan dan memastikan dia mendapat hukuman yang setimpal di pengadilan,” tulis Nona A.

Awal Mula Perseteruan Hong Min-gi dan Nona A

Konflik antara Hong Min-gi dan Nona A pertama kali menarik perhatian publik setelah pihak Nona A mengungkapkan dokumen somasi melalui kuasa hukumnya. Dalam dokumen tersebut, Hong Min-gi dituding melakukan penganiayaan dan pengancaman selama keduanya menjalin hubungan asmara.

Agensi Hong Min-gi, Fable Company, membenarkan bahwa sang aktor dan Nona A memang pernah berpacaran. Namun, agensi tersebut membantah tuduhan kekerasan yang disampaikan oleh mantan kekasih sang aktor.

Fable Company juga menyampaikan ancaman untuk mengambil langkah hukum terhadap Nona A. Ia disebut berpotensi dilaporkan atas dugaan stalking atau penguntitan serta pencemaran nama baik.

Tudingan Pemaksaan Aborsi Turut Dibantah Agensi

Setelah tuduhan kekerasan dibantah oleh agensi, Nona A kembali menyampaikan tudingan lain. Ia mengaku pernah hamil anak Hong Min-gi dan menyebut dirinya dipaksa menjalani operasi aborsi seorang diri.

Tudingan tersebut kembali disanggah Fable Company. Agensi menyatakan Nona A tidak pernah memperlihatkan tes kehamilan kepada pihak mereka. Selain itu, agensi juga membantah bahwa Hong Min-gi pernah meminta Nona A menjalani tindakan aborsi.

Agensi Klaim Memiliki Bukti Tandingan

Fable Company bahkan mengaku memiliki bukti yang dianggap bertentangan dengan klaim Nona A. Menurut agensi, pada 13 Juli—tanggal yang disebut Nona A sebagai waktu dirinya menjalani aborsi—ia justru mengirimkan video ketika sedang bersepeda.

Dalam informasi yang disampaikan agensi, Nona A juga disebut mengajak Hong Min-gi berolahraga bersama pada hari tersebut. Namun, kebenaran mengenai seluruh klaim dan bukti dari kedua pihak masih harus diuji melalui proses hukum.

Perseteruan Berlanjut ke Ranah Hukum

Penghapusan materi dari media sosial tidak serta-merta mengakhiri konflik antara Hong Min-gi dan Nona A. Sebaliknya, keputusan Nona A untuk berhenti mengunggah bukti menunjukkan bahwa sengketa tersebut berpotensi berlanjut melalui jalur hukum formal.

Di sisi lain, Fable Company tetap mempertahankan bantahannya terhadap seluruh tuduhan yang disampaikan Nona A dan menyatakan memiliki dasar untuk mengambil langkah hukum. Dengan demikian, perkara ini masih berada pada tahap saling klaim dan bantahan dari masing-masing pihak.

Kesimpulan

Nona A memilih menghapus seluruh bukti yang sebelumnya diunggah di media sosial dan menyatakan akan menantang Hong Min-gi melalui proses hukum. Tuduhan mengenai dugaan kekerasan dalam pacaran serta pemaksaan aborsi telah dibantah oleh Fable Company, yang juga mengisyaratkan kemungkinan tuntutan balik terhadap Nona A.

Untuk saat ini, belum ada kesimpulan hukum mengenai kebenaran tuduhan maupun bantahan tersebut. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada langkah resmi kedua pihak serta pembuktian di hadapan aparat penegak hukum dan pengadilan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment