Donald Trump Puji Sikap China soal Konflik Selat Hormuz Jelang Kunjungan Xi Jinping ke AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji sikap China yang dinilai tidak banyak ikut campur dalam konflik di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington DC dalam beberapa pekan mendatang.

Trump menyebut hubungan antara dirinya dan Xi Jinping berjalan baik. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai jadwal maupun agenda kunjungan pemimpin China tersebut ke Amerika Serikat.

Trump Sebut Xi Jinping Akan Berkunjung dalam Beberapa Pekan

Trump mengatakan Xi Jinping akan datang ke Washington dalam beberapa pekan mendatang. Menurut Trump, Xi Jinping menantikan kunjungan tersebut, begitu pula dirinya.

“Dia akan datang dalam beberapa pekan mendatang. Dia menantikannya. Saya juga menantikan kedatangannya. Kami punya hubungan baik,” ujar Trump pada Senin (2/9), seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP).

Pernyataan itu disampaikan ketika Trump membahas hubungan Amerika Serikat dan China, termasuk sikap Beijing terhadap konflik yang berlangsung di kawasan Selat Hormuz. Meski menyebut adanya hubungan baik, Trump tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai waktu pasti kedatangan Xi maupun pokok pembicaraan yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

China Dinilai Tidak Banyak Terlibat dalam Konflik Selat Hormuz

Dalam kesempatan yang sama, Trump menyampaikan apresiasi terhadap China karena dinilai relatif tidak aktif dalam konflik di Selat Hormuz. Ia menilai Beijing tidak banyak mengambil peran atau ikut campur dalam situasi tersebut.

“Bahkan dengan Selat Hormuz, dia relatif tak aktif. Dia relatif tak aktif dibanding apa yang seharusnya dia lakukan,” kata Trump.

Ucapan tersebut menunjukkan bahwa Trump memperhatikan posisi China dalam konflik yang berkaitan dengan kawasan Selat Hormuz. Ia juga menilai sikap China yang tidak terlalu aktif sebagai sesuatu yang patut dicatat dalam hubungan kedua negara.

Trump Mengaku Menghormati Xi Jinping

Selain menyinggung sikap China terkait konflik di Selat Hormuz, Trump juga menyampaikan pandangannya mengenai hubungan personal dan politik dengan Xi Jinping. Presiden AS itu mengaku sangat menghormati pemimpin China tersebut.

Trump juga meyakini bahwa Xi Jinping memiliki penghormatan yang sama terhadap dirinya dan Amerika Serikat. “Saya kira dia menghargai saya, dan saya kira dia menghormati negara kita lagi. Dia tak menghormati negara kita dua tahun lalu, dia menertawakan negara kita,” ujar Trump.

Pernyataan Trump tersebut merujuk pada pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya di bawah Presiden Joe Biden. Selama ini, hubungan Washington dan Beijing memang berlangsung secara dinamis, dengan hubungan yang terkadang membaik tetapi juga kerap diwarnai ketegangan.

AS Tidak Akan Menargetkan Bank China dengan Sanksi

Komentar Trump mengenai China muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengindikasikan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak akan menargetkan bank-bank China untuk dikenai sanksi.

Dalam perkembangan terakhir, Amerika Serikat tengah meningkatkan sasaran terhadap entitas atau lembaga dari negara lain yang dianggap membantu Iran. Langkah tersebut berlangsung ketika konflik di kawasan masih terus berkecamuk.

Sebelumnya, sanksi Amerika Serikat dilaporkan berpotensi menyasar sejumlah bank China. Namun, indikasi yang disampaikan Scott Bessent menunjukkan bahwa bank-bank tersebut tidak akan menjadi target sanksi. Situasi ini menjadi bagian dari dinamika hubungan Washington dan Beijing yang masih berlangsung.

Hubungan AS-China Menjelang Pertemuan Trump dan Xi

Rencana kunjungan Xi Jinping ke Washington menjadi perhatian karena berlangsung di tengah hubungan Amerika Serikat dan China yang masih bersifat panas dingin. Di satu sisi, Trump menyebut dirinya dan Xi memiliki hubungan baik. Di sisi lain, isu konflik di Selat Hormuz serta kebijakan sanksi terhadap pihak-pihak yang membantu Iran tetap menjadi bagian dari pembahasan yang sensitif.

Untuk saat ini, Trump baru menyampaikan bahwa kunjungan Xi akan berlangsung dalam beberapa pekan. Belum ada rincian mengenai tanggal kunjungan, agenda pertemuan, maupun hasil yang diharapkan dari pertemuan tersebut.

Kesimpulan

Donald Trump memuji China karena dinilai relatif tidak aktif dalam konflik di Selat Hormuz. Pujian itu disampaikan menjelang rencana kunjungan Xi Jinping ke Washington dalam beberapa pekan mendatang. Trump juga menegaskan bahwa dirinya menghormati Xi dan menilai hubungan keduanya berjalan baik.

Di sisi lain, hubungan Amerika Serikat dan China masih menghadapi berbagai dinamika, termasuk isu sanksi terhadap bank China yang sebelumnya dilaporkan berpotensi menjadi sasaran. Ke depan, perhatian akan tertuju pada realisasi kunjungan Xi Jinping serta perkembangan sikap kedua negara terhadap konflik dan kebijakan sanksi yang sedang berlangsung.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment