AS Tak Kecam Sanksi Eropa terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat, Sinyal Keretakan dengan Netanyahu?

Washington, D.C. – Sikap Amerika Serikat terhadap sanksi yang dijatuhkan Inggris, Prancis, Kanada, dan sejumlah negara Eropa terhadap aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat memunculkan perhatian. Berbeda dari dugaan banyak pihak, Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tidak secara terbuka mengecam keputusan tersebut.

Respons itu dinilai tidak biasa karena pemerintahan Trump selama ini dikenal memiliki sikap yang sangat mendukung Israel. Bahkan, pada awal masa jabatan keduanya, pemerintah AS mencabut sanksi yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Joe Biden terhadap sejumlah pemukim Israel yang terlibat kekerasan di Tepi Barat.

Trump Pilih Sikap Hati-hati terhadap Sanksi Eropa

Ketika ditanya mengenai sanksi tersebut pada Rabu, Trump memberikan tanggapan yang lebih tertutup dibandingkan sikapnya terhadap isu-isu Israel sebelumnya. Ia mengatakan akan berbicara dengan pemerintah Israel untuk memahami latar belakang keputusan negara-negara tersebut.

“Saya mengerti persis apa yang sedang terjadi, tetapi saya ingin mencari tahu mengapa hal itu tiba-tiba terjadi?” ujar Trump.

Inggris disebut telah memberi informasi kepada pemerintah AS sebelum mengumumkan sanksi. Informasi itu disampaikan, antara lain, melalui pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Andy Burnham dan Trump.

Meski Trump menyatakan mengetahui persoalan tersebut, sikap akhirnya masih belum jelas. Gedung Putih juga mengarahkan media kepada pernyataan Trump ketika dimintai tanggapan mengenai kebijakan Inggris dan negara-negara lain.

Rubio Akui Kekhawatiran AS atas Situasi Tepi Barat

Marco Rubio juga tidak ikut mengecam sanksi yang diberlakukan negara-negara Barat. Namun, ia mengungkapkan kekhawatiran Washington terhadap kondisi di Tepi Barat yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.

“Kami tidak ingin melihat hal-hal yang dapat menggoyahkan stabilitas terjadi di Tepi Barat saat ini, mengingat begitu banyak hal yang terjadi di wilayah tersebut,” kata Rubio kepada wartawan pada Selasa.

Menurut Rubio, situasi di Tepi Barat juga dapat memengaruhi upaya Amerika Serikat untuk mencapai kemajuan dalam penyelesaian konflik Gaza. Ia menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan rencana 20 poin serta Dewan Perdamaian yang didukung AS.

Namun, Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengikuti langkah Inggris dengan menjatuhkan kebijakan serupa.

“Jelas, kami tidak akan melakukan apa yang dilakukan Inggris,” ujar Rubio.

Ia mengakui pemerintah AS telah menerima pemberitahuan mengenai keputusan Inggris dan mendengar alasan di balik kebijakan tersebut. Akan tetapi, Washington belum menyatakan akan mengambil tindakan langsung terhadap Israel atau pihak-pihak yang terkait dengan aktivitas permukiman.

Perbedaan Sikap di Internal Pemerintah AS

Sikap Trump dan Rubio berbeda dari pernyataan Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee. Sebelumnya, Huckabee menuduh pemerintah Inggris melakukan “kebencian terhadap Yahudi” terkait kebijakan sanksi tersebut.

Huckabee juga memperingatkan bahwa keputusan Inggris dapat berdampak besar terhadap sejumlah perusahaan Inggris. Namun, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak dikoordinasikan dengan Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri AS.

Seorang mantan pejabat senior AS menilai pernyataan Huckabee sejalan dengan pandangannya selama bertahun-tahun mengenai Israel, permukiman Yahudi, dan Tepi Barat. Menurutnya, banyak pihak memang memperkirakan respons seperti itu berdasarkan sikap pemerintah AS sebelumnya.

Permukiman E1 Jadi Perhatian Internasional

Selain sanksi terhadap pemukim dan aktivitas permukiman, Amerika Serikat juga belum secara terbuka mengecam rencana Israel mengembangkan proyek permukiman E1. Proyek tersebut dinilai dapat membagi Tepi Barat menjadi wilayah utara dan selatan.

Pembangunan E1 juga dikhawatirkan memisahkan Yerusalem Timur dari wilayah Tepi Barat lainnya. Yerusalem Timur selama ini termasuk wilayah yang diharapkan menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich secara terbuka mendukung perluasan permukiman tersebut. Ia bahkan mengatakan pembangunan permukiman merupakan cara untuk “mengubur” gagasan mengenai negara Palestina.

“Negara Palestina sedang dihapus dari meja perundingan bukan dengan slogan tetapi dengan tindakan,” kata Smotrich.

Israel merebut Yerusalem Timur dan Tepi Barat dalam perang 1967. Berdasarkan hukum internasional, kedua wilayah tersebut dianggap sebagai wilayah pendudukan. Sementara itu, permukiman Israel di wilayah tersebut secara luas dinilai ilegal oleh masyarakat internasional.

Potensi Keretakan Hubungan Trump dan Netanyahu

Mantan Duta Besar AS untuk Israel Daniel Shapiro mengatakan respons awal Trump dan Rubio setidaknya menunjukkan bahwa pemerintah AS menyadari persoalan kekerasan yang dilakukan kelompok ekstremis Israel di Tepi Barat.

Shapiro menilai Trump memiliki pengaruh terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendorong perubahan kebijakan Israel di wilayah tersebut. Menurutnya, Trump dapat menggunakan isu kekerasan pemukim sebagai alat tekanan, terutama karena Netanyahu membutuhkan dukungan Trump menjelang pemilihan umum Israel bulan depan.

“Saya pikir Trump memiliki banyak pengaruh, tetapi saya rasa dia belum benar-benar menggunakannya,” ujar Shapiro.

Seorang mantan pejabat senior AS lainnya meragukan Netanyahu mampu mengendalikan para pemukim sebelum pemilihan. Ia menyebut sanksi yang direncanakan negara-negara Barat sebagai “tembakan peringatan”.

Meski demikian, pejabat AS lainnya mempertanyakan efektivitas sanksi tersebut. Menurutnya, kebijakan itu justru dapat memperkuat dukungan terhadap Israel dan Netanyahu dengan memperkuat narasi bahwa dunia sedang menentang Israel.

Kesimpulan

Keputusan Trump dan Rubio untuk tidak mengecam sanksi Eropa terhadap aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat menjadi sinyal yang menarik dalam hubungan Washington dan pemerintahan Netanyahu. Amerika Serikat memang belum menunjukkan niat untuk menjatuhkan sanksi langsung kepada Israel, tetapi pernyataan mengenai stabilitas Tepi Barat menunjukkan adanya perhatian yang lebih besar terhadap dampak kebijakan permukiman.

Ke depan, sikap Trump terhadap ekspansi permukiman, kekerasan pemukim, dan proyek E1 akan menjadi indikator penting. Jika Washington terus menahan diri dari pembelaan terbuka terhadap kebijakan Israel, hal itu dapat memperlihatkan meningkatnya ketidaknyamanan atau bahkan keretakan tertentu antara pemerintahan Trump dan Netanyahu.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment