Mark Ruffalo Balas Tuduhan Antisemit Paramount soal Kritik terhadap Keluarga Ellison
Mark Ruffalo memberikan tanggapan keras setelah Paramount menuduhnya menggunakan kiasan antisemit dalam kritiknya terhadap David dan Larry Ellison. Pemeran Hulk tersebut menilai tudingan itu sangat mengerikan dan tidak jujur karena komentarnya ditujukan pada kebijakan, kontrak teknologi militer, serta kepemimpinan perusahaan, bukan terhadap orang Yahudi.
Perseteruan ini muncul di tengah penolakan terhadap rencana merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery. Ruffalo merupakan salah satu tokoh publik Hollywood yang paling vokal menentang kesepakatan tersebut. Ia menilai merger bernilai US$111 miliar itu dapat berdampak besar terhadap kebebasan redaksional, industri hiburan, serta ribuan pekerja.
Mark Ruffalo Bantah Tuduhan Antisemit
Dalam unggahan di media sosial pada Minggu (23/8), Ruffalo merespons tudingan Paramount yang menyebut kritiknya mengandung unsur antisemit. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan Perdana Menteri Israel, kontrak teknologi militer, atau para eksekutif yang menyediakan teknologi tersebut tidak dapat disamakan dengan serangan terhadap orang Yahudi.
“Mengkritik tindakan perdana menteri Israel, kontrak teknologi militer, atau para eksekutif yang menyediakannya tidak sama dengan mengkritik orang Yahudi. Dialog yang kritis dan penting ini kemudian secara tidak jujur dibingkai sebagai sikap anti-Israel,” kata Ruffalo.
Ruffalo juga menyatakan bahwa sikap politiknya tidak boleh ditafsirkan sebagai permusuhan terhadap masyarakat Yahudi. Ia mengatakan, pandangannya mengenai isu tersebut berasal dari keyakinan politik pribadi.
“Perlu ditegaskan, pandangan saya berasal dari keyakinan politik saya sendiri dan tidak boleh ditafsirkan sebagai permusuhan terhadap orang Yahudi, yang sangat saya cintai dan hormati,” ujarnya.
Aktor tersebut menambahkan bahwa perjalanan kariernya di bidang akting, aktivisme, dan humanisme banyak dipengaruhi oleh teman, rekan kerja, serta orang-orang terdekat dari kalangan Yahudi. Menurut Ruffalo, mereka telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Kritik terhadap Keluarga Ellison dan Rencana Merger
David Ellison merupakan CEO Paramount Skydance dan anak dari Larry Ellison, pendiri Oracle Corporation. Dalam kritiknya, Ruffalo menyamakan Larry Ellison dengan sosok “oligarki klasik”. Ia juga menyoroti latar belakang bisnis Oracle yang menurutnya berkaitan dengan data, teknologi pengawasan, dan kontrak pemerintah.
Ruffalo menilai pembahasan mengenai keluarga Ellison relevan karena merger Paramount dan Warner Bros. Discovery berpotensi memberikan kendali atas sejumlah perusahaan media besar kepada satu keluarga. Ia menyebut CNN, HBO, dan Warner Bros. sebagai bagian dari aset yang akan berada di bawah kendali tersebut.
“Merger ini memiliki dampak nyata bagi orang-orang nyata, dan bagi seluruh negara,” kata Ruffalo. Ia menilai pembahasan mengenai struktur bisnis keluarga Ellison, ancaman terhadap kebebasan redaksional, serta kemungkinan hilangnya mata pencaharian ribuan keluarga merupakan hal yang wajar dan perlu dilakukan.
Ruffalo juga mempertanyakan keterlibatan dana asing dalam kesepakatan tersebut. Menurutnya, pengaruh dana itu terhadap keputusan redaksional belum sepenuhnya dijelaskan kepada publik.
Paramount Menilai Pernyataan Ruffalo Sudah Melampaui Batas
Kontroversi ini mengemuka setelah Ruffalo mengunggah klip pada Sabtu (22/8). Video tersebut menampilkan anggota dewan Paramount, Safra Catz, yang membahas teknologi Oracle. Dalam klip itu, Catz memaparkan teknologi yang disebut sangat menakutkan dan digunakan untuk membantu militer Israel setelah serangan teror pada 7 Oktober 2023.
Menanggapi unggahan tersebut, juru bicara Paramount menyatakan perusahaan terganggu karena kiasan antisemit digunakan dalam konteks perselisihan bisnis. Paramount juga menolak penggunaan istilah seperti “genosida” dan “apartheid” ketika dikaitkan dengan transaksi perusahaan.
Menurut perusahaan, penggunaan istilah tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga telah melampaui batas kewajaran dan merendahkan makna penderitaan nyata yang digambarkan oleh istilah-istilah tersebut. Paramount menegaskan tidak menoleransi prasangka dalam bentuk apa pun terhadap pihak mana pun.
Ruffalo Mengaku Masuk Daftar Hitam
Ruffalo telah menentang merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery sejak awal. Ia bahkan mengaku merasa telah masuk daftar hitam studio akibat aktivitasnya dalam menyuarakan penolakan terhadap kesepakatan tersebut.
“Saya melakukan ini karena saya tahu kami harus melakukannya dan saya tahu apa yang terjadi, kalau saya tidak bersuara, hasilnya akan tetap sama. Saya sudah masuk daftar. Saya sudah bukan teman bagi orang-orang ini,” ujar Ruffalo.
Ia juga menandatangani surat terbuka yang mengecam merger tersebut. Ruffalo mengatakan banyak orang sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sama, tetapi takut ikut menyuarakan penolakan karena khawatir terhadap konsekuensi profesional.
Meski demikian, ia menyebut semakin banyak pelaku industri Hollywood yang mulai berubah pikiran dan berani berbicara. Ruffalo menilai keberanian dapat menular ketika orang-orang menyampaikan sikap secara bersama-sama.
Kesimpulan
Perdebatan antara Mark Ruffalo dan Paramount memperlihatkan tajamnya konflik di sekitar rencana merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery. Ruffalo menegaskan kritiknya ditujukan pada kebijakan, kepemilikan bisnis, serta potensi dampak merger, bukan terhadap identitas agama atau etnis tertentu. Di sisi lain, Paramount menilai sejumlah istilah dan pernyataan yang digunakan dalam kritik tersebut telah melampaui batas.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada perkembangan merger serta dampaknya terhadap media, kebebasan redaksional, dan pekerja di industri hiburan. Pernyataan dari kedua pihak menunjukkan bahwa perdebatan ini tidak hanya menyangkut transaksi bisnis, tetapi juga menyentuh isu politik, teknologi, dan kebebasan berpendapat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment