Delegasi Israel Walk Out Saat Erdogan Kritik PBB dan Situasi Palestina di Sidang Umum

Delegasi Israel dilaporkan meninggalkan ruangan saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa (22/9). Aksi tersebut terjadi ketika Erdogan mengkritik peran PBB dalam merespons berbagai konflik, terutama situasi di Palestina, Lebanon, Sudan, serta wilayah krisis lainnya.

Dalam pidatonya, Erdogan menilai PBB belum mampu memenuhi harapan masyarakat internasional yang menginginkan perlindungan dan penyelesaian terhadap konflik. Ia menyebut organisasi tersebut terus mengalami kemunduran dan membuat banyak pihak kecewa, khususnya mereka yang menggantungkan harapan pada lembaga internasional itu.

Delegasi Israel Meninggalkan Ruangan Saat Erdogan Berpidato

Sejumlah delegasi Israel tampak meninggalkan tempat duduk mereka ketika Erdogan menyampaikan kritik terhadap PBB. Peristiwa tersebut berlangsung di sela-sela pernyataan Erdogan mengenai kondisi Palestina, Lebanon, Sudan, dan sejumlah wilayah konflik lainnya.

Meski delegasi Israel keluar dari ruangan, Erdogan tetap melanjutkan pidatonya. Ia tidak terlihat menghentikan pernyataan yang sedang disampaikan dan kembali menekankan pentingnya peran PBB dalam melindungi masyarakat yang terdampak konflik.

“Organisasi ini terus mengalami pendarahan. Mereka yang telah menaruh harapan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait situasi di Palestina, Lebanon, Sudan, dan wilayah krisis lainnya merasa sangat kecewa,” kata Erdogan.

Erdogan Soroti Keselamatan Anak-Anak di Gaza dan Lebanon

Erdogan kemudian menyampaikan bahwa dukungan dan kepercayaan komunitas internasional terhadap PBB hanya dapat diperkuat apabila organisasi tersebut mampu memastikan keselamatan anak-anak di Gaza. Menurutnya, perlindungan terhadap anak-anak menjadi salah satu ukuran penting bagi keseriusan lembaga internasional dalam menangani konflik.

Ia menggambarkan harapan agar anak-anak Palestina dapat menjalani kehidupan tanpa terus-menerus menghadapi ancaman serangan dari udara. Erdogan mengatakan, anak-anak di Gaza seharusnya dapat melihat layang-layang yang terbang bebas ketika menengadah ke langit, bukan jet tempur, kendaraan udara tak berawak, maupun drone.

“Saat anak-anak Palestina menengadah ke langit, mereka akan melihat layang-layang yang terbang bebas, bukan jet tempur, UAV, atau pesawat nirawak (drone),” ujar Erdogan.

Ia juga menyinggung kondisi anak-anak di Lebanon. Erdogan berharap mereka tidak lagi terbangun pada tengah malam akibat suara ledakan. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kritiknya terhadap situasi konflik yang terus menimbulkan ketakutan bagi masyarakat sipil.

Kritik terhadap Ketergantungan pada Lima Negara

Selain menyoroti konflik di sejumlah wilayah, Erdogan mengkritik sistem pengambilan keputusan di Dewan Keamanan PBB. Ia menilai sistem yang sangat bergantung pada kehendak lima negara bukanlah mekanisme yang adil dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan komunitas internasional.

Lima negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis. Kelimanya merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan memiliki hak veto yang dapat memengaruhi diterima atau tidaknya sebuah resolusi.

Menurut Erdogan, resolusi PBB dapat menjadi jangkar sekaligus panduan bagi komunitas internasional dalam mengambil tindakan dalam jangka panjang. Karena itu, ia menilai Dewan Keamanan PBB perlu mengalami reformasi agar sistem yang berlaku dapat lebih mencerminkan kondisi dunia secara keseluruhan.

“Dewan Keamanan mutlak harus direformasi sesuai dengan prinsip bahwa dunia lebih besar daripada lima negara,” kata Erdogan.

Hubungan Israel dan Turki Memanas

Aksi delegasi Israel meninggalkan ruangan tersebut berlangsung ketika hubungan Israel dan Turki sedang memanas. Dalam beberapa waktu terakhir, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut pernah menyandingkan gambar Erdogan dengan pemimpin Iran dan Hizbullah yang dipandang sebagai pihak yang bermusuhan.

Ketegangan juga meningkat setelah Tel Aviv membuat Ankara murka. Pasukan Israel dilaporkan menggempur sebuah pangkalan udara di Aleppo, Suriah, yang berada dekat dengan wilayah Turki.

Kesimpulan

Walk out delegasi Israel saat Erdogan berpidato memperlihatkan tajamnya perbedaan sikap mengenai konflik Palestina dan peran PBB. Erdogan tidak hanya mengkritik respons organisasi tersebut terhadap Palestina, Lebanon, dan Sudan, tetapi juga menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB yang selama ini bergantung pada hak veto lima anggota tetap.

Ke depan, isu perlindungan anak-anak di wilayah konflik dan tuntutan pembaruan sistem PBB diperkirakan tetap menjadi perhatian dalam forum internasional. Pernyataan Erdogan menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat dunia terhadap PBB akan sangat bergantung pada kemampuan organisasi tersebut dalam merespons krisis serta memastikan keselamatan warga sipil.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment