Ukraina Sanksi Masha and the Bear, Tuduh Kartun Rusia sebagai Propaganda

Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap serial animasi populer asal Rusia, Masha and the Bear, beserta pihak-pihak yang terlibat dalam produksi dan distribusinya. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah Ukraina menilai tayangan anak-anak itu turut membentuk citra positif Rusia dan berpotensi menjadi instrumen soft power Moskow.

Sanksi tersebut diberlakukan melalui dekrit Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Kebijakan itu menyasar Animaccord, studio Rusia yang memproduksi serial tersebut, pendirinya, serta penulis naskah dan sutradara Masha and the Bear. Menteri Kebudayaan Ukraina Tetyana Berezhna menyebut langkah ini sebagai dasar hukum untuk membatasi keberadaan dan penyebaran serial tersebut di Ukraina.

Ukraina Nilai Masha and the Bear sebagai Propaganda

Pada 21 Agustus, Menteri Kebudayaan Ukraina mengecam Masha and the Bear dan menyebutnya sebagai alat propaganda Rusia. Menurut pemerintah Ukraina, serial tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi anak-anak, tetapi juga dapat memperkenalkan gambaran yang menguntungkan mengenai Rusia kepada penonton internasional.

AFP melaporkan, tayangan itu telah menuai kritik dari Ukraina dan sejumlah negara sekutunya, termasuk Inggris dan Estonia. Kritik tersebut muncul karena serial animasi itu dinilai menampilkan citra positif Rusia serta menjadi bagian dari instrumen soft power Moskow.

“Hal ini menciptakan dasar hukum untuk memblokir konten tersebut di Ukraina dan melibatkan platform internasional guna membatasi monetisasi serta distribusinya,” ujar Berezhna.

Ia juga menegaskan bahwa propaganda Rusia tidak memiliki tempat di layar tontonan anak-anak. Dengan pemberlakuan sanksi, pemerintah Ukraina membuka jalan menuju pembatasan yang lebih luas terhadap serial animasi tersebut, termasuk kemungkinan pelarangan total di masa mendatang.

Popularitas Masha and the Bear di Dunia

Masha and the Bear pertama kali tayang pada 2009. Serial ini mengisahkan Masha, seorang gadis kecil yang usil, bersama seekor beruang yang merupakan pensiunan pemain sirkus. Di Rusia, tayangan tersebut dikenal sebagai salah satu serial animasi klasik yang sangat digemari.

Popularitasnya kemudian meluas ke berbagai negara. Serial tersebut telah ditonton puluhan miliar kali di YouTube, disiarkan di sekitar 100 negara, dan menginspirasi sejumlah spin-off. Capaian ini membuat Masha and the Bear menjadi salah satu produk animasi Rusia yang paling dikenal secara global.

Di Ukraina sendiri, popularitas tayangan itu masih terlihat meskipun pemerintah menerapkan boikot dan pembatasan terhadap berbagai produk budaya Rusia sejak Kremlin melancarkan invasi pada 2022. Menurut media Ukrainska Pravda, pada Agustus 2025, kanal YouTube Ukraina untuk Masha and the Bear berada di posisi teratas dalam daftar kanal anak-anak paling populer di negara tersebut.

Kanal itu kini memiliki lebih dari 18 juta pelanggan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembatasan resmi tidak serta-merta menghilangkan minat masyarakat terhadap serial yang telah memiliki basis penonton besar.

Kremlin Membantah Tuduhan Ukraina

Kremlin menanggapi sanksi tersebut dengan nada meremehkan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah anggapan bahwa serial tersebut digunakan sebagai alat propaganda Rusia. Ia menyatakan bahwa Masha and the Bear mampu menaklukkan dunia karena mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan terbaik.

“Fakta bahwa Ukraina juga melancarkan perang terhadap kartun kemungkinan besar menjadi bukti lain dari sifat buruk otoritas Ukraina,” kata Peskov kepada para wartawan.

Sebelumnya, pada Juni, Ukraina juga memprotes langkah Netflix untuk mengakuisisi hak siar musim-musim terbaru Masha and the Bear. Keberatan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah Ukraina berupaya membatasi bukan hanya penayangan serial di dalam negeri, tetapi juga akses terhadap distribusi dan monetisasinya melalui platform internasional.

Langkah Awal Menuju Pelarangan Total

Pemberian sanksi terhadap studio, produser, penulis, dan sutradara menjadi langkah awal Ukraina untuk memperketat pengawasan terhadap serial animasi asal Rusia tersebut. Pemerintah Ukraina berpeluang menggunakan dasar hukum baru itu untuk memblokir konten, membatasi distribusi, serta menekan aliran pendapatan dari penayangan serial di wilayahnya.

Di sisi lain, popularitas Masha and the Bear di berbagai negara dan jumlah pengikut yang besar di YouTube menunjukkan bahwa pelarangan penuh dapat menghadapi tantangan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada penerapan sanksi serta respons platform internasional terhadap permintaan Ukraina.

Kesimpulan

Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap Masha and the Bear dan pihak-pihak di balik produksinya karena menilai serial tersebut menjadi sarana propaganda serta bagian dari soft power Rusia. Sanksi ini dapat menjadi dasar untuk memblokir konten dan membatasi monetisasi maupun distribusinya.

Sementara itu, Kremlin menolak tuduhan tersebut dan menyebut serial itu menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan popularitas global dan jumlah pelanggan kanal yang mencapai lebih dari 18 juta, masa depan Masha and the Bear di Ukraina kini berada di tengah tarik-menarik antara kebijakan pembatasan pemerintah dan tingginya minat penonton.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment