IRGC Iran Klaim Lancarkan Serangan Rudal Balistik ke Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan besar menggunakan rudal balistik ke Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania pada Rabu (2/9). Serangan tersebut disebut menyasar fasilitas yang digunakan untuk menampung drone jarak jauh milik Amerika Serikat, termasuk RQ-4 dan MQ-9.
Klaim mengenai serangan itu disampaikan IRGC melalui pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut serangan tersebut menyebabkan sejumlah kerusakan pada fasilitas militer dan menimbulkan korban di pihak Amerika Serikat.
IRGC Klaim Serang Hanggar Drone AS
Menurut IRGC, sasaran utama serangan rudal balistik tersebut adalah hanggar di Pangkalan Udara Prince Hassan. Fasilitas itu disebut menampung drone jarak jauh RQ-4 dan MQ-9 yang dioperasikan oleh Amerika Serikat.
IRGC menyatakan beberapa drone mengalami kehancuran akibat serangan tersebut. Selain itu, kelompok tersebut juga mengklaim sejumlah personel penerbangan dan teknis Amerika Serikat tewas.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menuturkan bahwa sejumlah infrastruktur teknis di pangkalan tersebut terbakar. Namun, rincian mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah pasti korban belum disampaikan secara lebih lanjut dalam informasi yang tersedia.
Belum Ada Konfirmasi dari AS dan Yordania
Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Amerika Serikat maupun Yordania mengenai klaim serangan tersebut. Dengan demikian, informasi tentang kerusakan drone, korban jiwa, dan kebakaran infrastruktur masih berasal dari pernyataan IRGC.
Ketiadaan konfirmasi dari kedua pihak membuat sejumlah klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Kondisi ini juga menyisakan pertanyaan mengenai dampak sebenarnya dari serangan terhadap Pangkalan Udara Prince Hassan.
Disebut sebagai Pembalasan atas Serangan di Sirik
IRGC menyatakan serangan terhadap pangkalan udara di Yordania merupakan tindakan pembalasan atas serangan Amerika Serikat terhadap sebuah perayaan pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan.
Menurut versi IRGC, serangan di lokasi tersebut mengenai sekitar 70 tamu yang menghadiri acara pernikahan. Serangan itu disebut menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta menyebabkan beberapa orang lainnya mengalami luka serius.
IRGC kemudian menyebut serangan terhadap Pangkalan Udara Prince Hassan sebagai bentuk “pembalasan” atas insiden di Sirik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran mengaitkan serangan ke fasilitas militer di Yordania dengan serangan yang diklaim terjadi di wilayah Provinsi Hormozgan.
Pangkalan Prince Hassan Disebut Pernah Menjadi Sasaran
Iran disebut telah beberapa kali menargetkan Pangkalan Udara Prince Hassan selama konflik yang sedang berlangsung. Sebelumnya, Iran juga pernah mengklaim telah menyerang fasilitas yang menampung drone MQ-9 milik Amerika Serikat di lokasi yang sama.
Namun, informasi mengenai serangan-serangan sebelumnya juga disampaikan dalam bentuk klaim dari pihak Iran. Belum terdapat keterangan tambahan dalam laporan ini mengenai tanggapan Amerika Serikat atau Yordania terhadap klaim tersebut.
Kesimpulan
IRGC Iran mengklaim melancarkan serangan rudal balistik ke Pangkalan Udara Prince Hassan di Yordania dengan sasaran hanggar drone RQ-4 dan MQ-9 milik Amerika Serikat. Iran menyebut serangan itu menghancurkan beberapa drone, menewaskan personel AS, serta membakar sejumlah infrastruktur teknis.
IRGC juga menyatakan serangan tersebut merupakan pembalasan atas serangan terhadap sebuah perayaan pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan, yang menurut klaim Iran menewaskan empat orang. Meski demikian, belum ada konfirmasi langsung dari Amerika Serikat maupun Yordania. Perkembangan selanjutnya masih bergantung pada keterangan resmi dari kedua negara untuk memastikan dampak dan kebenaran klaim tersebut.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment