Gubernur Aceh Minta Daerah Waspada Bencana Hidrometeorologi hingga Desember 2026

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan tersebut disampaikan seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan curah hujan di wilayah Aceh selama tiga bulan ke depan.

BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh memperkirakan sejumlah wilayah akan mengalami hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi pada Oktober sampai Desember 2026. Kondisi ini perlu diantisipasi karena sejumlah kawasan yang sebelumnya terdampak bencana masih memiliki tanah yang labil.

Gubernur Ingatkan Risiko Longsor dan Banjir

Dalam surat imbauan yang ditujukan kepada para kepala daerah di Aceh pada Kamis (17/9), Mualem meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat langkah pencegahan. Menurutnya, peningkatan intensitas hujan berpotensi memicu bencana, terutama di kawasan yang pernah terdampak bencana hidrometeorologi.

“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Mualem dalam surat tersebut.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi membenarkan adanya surat imbauan itu. Ia menjelaskan, permintaan gubernur disampaikan setelah pemerintah menerima informasi mengenai prediksi curah hujan dari BMKG.

Nurlis menyebut bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat kondisi tanah di sejumlah kawasan terdampak belum sepenuhnya kokoh. Tanah yang masih labil dinilai dapat meningkatkan risiko longsor ketika kembali diguyur hujan berintensitas tinggi.

“Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” ujar Nurlis.

Daerah Diminta Bersihkan Drainase

Mualem mengimbau pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang pernah mengalami bencana. Pemerintah daerah juga diminta memperhatikan kawasan yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.

Salah satu langkah yang didorong adalah membersihkan lingkungan dan saluran drainase melalui kegiatan gotong royong. Pembersihan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Selain pemerintah daerah, masyarakat juga diminta melakukan sejumlah persiapan. Warga diimbau menyiapkan Tas Siaga Bencana yang berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar. Instalasi listrik serta barang-barang berharga juga perlu diamankan untuk mengantisipasi dampak banjir maupun bencana lainnya.

Masyarakat diminta terus memantau informasi peringatan dini yang disampaikan BMKG. Kewaspadaan itu dinilai penting karena hujan yang mengguyur Aceh sejak sepekan terakhir telah menyebabkan banjir luapan di sejumlah daerah.

Beberapa wilayah yang mulai terdampak banjir luapan antara lain Kabupaten Aceh Utara, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Barat Daya.

Perbaikan Jembatan di Aceh Tenggara

Di tengah meningkatnya ancaman bencana, pemerintah juga melanjutkan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana sebelumnya. Kementerian Pekerjaan Umum memastikan dua jembatan yang putus pascabencana 2025 di Aceh Tenggara ditargetkan rampung pada 2027.

Kedua jembatan tersebut adalah Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam dan Jembatan Natam di Kecamatan Darul Hasanah. Jembatan Mbarung memiliki peran penting karena menghubungkan empat kecamatan, yaitu Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.

Sementara itu, Jembatan Natam menghubungkan Kecamatan Badar dengan Kecamatan Darul Hasanah. Kedua akses tersebut menjadi jalur yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Selain dua jembatan tersebut, Jembatan Pantai Dona juga masih dalam tahap pengerjaan. Jembatan itu sebelumnya putus diterjang banjir bandang pada akhir 2025. Selama proses perbaikan berlangsung, masyarakat setempat membangun jembatan sementara secara swadaya agar aktivitas tetap dapat berjalan.

Jembatan Pantai Dona Ditargetkan Rampung Desember

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan perbaikan sejumlah fasilitas umum yang rusak di Aceh dilakukan secara bertahap. Saat ini, Aceh telah memasuki tahap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Secara bertahap kita tangani, apalagi kita sudah masuk ke percepatan tahap rehab-rekon,” kata Dody saat meninjau fasilitas umum yang rusak di Aceh Tenggara, Kamis (17/9).

Dody menargetkan Jembatan Pantai Dona dapat diselesaikan pada Desember tahun ini. Adapun perbaikan Jembatan Mbarung dan Jembatan Natam diusulkan untuk dipercepat dengan target penyelesaian pada 2027.

Jembatan Kuning Jadi Prioritas Perbaikan

Selain tiga jembatan tersebut, Kementerian PU memfokuskan percepatan perbaikan Jembatan Kuning di Kecamatan Bambel. Jembatan itu merupakan bagian dari akses jalan nasional dan mengalami kerusakan setelah diterjang banjir bandang beberapa hari lalu.

Dody menyebut kerusakan jembatan tersebut diduga berkaitan dengan sumbatan kayu. Material itu perlu dibersihkan sebelum pembangunan atau perbaikan dilakukan. Pemerintah menilai perbaikan Jembatan Kuning perlu segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

Dalam prosesnya, pemerintah membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat setempat, terutama terkait kebutuhan lahan. Dody menyebut rencana penanganan di lokasi tersebut mencakup pembangunan flyover kecil.

Kesimpulan

Peringatan Gubernur Aceh mengenai potensi peningkatan curah hujan hingga Desember 2026 menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan. Kondisi tanah yang masih labil di kawasan terdampak bencana meningkatkan risiko longsor, sementara hujan deras juga dapat memicu banjir luapan.

Di sisi lain, pemulihan infrastruktur seperti Jembatan Mbarung, Natam, Pantai Dona, dan Jembatan Kuning perlu terus dipercepat agar akses masyarakat serta aktivitas ekonomi tidak terganggu. Sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas umum di Aceh.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment