Bos Sound Horeg Aeromax Minta Maaf Usai Sebut MUI Jatim “Goblok”, Pilih Kembali ke Konser Normal
Setyo Budi Mularso, bos penyedia sistem pengeras suara berukuran besar atau yang dikenal sebagai sound horeg dari Aeromax, Karanganyar, menjadi sorotan setelah melontarkan ucapan “goblok” kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur saat tampil secara langsung di salah satu stasiun televisi.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian publik. Budi mengakui bahwa ucapannya merupakan sebuah kekhilafan. Ia juga telah menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan keinginan untuk meninggalkan aktivitas sound horeg dengan kembali menekuni konser musik menggunakan pengaturan suara yang lebih normal.
Budi Mengaku Ditegur Istri dan Anak
Setelah pernyataannya menimbulkan kehebohan, Budi mengaku mendapat teguran dari istri dan anak-anaknya di rumah. Menurut dia, keluarganya mengingatkan agar dirinya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, terutama di ruang publik.
Budi mengatakan, teguran tersebut bahkan berlangsung terus-menerus di rumah. Ia menyebut istri dan anaknya meminta agar segala sesuatu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.
“Saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menceramahi 24 jam di rumah. Sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja,” kata Budi, dikutip dari detikJatim, Jumat (11/9/2026).
Pengakuan tersebut disampaikan Budi setelah dirinya menjadi perhatian karena ucapan yang ditujukan kepada MUI Jawa Timur. Ia menyadari bahwa pernyataan itu tidak semestinya disampaikan, terlebih ketika dirinya sedang tampil dalam siaran langsung di televisi.
Sampaikan Permohonan Maaf kepada MUI
Budi juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada MUI di Karanganyar. Ia menyatakan bahwa ucapan tersebut keluar karena khilaf dan menegaskan bahwa permintaan maafnya disampaikan dengan sungguh-sungguh.
Menurut Budi, dirinya telah mengakui kesalahan dan berupaya memperbaiki sikap setelah pernyataannya menimbulkan reaksi. Ia juga menyebut telah bertobat atas ucapan yang disampaikan dalam tayangan tersebut.
“Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat,” ujar Budi.
Permohonan maaf itu menjadi bagian dari upaya Budi untuk meredakan persoalan yang muncul. Ia berharap pengakuan atas kesalahan tersebut dapat diterima dan tidak menimbulkan persoalan yang lebih panjang.
Berniat Berhenti Memainkan Sound Horeg
Selain meminta maaf, Budi menyampaikan rencana untuk berhenti memainkan sound horeg. Keputusan tersebut diambil setelah ucapannya menjadi sorotan. Ia mengaku ingin kembali fokus pada kegiatan konser musik dengan penggunaan sistem pengeras suara yang normal.
Kembali ke Konsep Konser dengan Sound Normal
Budi sebelumnya dikenal sebagai pemilik Aeromax, penyedia sistem pengeras suara berukuran besar asal Karanganyar. Namun, setelah polemik tersebut, ia menyatakan tidak ingin melanjutkan aktivitas sound horeg dan memilih kembali pada konsep pertunjukan musik dengan pengaturan suara yang lebih wajar.
Rencana tersebut sekaligus menunjukkan sikap Budi setelah mengevaluasi pernyataannya. Ia menyatakan telah menyadari kekeliruan yang dilakukan dan ingin mengambil langkah berbeda ke depan. Meski demikian, keputusan tersebut disampaikan sebagai niat Budi setelah munculnya kontroversi atas ucapannya kepada MUI Jawa Timur.
MUI Karanganyar Memaafkan Budi
Ketua MUI Karanganyar, KH Badaruddin, mengatakan telah memaafkan pernyataan Budi yang ditujukan kepada MUI Jawa Timur. Ia menyebut Budi sudah mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf.
Badaruddin menegaskan bahwa permintaan maaf tersebut diterima. Ia juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada masa mendatang.
“Saya sebagai orang Islam memaafkan. Dengan meminta maaf kepada MUI Jatim, MUI Jateng, dan (MUI) Indonesia termasuk (MUI) Karanganyar, sudah saya maafkan. Jangan sampai itu terulang kembali,” kata Badaruddin.
Kesimpulan
Polemik yang melibatkan bos sound horeg Aeromax, Setyo Budi Mularso, berawal dari ucapannya yang menyebut MUI Jawa Timur dengan kata “goblok” saat siaran langsung di televisi. Setelah mendapat teguran dari istri dan anak, Budi mengakui dirinya khilaf, menyampaikan permohonan maaf, serta menyatakan telah bertobat.
Budi juga berniat berhenti memainkan sound horeg dan kembali fokus pada konser musik dengan pengaturan suara yang normal. Di sisi lain, Ketua MUI Karanganyar KH Badaruddin menyatakan telah memaafkan Budi, sembari mengingatkan agar pernyataan serupa tidak kembali terjadi. Ke depan, sikap Budi untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat serta konsistensinya menjalankan rencana tersebut akan menjadi perhatian setelah polemik ini.
Sumber: Cnnindonesia


Post Comment