AS Klaim Hancurkan Dua Peluncur Roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz

Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan dua peluncur roket milik Iran di Pulau Larak, kawasan Selat Hormuz. Serangan tersebut disebut menargetkan fasilitas yang diyakini digunakan untuk menempatkan sistem peluncur roket Iran.

Menurut keterangan Amerika Serikat, peluncur yang menjadi sasaran kemungkinan besar merupakan sistem roket Fajr-5. Sistem tersebut dinilai memiliki kemampuan untuk menjangkau sejumlah jalur pelayaran di bagian selatan Selat Hormuz, kawasan yang berdekatan dengan perairan Oman.

Serangan itu dilakukan setelah AS menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC tengah bersiap meluncurkan rudal yang dapat membawa serta menyebarkan ranjau laut di Selat Hormuz. Tuduhan tersebut menjadi dasar bagi tindakan militer AS terhadap fasilitas peluncur di Pulau Larak.

AS Klaim Menyerang Dua Peluncur Iran

Juru bicara Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran yang berada di Pulau Larak. Sasaran serangan disebut berupa fasilitas yang diyakini digunakan Iran untuk menempatkan sistem peluncur roket.

Informasi mengenai jenis peluncur yang dihancurkan disampaikan melalui penilaian David Des Roches, mantan Direktur Urusan Semenanjung Arab di Departemen Pertahanan AS. Ia menilai karakteristik serangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump kemungkinan menindaklanjuti klaim mengenai adanya ancaman dari Iran.

“Karakteristik serangan tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Trump benar-benar melakukan apa yang dikatakannya, setelah mengklaim bahwa mereka melihat penempatan rudal yang mampu menanam ranjau laut,” kata Roches.

Peluncur Diduga Sistem Roket Fajr-5

Roches memperkirakan peluncur yang menjadi sasaran serangan merupakan sistem Fajr-5. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, jenis tersebut disebut sebagai kemungkinan besar, bukan konfirmasi resmi mengenai identitas peluncur yang dihancurkan.

Fajr-5 merupakan sistem peluncur roket ganda jarak jauh milik Iran. Roket pada sistem tersebut memiliki diameter sekitar 333 milimeter dan dilaporkan mampu mencapai jarak kurang lebih 75 kilometer.

Jangkauan itu membuat Fajr-5 dinilai dapat menjangkau sejumlah jalur laut di sekitar bagian selatan Selat Hormuz. Menurut Roches, kemampuan tersebut dapat memengaruhi rute pelayaran yang berada dekat pantai Oman.

Potensi Menjangkau Jalur Pelayaran Selatan

“Roket itu dapat menjangkau jalur-jalur laut di sana,” ujar Roches kepada Al Jazeera. Pernyataan tersebut merujuk pada rute pelayaran di sisi selatan Selat Hormuz yang berada di dekat perairan Oman.

Roches menjelaskan bahwa sejumlah kapal menggunakan perairan Oman sebagai jalur alternatif untuk menghindari kemungkinan serangan Iran terhadap kapal-kapal sipil. Situasi tersebut menunjukkan bahwa jalur pelayaran di kawasan selatan Selat Hormuz memiliki peran penting bagi kapal yang berupaya mengurangi risiko gangguan keamanan.

“Beberapa kapal melintasi perairan Oman untuk menghindari serangan Iran terhadap kapal-kapal sipil netral,” kata Roches.

Ancaman terhadap Jalur Pelayaran

Selain jangkauan roket, perhatian utama AS juga berkaitan dengan dugaan penggunaan sistem tersebut untuk mendukung penyebaran ranjau laut. Menurut Roches, kemampuan itu berpotensi mengganggu jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz.

Ia menyebut roket-roket Iran berpotensi digunakan untuk membantu penanaman ranjau di perairan tersebut. Jika terjadi, kondisi itu dapat membuat rute pelayaran di sisi selatan menjadi lebih sulit digunakan dan meningkatkan potensi ancaman terhadap kapal-kapal yang melintas.

“Roket-roket Iran ini berpotensi menanam ranjau di perairan tersebut. Jadi, hal itu akan mempersulit rute selatan,” ujar Roches.

Ia menambahkan bahwa kemampuan tersebut merupakan ancaman potensial yang cukup signifikan. Meski demikian, informasi mengenai dampak langsung serangan terhadap aktivitas pelayaran maupun kondisi fasilitas yang menjadi sasaran belum dijelaskan lebih lanjut dalam laporan tersebut.

Kesimpulan

Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz. Sistem yang menjadi sasaran diduga merupakan Fajr-5, yang memiliki jangkauan sekitar 75 kilometer dan dinilai mampu menjangkau jalur pelayaran di bagian selatan selat tersebut.

Serangan itu berlangsung setelah AS menuduh IRGC menyiapkan rudal yang dapat digunakan untuk membawa dan menyebarkan ranjau laut. Penilaian David Des Roches menunjukkan bahwa serangan tersebut kemungkinan berkaitan langsung dengan klaim ancaman yang sebelumnya disampaikan pemerintahan Trump.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada perkembangan keamanan di Selat Hormuz, terutama potensi gangguan terhadap jalur pelayaran selatan dan risiko penggunaan ranjau laut. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, detail lebih lanjut mengenai operasi AS serta respons Iran masih belum disampaikan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment