Como 1907 Siap Debut di Liga Champions Setelah Tujuh Tahun diakuisisi Hartono Bersaudara

Como 1907 akan mencatat sejarah baru dengan menjalani debut di UEFA Champions League (UCL) 2026/2027. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi klub asal Italia itu setelah melewati perjalanan panjang sejak diakuisisi pengusaha Indonesia, Hartono bersaudara, pada 2019.

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono membeli saham Como ketika klub tersebut masih berkompetisi di Serie D, kasta keempat dalam piramida Liga Italia. Dalam waktu tujuh tahun, Como mampu bertransformasi dari klub amatir menjadi peserta kompetisi sepak bola antarklub paling bergengsi di Eropa.

Perjalanan Como dari Serie D ke Liga Champions

Como memulai kebangkitan setelah menjuarai Serie D pada akhir musim 2018/2019. Gelar tersebut mengantarkan mereka promosi ke Serie C sekaligus menandai kembalinya Como sebagai klub profesional setelah cukup lama berstatus sebagai klub amatir.

Perjalanan klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia itu berlanjut dengan cepat. Setelah menghabiskan dua musim di Serie C, Como berhasil menjuarai kompetisi tersebut pada musim 2020/2021. Hasil itu membuat mereka berhak promosi ke Serie B.

Como kemudian kembali menunjukkan perkembangan signifikan di level yang lebih tinggi. Hanya dalam waktu dua musim, mereka sukses promosi ke Serie A setelah mengakhiri musim 2023/2024 sebagai runner-up. Pencapaian tersebut menjadi fondasi penting bagi Como untuk bersaing di kasta tertinggi Liga Italia.

Menempati Peringkat Keempat Serie A

Performa Como tidak berhenti setelah promosi ke Serie A. Dalam tempo dua musim, klub tersebut kembali mencapai milestone penting dengan memastikan tempat di Liga Champions musim 2026/2027.

Como meraih tiket ke kompetisi kontinental tersebut setelah menempati peringkat keempat Serie A. Dengan demikian, klub yang berdiri tepat di pinggir Danau Como itu akan mewakili Italia di ajang sepak bola antarklub paling prestisius di Eropa.

Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena Como hanya membutuhkan tujuh tahun sejak diakuisisi Hartono bersaudara untuk mencapai panggung Liga Champions. Transformasi tersebut memperlihatkan perubahan besar yang dialami klub, baik dari sisi status kompetisi maupun prestasi olahraga.

Debut Como Menghadapi RB Leipzig

Debut Como di Liga Champions akan berlangsung di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Sinigaglia. Dalam pertandingan perdana tersebut, Como dijadwalkan menghadapi RB Leipzig, klub asal Jerman.

Pertandingan itu akan menjadi momen bersejarah bagi Como dan para pendukungnya. Stadion yang berada di tepi Danau Como tersebut untuk pertama kalinya menjadi saksi kiprah klub di Liga Champions. Atmosfer pertandingan diperkirakan menjadi bagian penting dari perjalanan baru Como di kompetisi Eropa.

Dalam informasi yang tersedia, pertandingan kandang melawan RB Leipzig dijadwalkan berlangsung pada Kamis (10/9) waktu Italia atau Jumat (10/9) dini hari WIB. Laga tersebut akan menandai langkah pertama Como dalam persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa.

Peran Hartono Bersaudara dan Tokoh Penting di Como

Hartono bersaudara tidak menjalankan proyek pengembangan Como seorang diri. Dalam struktur klub, terdapat sejumlah sosok ternama yang ikut memiliki peran penting. Cesc Fabregas dipercaya sebagai pelatih sekaligus pemegang saham minoritas.

Selain Fabregas, mantan pemain Arsenal dan tim nasional Prancis, Thierry Henry, juga tercatat memiliki saham minoritas di Como. Keterlibatan kedua tokoh tersebut menambah perhatian terhadap perkembangan klub asal Italia itu.

Sementara itu, posisi Presiden Klub saat ini dipercayakan kepada Mirwan Suwarso. Ia dikenal sebagai orang kepercayaan Hartono bersaudara dan sebelumnya sempat menangani program Garuda Select.

Mirwan Suwarso Tuai Pujian dari Suporter

Menjelang debut Como di Liga Champions, nama Mirwan Suwarso menjadi perbincangan di dunia sepak bola. Hal itu bermula dari keinginannya untuk memberikan kursi yang dimilikinya di Stadion Giuseppe Sinigaglia kepada suporter.

Suporter yang dimaksud bukan sembarang pendukung, melainkan fans Como yang berusia di atas 75 tahun. Sikap tersebut mendapat pujian karena dianggap menunjukkan kerendahan hati dan kepedulian terhadap penggemar setia klub lokal.

Langkah Mirwan juga mencerminkan hubungan dekat antara klub dan komunitas pendukungnya. Di tengah momen bersejarah Como menuju Liga Champions, perhatian terhadap fans menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas klub.

Kesimpulan

Debut Como 1907 di Liga Champions menjadi puncak perjalanan luar biasa sejak klub tersebut diakuisisi Hartono bersaudara pada 2019. Berawal dari Serie D, Como berhasil kembali menjadi klub profesional, promosi ke Serie C dan Serie B, naik ke Serie A, hingga akhirnya menempati peringkat keempat dan memperoleh tiket ke UCL 2026/2027.

Pertandingan melawan RB Leipzig akan menjadi ujian sekaligus awal dari babak baru dalam sejarah Como. Dengan dukungan Hartono bersaudara, keterlibatan Cesc Fabregas dan Thierry Henry, serta kepemimpinan Mirwan Suwarso, Como kini bersiap menikmati panggung terbesar Eropa untuk pertama kalinya.

Sumber: Cnnindonesia

Post Comment