Helikopter Ambulans Jatuh di Long Lellang Malaysia, Lima Orang Tewas
Malaysia kembali dilanda kecelakaan penerbangan yang menewaskan seluruh penumpang di dalam helikopter ambulans. Sebanyak lima orang meninggal dunia setelah helikopter tersebut jatuh di dekat Bandara Long Lellang Short Take-Off and Landing (STOLport), Sarawak, pada Selasa (8/9). Kelima korban merupakan petugas kesehatan yang sedang menjalankan misi pelayanan medis ke wilayah pedalaman.
Insiden ini terjadi ketika helikopter berangkat dari Kota Miri menuju Long Lellang. Penerbangan tersebut merupakan bagian dari program Doctor Flying Service, yakni layanan kesehatan pemerintah Malaysia yang ditujukan untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
Lima Petugas Kesehatan Menjadi Korban
Kepala Komite Manajemen Bencana Divisi Miri, Galong Luang, mengonfirmasi bahwa seluruh orang yang berada di dalam helikopter meninggal dunia. Mereka terdiri atas seorang pilot, satu dokter, seorang asisten dokter, serta dua perawat.
Seluruh korban diketahui bertugas di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia. Konfirmasi jumlah korban disampaikan setelah laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Kementerian Kesehatan Malaysia diterima oleh pihak berwenang.
“Kelima orang yang berada di dalam pesawat tersebut meninggal dunia, sebagaimana dikonfirmasi laporan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta kementerian kesehatan,” kata Galong, seperti dikutip The Star.
Helikopter Jatuh di Dekat Ujung Landasan
Berdasarkan informasi awal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara Miri atau Airport Fire and Rescue Service (AFRS), helikopter jatuh di dekat ujung landasan pacu Bandara Long Lellang. Kecelakaan tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.40 waktu setempat.
Lokasi kejadian berada di kawasan Long Lellang, wilayah yang menjadi tujuan misi penerbangan medis tersebut. Helikopter itu sebelumnya berangkat dari Kota Miri untuk menjalankan tugas pelayanan kesehatan di daerah pedalaman.
Hingga Rabu pagi, proses evakuasi di lokasi kecelakaan masih berlangsung. Petugas terkait dikerahkan untuk menangani situasi dan mengevakuasi para korban dari area jatuhnya helikopter.
Rumah Sakit Miri Siap Menerima Korban
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad menyatakan Rumah Sakit Miri telah siap menerima para korban setelah proses evakuasi selesai. Kesiapan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari penanganan lanjutan terhadap kecelakaan helikopter ambulans di Long Lellang.
“Rumah Sakit Miri sepenuhnya siap menerima para korban segera setelah mereka dievakuasi dari lokasi kejadian,” ujar Dzulkefly, seperti dikutip New Straits Times.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika operasi evakuasi masih berjalan. Dengan demikian, penanganan di lapangan tetap menjadi prioritas utama bagi petugas yang berada di lokasi kecelakaan.
Misi Layanan Kesehatan ke Daerah Terpencil
Helikopter yang mengalami kecelakaan tengah menjalankan misi Doctor Flying Service. Program tersebut merupakan layanan kesehatan pemerintah Malaysia yang menggunakan penerbangan untuk membantu menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
Keberadaan layanan semacam ini memiliki peran penting karena tenaga medis dapat dikirim ke daerah yang sulit dijangkau melalui perjalanan darat. Dalam insiden ini, pilot dan empat tenaga kesehatan berada dalam satu penerbangan menuju pedalaman Long Lellang ketika kecelakaan terjadi.
Evakuasi Masih Menjadi Fokus Utama
Kecelakaan helikopter ambulans tersebut menewaskan seluruh lima orang di dalamnya. Sampai Rabu pagi, operasi evakuasi masih berlangsung, sementara Rumah Sakit Miri telah menyatakan kesiapan untuk menerima para korban.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada penyelesaian proses evakuasi di lokasi. Untuk sementara, informasi yang telah dikonfirmasi menyebutkan bahwa helikopter jatuh di dekat ujung landasan Bandara Long Lellang sekitar pukul 15.40 waktu setempat saat menjalankan misi pelayanan kesehatan dari Kota Miri.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment