Dua Kelurahan di Jakarta Utara Dilanda Kekeringan, Pemprov DKI Siapkan 29 Tangki Air

JAKARTA – Dua kelurahan di Jakarta Utara dilaporkan mulai mengalami kekeringan di tengah musim kemarau panjang. Kondisi tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam kegiatan Apel Jaga Jakarta yang digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di wilayah DKI Jakarta, Rabu (2/9).

Adapun dua wilayah yang terdampak kekeringan adalah Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Semper. Keduanya berada di Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama sejumlah instansi terkait kini menyiapkan langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak.

Dua Kelurahan di Cilincing Mengalami Kekeringan

Dalam keterangannya, Pramono Anung menyebut kekeringan telah terjadi di dua kelurahan di Kecamatan Cilincing. Ia menyampaikan informasi tersebut saat meninjau kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau di Jakarta.

“Seperti yang saudara-saudara saksikan, pada hari ini ada dua kelurahan yang memang sudah mengalami kekeringan, yaitu di Kelurahan Kalibaru dan Semper,” ujar Pramono.

Kelurahan Kalibaru dan Semper menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian pemerintah karena masyarakat di kawasan tersebut mulai menghadapi persoalan kekurangan air. Kondisi ini mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah lembaga lainnya.

Pemprov DKI Siapkan 29 Tangki Air

Untuk menangani kekeringan, pemerintah menyiapkan tangki air yang dapat digunakan untuk mendistribusikan air kepada warga. Pramono mengatakan, sebanyak 29 tangki telah disediakan melalui kerja sama dengan 10 instansi dan lembaga yang berpartisipasi dalam penanganan kekurangan air di Jakarta.

“Untuk itu telah disediakan 29 tangki dari 10 instansi lembaga yang berpartisipasi untuk mengatasi persoalan kekurangan air di Jakarta,” kata Pramono.

Penyediaan tangki tersebut menjadi salah satu langkah awal pemerintah untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau. Selain menyiapkan sarana distribusi air, Pemprov DKI juga berupaya memperkuat mekanisme pelaporan agar wilayah yang mengalami kekeringan dapat segera ditangani.

Warga Diminta Melapor melalui Layanan 112

BPBD DKI Jakarta bersama PAM Jaya telah menyiapkan jalur komunikasi untuk menerima laporan warga yang terdampak kekeringan. Masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera menyampaikan laporan melalui layanan darurat 112.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, mekanisme pelaporan tersebut telah disosialisasikan kepada jajaran wali kota, kecamatan, dan kelurahan. Setelah laporan diterima, BPBD akan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memfasilitasi pendistribusian air bersih.

“Ini kami sosialisasikan ke jajaran wali kota, kecamatan, dan kelurahan agar bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan, segera melaporkan ke 112 dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersih,” ujar Marulitua.

Puncak Kemarau Diperkirakan Terjadi pada Agustus-September 2026

Fenomena kekeringan di Jakarta berlangsung ketika musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya. Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Selain itu, fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekurangan air di sejumlah wilayah.

Kesimpulan

Kekeringan mulai melanda Kelurahan Kalibaru dan Semper di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta bersama BPBD, PAM Jaya, dan delapan instansi atau lembaga lainnya telah menyiapkan 29 tangki air.

Warga yang mengalami dampak kekeringan dapat melapor melalui layanan 112 agar segera mendapatkan fasilitasi distribusi air bersih. Dengan puncak kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 serta El Nino yang diprediksi berlanjut hingga awal 2027, koordinasi pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi kekurangan air di Jakarta.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment