BNPB Catat 3.947 Titik Panas Karhutla di Kalimantan Tengah
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan signifikan jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah titik panas di provinsi tersebut mencapai 3.947 titik.
Data tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebanyak 1.837 titik dibandingkan catatan sebelumnya. Selain peningkatan titik panas, BNPB juga menemukan puluhan titik api aktif atau firespot yang mengindikasikan adanya lahan terbakar di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Hotspot Karhutla di Kalteng Capai 3.947 Titik
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers pada Kamis (27/8). Ia mengatakan, jumlah titik panas di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan hingga mencapai 3.947 titik.
“Untuk Kalimantan Tengah titik hotspot juga naik sebesar 1.837 menjadi titik hotspotnya menjadi 3.947,” ujar Berton dalam konferensi pers tersebut.
Menurut BNPB, data titik panas itu mengacu pada informasi dari SiPongi Kementerian Kehutanan. Pemantauan dilakukan untuk periode 26 Agustus, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam melihat perkembangan karhutla di Kalimantan Tengah.
81 Titik Firespot Terdeteksi
Selain mencatat ribuan titik panas, BNPB juga menemukan 81 titik firespot di Kalimantan Tengah. Titik-titik tersebut disertai indikasi luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 7.634 hektare.
Besarnya jumlah titik panas dan luas lahan yang terindikasi terbakar menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan yang perlu mendapatkan penanganan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. BNPB juga melaporkan jarak pandang di wilayah terdampak berada pada kisaran empat kilometer.
“Jarak pandang sebesar empat kilometer,” kata Berton melanjutkan keterangannya.
Operasi Darat Dilakukan di Sejumlah Wilayah
Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dilakukan melalui operasi darat. Operasi tersebut berfokus pada beberapa langkah utama, yakni pemadaman api, pembatasan penjalaran api, serta proses pendinginan.
Pelaksanaan operasi darat dilaporkan berlangsung di Pulang Pisau, Seruyan, dan Kapuas. Ketiga wilayah tersebut menjadi lokasi penanganan dalam upaya mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Kasus ISPA di Kotawaringin Barat Meningkat
Dampak karhutla juga dilaporkan terasa pada kondisi kesehatan masyarakat. Di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebut mengalami peningkatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat, Jhonferi Sidabalok, mengatakan tren kasus ISPA di wilayah tersebut bersifat fluktuatif. Namun, peningkatan yang cukup nyata tercatat pada minggu ke-28 hingga minggu ke-32.
“Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus ISPA hanya dalam satu pekan,” ujar Jhonferi pada Rabu (26/8).
Kesimpulan
BNPB mencatat 3.947 titik panas karhutla di Kalimantan Tengah, meningkat 1.837 titik. Selain itu, terdapat 81 titik firespot dengan indikasi luas lahan terbakar lebih dari 7.634 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi darat di Pulang Pisau, Seruyan, dan Kapuas dengan fokus pada pemadaman, pembatasan penjalaran api, serta pendinginan.
Karhutla juga beriringan dengan peningkatan kasus ISPA di Kotawaringin Barat, yang mencapai sekitar 515 kasus dalam satu pekan. Perkembangan titik panas, firespot, jarak pandang, serta kasus ISPA menunjukkan pentingnya pemantauan dan penanganan yang berkelanjutan terhadap situasi karhutla di Kalimantan Tengah.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment