Netanyahu dan Dewan Perdamaian Sepakati Dua Komite untuk Urus Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), Nickolay Mladenov, menyepakati pembentukan dua komite kerja untuk menangani sejumlah persoalan di Jalur Gaza, Palestina. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Israel pada Senin (17/8).

Pembentukan dua kelompok kerja itu menjadi bagian dari pembahasan mengenai masa depan Gaza, terutama terkait demiliterisasi serta kebutuhan dasar masyarakat. Pertemuan tersebut juga dihadiri Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertugas sebagai utusan khusus, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Netanyahu dan BoP Bentuk Dua Kelompok Kerja

Kantor Netanyahu menyatakan bahwa pertemuan antara perdana menteri Israel dan Dewan Perdamaian berlangsung secara mendalam serta konstruktif. Dari diskusi tersebut, kedua pihak menyepakati pembentukan dua kelompok kerja yang akan menangani isu berbeda di Gaza.

“Perdana Menteri dan Dewan Perdamaian telah melakukan diskusi yang mendalam dan konstruktif. Disepakati untuk membentuk dua kelompok kerja,” demikian pernyataan kantor Netanyahu yang disampaikan melalui media sosial X.

Kelompok kerja pertama akan berfokus pada pelucutan senjata kelompok milisi Hamas. Komite ini akan menangani proses demiliterisasi Gaza yang disebut harus dilakukan segera. Demiliterisasi tersebut juga diwajibkan selesai sebelum proyek rekonstruksi apa pun dimulai di wilayah tersebut.

Demiliterisasi Jadi Syarat Rekonstruksi Gaza

Persoalan demiliterisasi menjadi salah satu perhatian utama dalam pembahasan mengenai rencana masa depan Gaza. Berdasarkan kesepakatan yang disampaikan, rekonstruksi tidak akan berjalan sebelum proses pelucutan senjata dan demiliterisasi diselesaikan.

Jared Kushner menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengizinkan rekonstruksi Gaza berlangsung sebelum wilayah tersebut mengalami demiliterisasi. Pernyataan itu disampaikan Kushner dalam wawancara dengan Fox News setelah bertemu Netanyahu.

Kushner juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri dari ancaman yang dinilai akan segera terjadi. Dengan demikian, isu keamanan Israel tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai peta jalan perdamaian dan rencana pengelolaan Gaza.

Komite Kedua Bahas Sanitasi dan Kesehatan

Sementara itu, kelompok kerja kedua akan menangani kebutuhan dasar masyarakat Gaza. Fokus komite ini mencakup sanitasi, ketersediaan air bersih, serta berbagai persoalan kesehatan masyarakat lainnya.

Isu-isu tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kondisi penduduk Gaza, tetapi juga dapat memengaruhi masyarakat di Israel. Karena itu, komite kedua diharapkan membahas persoalan layanan dasar secara lebih terarah dalam kerangka pengelolaan dan stabilisasi wilayah tersebut.

Pembentukan komite yang menangani sanitasi, air bersih, dan kesehatan menunjukkan bahwa rencana untuk Gaza tidak hanya berhubungan dengan aspek keamanan. Kebutuhan kemanusiaan masyarakat juga menjadi bagian dari agenda yang dibahas antara Israel dan Dewan Perdamaian.

Pertemuan Digelar Setelah Israel Tolak Dokumen BoP

Pertemuan Netanyahu dengan Mladenov, Kushner, dan Tony Blair berlangsung setelah Israel menolak dokumen 15 poin yang disusun Dewan Perdamaian untuk Gaza. Beberapa hari setelah dokumen tersebut diumumkan oleh Trump, Netanyahu menyatakan bahwa Israel tidak bersedia menyepakati seluruh rancangan yang diajukan.

Menurut Netanyahu, terdapat sejumlah bagian dalam rencana tersebut yang tidak dapat diterima oleh Israel. Salah satu hal yang menjadi keberatan adalah ketentuan mengenai penarikan pasukan.

Dewan Perdamaian sendiri merupakan badan yang diinisiasi Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Jalur Gaza dalam masa transisi pascakonflik. Penolakan Israel terhadap dokumen awal itu kemudian diikuti dengan kunjungan Kushner dan pihak BoP ke Israel untuk membahas sejumlah kekhawatiran yang muncul.

Kushner Sebut Kekhawatiran Israel Berhasil Diatasi

Dalam keterangannya kepada Fox News, Kushner menggambarkan pertemuannya dengan Netanyahu sebagai pertemuan yang berlangsung “sangat, sangat baik”. Ia menyebut terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait peta jalan perdamaian, tetapi persoalan tersebut telah dibahas dan berhasil ditangani.

“Saya kira ada beberapa kekhawatiran valid yang mereka sampaikan dan berhasil mereka atasi,” ujar Kushner, seperti dikutip Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan antara Israel, Dewan Perdamaian, dan pihak Amerika Serikat masih berlangsung untuk menjembatani perbedaan pandangan. Terutama, terkait urutan demiliterisasi, rekonstruksi, serta jaminan keamanan bagi Israel.

Kesimpulan

Kesepakatan Benjamin Netanyahu dan Nickolay Mladenov untuk membentuk dua komite menjadi langkah lanjutan dalam pembahasan mengenai masa depan Jalur Gaza. Komite pertama akan mengurus demiliterisasi dan pelucutan senjata Hamas, sedangkan komite kedua menangani sanitasi, air bersih, serta persoalan kesehatan masyarakat.

Namun, pelaksanaan rencana tersebut masih menghadapi tantangan, terutama karena Israel sebelumnya menolak dokumen 15 poin Dewan Perdamaian. Ke depan, pembahasan antara Israel, BoP, dan Amerika Serikat akan menentukan apakah perbedaan mengenai keamanan, penarikan pasukan, dan rekonstruksi Gaza dapat diselesaikan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment