Dekranas Dorong Sinergi Lintas Kementerian untuk Perkuat Daya Saing Perajin Nusantara di Kriyanusa 2026
JAKARTA – Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan Dekranasda dalam membina perajin di berbagai wilayah Indonesia. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan Nusantara sekaligus memperluas aksesnya ke pasar internasional secara berkelanjutan.
Tri Tito Karnavian yang juga bertindak sebagai Pengarah Panitia Kriyanusa 2026 menyampaikan hal itu dalam Konferensi Pers Kriyanusa 2026 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Jumat (18/9). Ia berharap keberadaan berbagai kementerian dan lembaga di dalam Dekranas dapat memperkuat penyaluran program pembinaan hingga ke daerah.
Sinergi untuk Menjangkau Perajin di Daerah
Menurut Tri, Dekranas melibatkan 14 kementerian dan lembaga yang dapat berperan dalam mendorong pemerataan program pembinaan. Program-program tersebut diharapkan dapat disalurkan melalui Dekranasda di daerah untuk menjaring lebih banyak perajin binaan, termasuk mereka yang berada di pelosok Tanah Air.
“Dengan adanya 14 kementerian dan lembaga di dalam Dekranas ini, kita mendorong agar program-program tersebut bisa disalurkan ke Dekranasda di daerah untuk menjaring binaan-binaan yang ada sehingga perajin-perajin di pelosok Tanah Air bisa ikut dalam kegiatan-kegiatan tersebut,” ujar Tri.
Ia menilai, kerja sama lintas sektor diperlukan agar kesempatan untuk mengembangkan produk tidak hanya dimiliki oleh perajin di wilayah tertentu. Melalui keterlibatan pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga terkait, program pembinaan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku kerajinan di berbagai daerah.
Pembinaan Berkelanjutan dan Berbasis Eko-Ekonomi
Tri menegaskan bahwa pembinaan perajin perlu dilakukan secara berkesinambungan. Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan produksi, tetapi juga perlu memperhatikan faktor lingkungan dan prinsip eko-ekonomi.
Penerapan prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas, kreativitas, serta nilai tambah produk kerajinan lokal. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan dan standar pasar global.
Keberlanjutan pembinaan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing perajin. Melalui pendampingan yang terus dilakukan, para perajin diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan produk, meningkatkan kualitas karya, dan memperluas jangkauan pasar secara bertahap.
Memperkuat Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah
Dekranas terus mempererat hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan pengembangan kerajinan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan program pembinaan dapat menjangkau perajin secara lebih luas.
Tri berharap para perajin di daerah, termasuk yang berada di wilayah pelosok, memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan. Kesempatan tersebut dinilai penting agar mereka dapat memperkenalkan produk, mengembangkan kapasitas, dan membuka peluang pasar yang lebih besar.
Kriyanusa 2026 Hadirkan Ruang Digital Imersif
Selain memperkuat kapasitas perajin, Kriyanusa 2026 juga menghadirkan ruang digital imersif yang interaktif. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kerajinan Nusantara kepada generasi muda melalui pengalaman digital.
Melalui ruang tersebut, pengunjung dapat mengenal dan berinteraksi dengan berbagai bentuk kerajinan. Pengalaman yang ditawarkan tidak hanya bersifat visual, tetapi juga memungkinkan pengunjung mencoba sejumlah aktivitas secara digital.
Tri menjelaskan bahwa generasi muda dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk praktik melukis secara digital hingga mencoba pakaian dari berbagai daerah secara interaktif. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membantu generasi muda mengenal kerajinan Nusantara dengan cara yang lebih menarik.
“Melalui pertunjukan digital ini, generasi muda bisa lebih mengenal kerajinan dengan baik karena mereka bisa praktik melukis secara digital hingga mencoba pakaian dari berbagai daerah secara interaktif,” kata Tri.
Kriyanusa Diharapkan Menjadi Pintu Masuk ke Pasar Global
Tri berharap Kriyanusa 2026 tidak berhenti sebagai ajang pameran. Menurutnya, kegiatan tersebut juga perlu menjadi wadah promosi dan pintu masuk bagi terbentuknya kerja sama dengan pasar global.
Dengan adanya peluang lanjutan, para perajin diharapkan dapat berpartisipasi dalam berbagai pameran potensial lainnya, baik di dalam maupun luar negeri. Hal itu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pemasaran produk kerajinan Nusantara secara berkelanjutan.
Tri menegaskan bahwa keberhasilan Kriyanusa tidak hanya diukur dari berlangsungnya pameran, tetapi juga dari peluang yang dapat diperoleh para perajin setelah kegiatan tersebut selesai. Ia berharap para peserta memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang promosi lain yang berpotensi memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.
Kesimpulan
Sinergi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi fokus penting Dekranas dalam memperkuat pembinaan perajin Nusantara. Melalui program yang berkelanjutan, memperhatikan lingkungan, dan menerapkan prinsip eko-ekonomi, produk kerajinan lokal diharapkan semakin berkualitas, kreatif, bernilai tambah, serta mampu bersaing di pasar global.
Kriyanusa 2026 juga diarahkan untuk menjadi ruang promosi yang membuka peluang lebih luas bagi perajin, termasuk melalui pengalaman digital interaktif bagi generasi muda. Ke depan, Dekranas berharap partisipasi para perajin tidak berakhir di arena pameran, melainkan berlanjut ke berbagai kesempatan promosi di dalam dan luar negeri.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment