Budi Arie Dukung Prabowo Berantas Korupsi dari Lingkaran Pusat Kekuasaan

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menyatakan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi. Menurut Budi Arie, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara serius, termasuk dengan menyasar praktik-praktik korupsi yang terjadi di sekitar pusat kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie dalam pidatonya pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-12 Projo. Acara itu digelar secara sederhana di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/8). Kegiatan tersebut hanya dihadiri pengurus inti dan puluhan anggota relawan.

Budi Arie Soroti Pejabat yang Mengatasnamakan Rakyat

Dalam pidatonya, Budi Arie menyoroti fenomena sejumlah pejabat yang kerap menyatakan diri bekerja untuk kepentingan rakyat. Namun, menurut dia, pernyataan tersebut tidak selalu sejalan dengan perilaku yang ditunjukkan dalam praktik.

Ia menilai masih terdapat pejabat yang mengaku mengabdi kepada rakyat, tetapi pada akhirnya justru terlibat dalam tindakan korupsi. Budi Arie menyampaikan kritik tersebut secara terbuka di hadapan peserta acara HUT Projo.

“Sekarang banyak yang bilang untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga. Benar, enggak?” ujar Budi Arie.

Karena itu, ia menegaskan bahwa agenda pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada pernyataan atau slogan. Menurut Budi Arie, jika pemerintah ingin benar-benar memberantas korupsi, langkah tersebut harus dilakukan mulai dari lingkungan sekitar pusat kekuasaan.

“Karena itulah kita harus tegaskan, kalau mau pemberantasan korupsi, ya harus disapu dari sekitar pusat kekuasaan,” imbuhnya.

Projo Tegaskan Komitmen Berpihak kepada Rakyat

Budi Arie mengatakan pemerintah tidak dapat mengklaim sedang menjalankan pemberantasan korupsi apabila praktik korupsi di lingkaran elite kekuasaan justru diabaikan. Ia menilai pemberantasan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh tebang pilih.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Arie juga menegaskan komitmen Projo untuk tetap berada di garis rakyat. Menurutnya, organisasi tersebut mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam upaya mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut pencapaian cita-cita tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Setiap pihak, kata Budi Arie, perlu memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing.

“Dan semua itu perlu kiprah, perlu kontribusi, perlu pengabdian dari kita semua tanpa terkecuali sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing,” katanya.

Program Pemerintah Dinilai Tidak Bermasalah pada Ide

Selain membahas pemberantasan korupsi, Budi Arie turut memberikan penilaian terhadap sejumlah program pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai tidak ada yang keliru dari gagasan atau program yang dijalankan pemerintah saat ini.

Namun, ia menyoroti persoalan pada tahap pelaksanaan. Menurut Budi Arie, sejumlah program pemerintah terkadang tidak dieksekusi dengan baik. Penyimpangan dalam pelaksanaan dan praktik di lapangan dinilai dapat memunculkan pertanyaan serta sikap kritis dari masyarakat.

“Kesalahan ini bukan kesalahan idenya, tetapi adalah eksekusinya dan praktiknya yang menyimpang, dan tentu saja membuat masyarakat menjadi kritis dan bertanya-tanya,” kata dia.

HUT ke-12 Projo Digelar Sederhana

Peringatan HUT ke-12 Projo berlangsung sederhana di kantor DPP organisasi tersebut. Tidak terlihat banner atau baliho yang menampilkan gambar Presiden Joko Widodo maupun pasangan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.

Siluet foto Jokowi hanya terlihat pada logo Projo yang secara permanen terpasang di bagian depan kantor. Ketika ditanya mengenai tidak adanya foto Jokowi maupun Prabowo-Gibran dalam acara tersebut, Budi Arie menjelaskan bahwa identitas tersebut tetap terdapat dalam logo organisasi.

“Ada. Ini kan cuma logo saja. Ada, lihat tuh. Semuanya logonya ada kok,” ujar Budi Arie.

Kesimpulan

Budi Arie Setiadi menegaskan dukungan Projo terhadap Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam agenda pemberantasan korupsi di sekitar pusat kekuasaan. Ia juga meminta agar pemerintah tidak mengabaikan praktik korupsi di lingkungan elite apabila ingin membangun pemberantasan korupsi yang benar-benar menyeluruh.

Di sisi lain, Projo menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Budi Arie menilai keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh gagasan, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan dan praktiknya. Ke depan, sorotan terhadap pemberantasan korupsi serta pelaksanaan program pemerintah akan menjadi bagian penting dari perhatian masyarakat.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment