Kabut Asap Karhutla Indonesia Ganggu Malaysia dan Ancam Singapura, Ini Kilas Berita Internasional

JAKARTA – Kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia menjadi salah satu perhatian utama dalam pemberitaan internasional pada Rabu (19/8). Dampak kebakaran tersebut mulai dirasakan negara-negara tetangga, terutama Malaysia dan Singapura, yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Di Malaysia, sejumlah wilayah di negara bagian Sarawak mencatat kualitas udara yang buruk. Sementara itu, Singapura mengeluarkan peringatan mengenai potensi munculnya kabut asap apabila kebakaran di Sumatra dan Kalimantan semakin meluas. Selain isu karhutla, perkembangan lain yang turut menjadi sorotan adalah penangkapan pejabat Palestina oleh polisi Israel serta kelanjutan isu perang dan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Kualitas Udara di Tujuh Wilayah Sarawak Memburuk

Tujuh wilayah di negara bagian Sarawak, Malaysia, mencatat peningkatan polusi udara yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Berdasarkan laporan Malay Mail, kondisi tersebut tercatat pada Rabu (19/8) pukul 16.00 waktu setempat.

Wilayah yang mengalami kualitas udara buruk meliputi Serian, Sri Aman, Kuching, Mukah, Samarahan, Bintulu, dan Sibu. Seluruh wilayah tersebut mencatat angka Indeks Polutan Udara atau Air Pollutant Index (API) di atas 100.

Serian Catat Angka Polusi Tertinggi

Serian menjadi wilayah dengan tingkat polusi udara tertinggi di antara tujuh kawasan tersebut. Angka API di wilayah itu mencapai 165. Sri Aman menyusul dengan angka 161, sedangkan Kuching berada di posisi berikutnya dengan angka 160.

Adapun Mukah mencatat API sebesar 154. Samarahan berada pada angka 135, Bintulu mencapai 130, dan Sibu mencatat angka 129. Data tersebut menunjukkan bahwa dampak asap tidak hanya dirasakan di satu wilayah, tetapi tersebar di sejumlah kawasan Sarawak.

Kondisi kualitas udara ini menjadi perhatian karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat bergerak melintasi batas wilayah. Asap dari kebakaran di Indonesia sebelumnya disebut sebagai salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas udara negara-negara tetangga.

Singapura Waspadai Potensi Kabut Asap

Singapura juga menyampaikan kewaspadaan terhadap kemungkinan memburuknya kualitas udara di negara kota tersebut. Peringatan itu disampaikan di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung di kawasan Sumatra dan Kalimantan.

Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) menyatakan bahwa titik-titik panas yang disertai kepulan asap terpantau terutama di wilayah Sumatra bagian selatan dan tengah. Titik panas juga terlihat di berbagai wilayah Kalimantan.

Dalam imbauan yang dipublikasikan melalui situs resminya pada Senin (17/8), NEA menyebut kondisi kering diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari berikutnya. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas.

NEA juga menjelaskan bahwa arah angin dari tenggara atau barat daya dapat membawa dampak asap menuju Singapura. Jika kebakaran di Sumatra dan Kalimantan semakin meluas, negara tersebut berpotensi mengalami kondisi berkabut asap.

Polisi Israel Tangkap Pejabat Palestina

Di luar isu lingkungan, berita internasional lainnya datang dari Yerusalem Timur. Polisi Israel menangkap Menteri Urusan Yerusalem Palestina, Ashraf Al Awar, di kediamannya di Silwan pada Rabu (19/8).

Informasi mengenai penangkapan tersebut disampaikan oleh salah satu pejabat di kantor Al Awar kepada Anadolu Agency. Namun, menurut keterangan pejabat tersebut, polisi Israel tidak memberikan alasan terkait penangkapan sang menteri.

Perang AS dan Iran Masih Menjadi Sorotan

Perkembangan perang antara Amerika Serikat dan Iran serta kelanjutan nasib negosiasi kedua negara juga masih menjadi perhatian dalam pemberitaan internasional. Isu tersebut menjadi bagian dari rangkaian berita global yang mendapat sorotan pada hari yang sama.

Kesimpulan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali berdampak pada negara-negara tetangga. Malaysia mencatat kualitas udara buruk di tujuh wilayah Sarawak, sedangkan Singapura memperingatkan potensi kabut asap apabila kebakaran di Sumatra dan Kalimantan terus meluas.

Dengan kondisi cuaca kering dan arah angin yang berpotensi membawa asap ke negara tetangga, perkembangan kebakaran dalam beberapa hari ke depan akan menjadi perhatian. Di sisi lain, penangkapan pejabat Palestina oleh polisi Israel serta isu perang dan negosiasi Amerika Serikat-Iran turut mewarnai pemberitaan internasional.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment