413 Warga SMKN 2 Yogyakarta Diduga Alami Gejala Keracunan Usai Santap Menu MBG

Sebanyak 413 siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Yogyakarta diduga mengalami gejala gangguan pencernaan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (16/9). Keluhan yang dilaporkan meliputi mual, pusing, perut melilit, hingga diare.

Dugaan kejadian tersebut muncul setelah sekolah menerima paket MBG dari SPPG Sleman Depok Caturtunggal 3. Sekitar 1.952 porsi makanan dibagikan dalam dua sesi kepada siswa, guru, dan karyawan. Namun, jumlah penerima manfaat yang dilayani oleh SPPG tersebut menurut KPPG Sleman mencapai 2.010 orang.

Keluhan Muncul pada Malam Hari

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Raden Suci Rohmadi, menjelaskan bahwa paket MBG didistribusikan hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Makanan tersebut diwajibkan untuk dikonsumsi sebelum pukul 10.00 WIB.

Selama proses pembelajaran berlangsung hingga para siswa pulang, belum ada laporan mengenai keluhan kesehatan. Namun, pada malam harinya, sejumlah siswa, guru, dan karyawan mulai merasakan gejala seperti mual, pusing, serta gangguan pencernaan atau diare.

Keluhan tersebut kemudian bertambah pada Kamis (17/9) pagi. Pihak sekolah menyebarkan angket untuk mendata penerima MBG yang mengalami gejala serupa. Berdasarkan pendataan sementara dari sekolah, sebanyak 413 orang melaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan tersebut.

Raden Suci menyebut tidak semua penerima yang mengalami keluhan memilih untuk tidak masuk sekolah. Sebagian tetap hadir meskipun merasakan mual dan pusing sejak malam sebelumnya. Sementara itu, penerima lain tidak berangkat karena mengalami keluhan, termasuk diare.

Satu Orang Berobat ke Puskesmas

Dari 413 orang yang melaporkan gejala, baru satu orang yang diketahui memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Siswa tersebut berobat ke Puskesmas Gamping karena mengalami keluhan perut melilit selama dua hari, yakni pada Rabu dan Kamis.

Puskesmas kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah setelah menerima laporan dari Dinas Kesehatan Kota. Selain melakukan koordinasi, petugas juga mengambil sampel makanan MBG yang dibagikan pada Rabu untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Distribusi MBG Ditahan Sementara

Menindaklanjuti banyaknya laporan keluhan, pihak sekolah berkoordinasi dengan SPPG pada Kamis sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam koordinasi tersebut, disepakati bahwa paket MBG yang belum didistribusikan pada hari itu ditahan sementara.

SPPG kemudian melakukan koordinasi dan investigasi internal. Sekitar pukul 11.00 WIB, pihak SPPG bersama mitra dapur kembali mendatangi sekolah untuk melakukan pemeriksaan awal dan koordinasi lebih lanjut.

Ayam Gongso Diduga Belum Matang Sempurna

Dari pemeriksaan awal, muncul dugaan bahwa olahan ayam gongso dalam paket MBG belum matang secara sempurna. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan karena hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.

Menu MBG yang dibagikan pada 16 September terdiri atas nasi putih, ayam gongso, tempe crispy, tumis labu siam, wortel, dan pisang. Untuk mengantisipasi munculnya keluhan lanjutan, SMKN 2 Yogyakarta menghentikan sementara penerimaan MBG pada Jumat (18/9) hingga proses investigasi selesai.

Data Terdampak Masih Menunggu Verifikasi

Kepala KPPG Sleman, Harsono Budi Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat MBG yang dilayani SPPG Sleman Depok Caturtunggal 3.

Namun, Harsono menegaskan bahwa angka 413 orang tersebut merupakan hasil pendataan mandiri pihak sekolah. Data itu belum menjadi angka yang terkonfirmasi berdasarkan pemeriksaan fasilitas pelayanan kesehatan. Karena itu, jumlah penerima manfaat yang terdampak masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh otoritas kesehatan yang berwenang.

KPPG Sleman bersama pihak terkait terus memantau kondisi para penerima manfaat dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium juga telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Hingga laporan tersebut disampaikan, KPPG Sleman menyatakan belum terdapat penerima manfaat yang menjalani rawat inap, rawat jalan yang dilaporkan melalui fasilitas kesehatan, maupun observasi. Penyebab kejadian juga belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pengujian serta verifikasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi menu MBG di SMKN 2 Yogyakarta masih dalam proses investigasi. Pendataan sementara sekolah mencatat 413 orang mengalami gejala, sedangkan pihak KPPG Sleman menekankan bahwa angka tersebut belum terkonfirmasi oleh fasilitas kesehatan.

Pengambilan sampel makanan dan pemeriksaan laboratorium menjadi tahapan penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Sementara menunggu hasil pemeriksaan, sekolah menghentikan sementara penerimaan MBG sebagai langkah antisipasi. Perkembangan jumlah penerima manfaat yang terdampak dan penyebab kejadian akan mengikuti hasil verifikasi dari pihak sekolah, fasilitas kesehatan, serta Dinas Kesehatan.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment