Pakistan Tolak Sanksi Sepihak AS terhadap Iran, Tegaskan Komitmen Perdagangan Bilateral

Pakistan menolak seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran di tengah konflik yang terus berlangsung antara Teheran dan Washington. Islamabad menegaskan bahwa hubungan perdagangan bilateral dengan Iran akan tetap dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum internasional.

Sikap tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi. Ia menegaskan bahwa Pakistan tidak mengakui sanksi sepihak dan secara konsisten menolak kebijakan yang diberlakukan secara unilateral oleh suatu negara.

Pakistan Tegaskan Penolakan terhadap Sanksi Sepihak

Dalam laporan media semi-pemerintah Iran, Mehr News, Andrabi menyatakan bahwa Pakistan tetap berpegang pada prinsip penolakan terhadap tindakan sepihak. Menurut dia, sanksi yang diberlakukan tanpa dasar kesepakatan internasional dapat menimbulkan dampak negatif.

“Pakistan secara konsisten menolak tindakan sepihak dan tidak menerima sanksi sepihak,” kata Andrabi, sebagaimana dikutip Mehr News pada Kamis (27/8).

Ia menambahkan bahwa Pakistan tidak mengakui sanksi tersebut berdasarkan hukum internasional. Karena itu, Islamabad tetap mempertahankan komitmennya untuk melanjutkan perdagangan bilateral dengan Iran selama aktivitas tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Konflik AS-Iran Diminta Diselesaikan melalui Diplomasi

Andrabi juga menilai bahwa perang ekonomi terhadap Iran merupakan bagian dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, perselisihan tersebut tidak seharusnya menyeret negara-negara lain ke dalam pertikaian yang sedang berlangsung.

Ia mendorong agar konflik antara Washington dan Teheran diselesaikan melalui jalur diplomasi dan dialog. Pernyataan ini mencerminkan posisi Pakistan yang menolak perluasan konflik serta kebijakan ekonomi yang dapat memberikan tekanan tambahan kepada negara lain.

Pakistan sendiri memiliki peran sebagai mediator dalam konflik Amerika Serikat dan Iran. Melalui upaya Islamabad, kedua negara tersebut sebelumnya sempat mencapai gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk mengakhiri perang.

Trump Ancam Sanksi Ekonomi terhadap Iran dan Pendukungnya

Pernyataan Tahir Andrabi muncul setelah Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Iran. Kebijakan itu disiapkan ketika perang antara kedua negara masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Trump juga menyatakan bahwa negara-negara yang membantu Iran dapat menghadapi sanksi. Ancaman tersebut mencakup negara yang memberikan akses atau dukungan melalui lembaga keuangan, perusahaan, bandara, maupun entitas pemerintah.

“Hari ini, saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara manapun. Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Trump pada pekan sebelumnya.

Presiden Amerika Serikat itu menekankan bahwa pihak mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau institusi pemerintah memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang serius.

Tekanan Ekonomi Berlangsung di Tengah Perang

Kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran semakin intensif ketika perang telah memasuki bulan keenam. Hingga kini, belum terlihat jalan keluar diplomatik maupun militer dalam waktu dekat. Amerika Serikat dan Iran masih terlibat dalam konflik meskipun sebelumnya sempat mencapai gencatan senjata dan menyepakati MoU untuk menghentikan peperangan.

Situasi kembali memburuk setelah Trump mengumumkan pemblokadean terhadap kapal-kapal Iran. Pada saat yang sama, proses negosiasi antara kedua pihak juga belum berjalan, sehingga konflik belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Kesimpulan

Pakistan memilih untuk tidak mengikuti seruan Amerika Serikat dalam menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran. Islamabad menilai sanksi sepihak memiliki dampak negatif dan tidak dapat diakui berdasarkan hukum internasional. Pakistan juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan perdagangan bilateral dengan Iran sesuai aturan internasional.

Di tengah meningkatnya tekanan dari Washington dan berlanjutnya perang AS-Iran, Pakistan mendorong penyelesaian melalui diplomasi dan dialog. Ke depan, sikap Islamabad dapat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menjaga jalur komunikasi antara kedua pihak. Namun, selama ancaman sanksi, blokade kapal, dan belum adanya negosiasi masih berlangsung, konflik tersebut diperkirakan tetap menghadapi tantangan besar untuk segera berakhir.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment