Putri Victoria dari Swedia Kunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Soroti Toleransi Indonesia
JAKARTA – Duta Kehormatan atau Goodwill Ambassador UNDP, Putri Mahkota Swedia Victoria, mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta pada Jumat (4/9). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Putri Victoria selama berada di Indonesia.
Putri Victoria mendatangi Masjid Istiqlal terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Gereja Katedral Jakarta. Selain melihat langsung kemegahan dua rumah ibadah yang berdiri berdampingan, ia juga menyusuri Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
Rangkaian kunjungan itu turut memperlihatkan simbol kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Di kedua lokasi tersebut, Putri Victoria disambut oleh tokoh agama dan masyarakat yang hadir.
Putri Victoria Kagum dengan Masjid Istiqlal
Di Masjid Istiqlal, Putri Victoria disambut Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Ia kemudian melihat bagian dalam masjid serta sejumlah fasilitas yang tersedia di kompleks rumah ibadah tersebut.
Nasaruddin mengatakan Putri Victoria tampak kagum selama berada di dalam Masjid Istiqlal. Menurut dia, Putri Mahkota Swedia itu menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai hal yang ada di masjid.
“Dia sangat terkagum-kagum,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin juga menyampaikan bahwa Putri Victoria mendapatkan sambutan ramah dari jamaah Masjid Istiqlal. Ia menilai kehadiran masyarakat yang menyambut kunjungan tersebut menjadi gambaran kuat mengenai toleransi.
“Datang ke Istiqlal dijemput oleh jamaah banyak, di sini masuk juga dijemput oleh jamaah sangat ramah juga banyak. Jadi ini simbol toleransi yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Arsitektur, Beduk, dan Kegiatan Sosial
Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin menjelaskan sejumlah daya tarik Masjid Istiqlal kepada Putri Victoria. Salah satunya adalah kapasitas masjid yang besar serta rancangan bangunannya yang dibuat oleh arsitek Friedrich Silaban.
Nasaruddin juga menunjukkan beduk besar yang menjadi salah satu bagian menarik dari Masjid Istiqlal. Keberadaan beduk tersebut turut menjadi perhatian dalam penjelasan mengenai fasilitas dan keunikan masjid.
“Dan ada beduk yang paling besar juga,” kata Nasaruddin.
Tidak hanya mengenai bangunan dan sejarahnya, Nasaruddin menjelaskan kegiatan sosial yang dijalankan Masjid Istiqlal. Ia mengatakan pihak masjid menyediakan makanan gratis bagi jamaah setelah salat Jumat.
Menurut Nasaruddin, makanan gratis tersebut diberikan kepada seluruh jamaah salat Jumat, yang jumlahnya berkisar 5.000 hingga 10.000 orang. Kegiatan itu disebut sebagai bentuk pelayanan masjid kepada jamaah dan masyarakat.
“Sesudah salat Jumat, semua jemaah salat Jumat itu juga kita makan gratis. Istiqlal juga memberikan makan gratis kepada seluruh jamaah Jumat, yang jumlahnya sekitar 5.000 sampai 10.000 orang. Itu dari kita untuk kita dan masyarakat untuk mereka,” ujarnya.
Kunjungi Gereja Katedral dan Terowongan Silaturahmi
Setelah dari Masjid Istiqlal, Putri Victoria melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta. Dalam perjalanan menuju gereja, ia juga menyusuri Terowongan Silaturahmi yang menjadi penghubung antara dua rumah ibadah tersebut.
Di Gereja Katedral, Putri Victoria didampingi Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo. Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar juga turut hadir. Keduanya menyaksikan Putri Mahkota Swedia mengisi buku tamu sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya.
Suharyo menilai Putri Victoria menunjukkan sikap yang dekat dengan masyarakat selama berada di Katedral. Ia menyoroti momen ketika Putri Victoria mengajak anak-anak yang berada di lokasi untuk berfoto bersama.
“Tadi saya melihat Putri Mahkota mengajak foto anak-anak yang kebetulan ada di sini. Ini menarik sekali, artinya beliau juga tidak menjaga jarak terhadap siapa pun. Sangat manusiawi,” kata Suharyo.
Melihat Akulturasi Budaya Indonesia
Suharyo juga menjelaskan sejumlah keunikan Gereja Katedral Jakarta yang menarik perhatian Putri Victoria. Salah satunya adalah patung Bunda Maria yang menampilkan unsur budaya Indonesia.
Menurut Suharyo, patung tersebut memiliki karakter yang berbeda dari patung Bunda Maria yang umumnya dijumpai di gereja-gereja Eropa dan Amerika. Patung di Gereja Katedral Jakarta menggunakan unsur budaya Indonesia, antara lain peta Indonesia pada bagian mahkota serta lambang Garuda Pancasila pada bagian dada.
Ia menilai patung tersebut merupakan wujud akulturasi antara tradisi keagamaan dan kebudayaan Indonesia. Suharyo menyebut Putri Victoria kemungkinan belum pernah melihat patung Bunda Maria dengan bentuk dan karakter seperti itu.
Simbol Kedekatan Dua Rumah Ibadah
Kunjungan Putri Victoria ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral juga menegaskan kedekatan dua rumah ibadah yang berdiri berdampingan di Jakarta. Hubungan tersebut diperkuat oleh Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan keduanya.
Nasaruddin mengatakan kedekatan itu juga dapat dirasakan melalui bunyi beduk dari Masjid Istiqlal dan lonceng Gereja Katedral yang terdengar bersahutan.
“Di tengah-tengahnya itu bersahut-sahutan antara bunyi beduk dengan bunyi lonceng gereja,” kata Nasaruddin.
Agenda Berikutnya di Lombok
Setelah menyelesaikan kunjungan di Jakarta, Putri Victoria dijadwalkan bertolak ke Lombok. Di wilayah tersebut, ia akan menyaksikan secara langsung upaya konservasi terumbu karang dan ekosistem laut.
Agenda di Lombok juga berkaitan dengan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir. Dengan demikian, rangkaian kunjungan Putri Victoria tidak hanya mencakup aspek toleransi dan kebudayaan, tetapi juga perhatian terhadap pelestarian lingkungan serta kehidupan masyarakat di wilayah pesisir.
Kesimpulan
Kunjungan Putri Victoria dari Swedia ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta memperlihatkan nilai toleransi, kedekatan antarumat beragama, serta perpaduan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan Indonesia. Di Masjid Istiqlal, ia melihat arsitektur, beduk besar, dan kegiatan sosial berupa penyediaan makanan gratis bagi jamaah. Sementara di Gereja Katedral, ia mengenal unsur budaya Indonesia yang terdapat pada patung Bunda Maria.
Keberadaan Terowongan Silaturahmi serta simbol bunyi beduk dan lonceng yang bersahutan semakin memperkuat pesan kerukunan dari kunjungan tersebut. Selanjutnya, agenda Putri Victoria di Lombok akan berfokus pada konservasi terumbu karang dan ekosistem laut, sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment