Ditjen Dukcapil Pulihkan Dokumen Warga Terdampak Gempa di Manggarai Barat
Pemerintah bergerak cepat memulihkan dokumen administrasi kependudukan warga yang terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Tim Peduli Bencana diterjunkan langsung ke Kabupaten Manggarai Barat untuk memberikan layanan administrasi kependudukan secara cepat, mudah, dan gratis.
Layanan jemput bola tersebut dipimpin Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, pada Senin (24/8). Kehadiran tim ini menjadi tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi agar warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan segera mendapatkan dokumen pengganti.
Ditjen Dukcapil Terjunkan Tim ke Tujuh Kabupaten
Dokumen yang menjadi prioritas dalam pelayanan tanggap bencana ini meliputi KTP elektronik (KTP-el), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran. Pemulihan dokumen tersebut dinilai penting karena administrasi kependudukan merupakan bagian dari hak sipil masyarakat serta diperlukan untuk mengakses berbagai layanan publik.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan akan meminta Ditjen Dukcapil berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu warga terdampak gempa. Arahan itu disampaikan ketika Tito meninjau posko pengungsian di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada pekan sebelumnya.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Teguh Setyabudi mengerahkan enam tim unit pelayanan ke tujuh kabupaten terdampak di Pulau Flores. Selain Kabupaten Manggarai Barat, tim teknis Ditjen Dukcapil juga ditugaskan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
“Dukcapil hadir langsung ke lokasi untuk memastikan pelayanan tetap berjalan dan masyarakat dapat segera memperoleh kembali dokumen adminduk yang dibutuhkan secara cepat, mudah, dan gratis,” ujar Teguh.
Peralatan Pendukung Disalurkan ke Manggarai Barat
Setibanya di Labuan Bajo, Hani bersama tim meninjau Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Manggarai Barat. Bangunan kantor tersebut mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding akibat guncangan gempa. Kendati demikian, pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat dipastikan tetap berlangsung.
Kedatangan rombongan Ditjen Dukcapil diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, yang mewakili bupati. Turut hadir Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi.
Dalam kunjungan tersebut, Ditjen Dukcapil menyerahkan bantuan hibah sekaligus meminjamkan sejumlah perangkat teknis untuk mendukung penerbitan dokumen kependudukan bagi warga di wilayah terdampak.
Daftar Bantuan dan Perangkat
Bantuan yang disalurkan terdiri atas dua outer atau setara dengan 4.000 keping blangko KTP-el. Selain itu, Ditjen Dukcapil memberikan satu unit perangkat internet Starlink, satu unit SIM card, satu set ribbon, film, cleaning kit, kertas A4 80 gram, dan satu unit printer inkjet.
Ditjen Dukcapil juga meminjamkan satu unit alat rekam KTP-el portabel atau mobile enrollment. Perangkat tersebut memungkinkan petugas melakukan pelayanan secara lebih fleksibel di luar kantor, termasuk mendatangi posko pengungsian dan lokasi warga terdampak.
Hani mengatakan dukungan sarana dan prasarana itu diperlukan agar proses penggantian dokumen yang hilang atau rusak tidak mengalami hambatan di tengah kondisi darurat pascabencana. Menurutnya, kehadiran Ditjen Dukcapil di Manggarai Barat merupakan bagian dari upaya memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh.
“Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan cepat dan gratis,” kata Hani.
Pelayanan Hari Pertama Terbitkan 358 Dokumen
Dukungan pemerintah pusat mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Pius Baut menilai perangkat komunikasi dan tambahan blangko KTP-el sangat penting untuk mempercepat layanan administrasi kependudukan di kawasan terdampak.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri,” ujar Pius Baut.
Menurutnya, ketersediaan jaringan komunikasi dan logistik kependudukan menjadi faktor penting dalam memperlancar pelayanan di area bencana. Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat Valentinus Andi juga memastikan jajarannya siap mendatangi titik-titik terdampak bersama tim Ditjen Dukcapil.
“Meskipun bangunan kantor kami mengalami retak-retak, semangat anggota di lapangan tidak surut. Dengan adanya alat rekam portable dan ketersediaan blangko dari pusat, kami siap menyisir warga yang kehilangan dokumen di desa-desa terdampak,” tutur Valentinus.
Selain mengunjungi kantor Dukcapil, rombongan Ditjen Dukcapil menyambangi Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kantor BPBD Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, tim berkoordinasi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dan Ketua DPRD Manggarai Barat Benediktus Nurdin.
Yulianus menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran Kementerian Dalam Negeri dalam memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa. Tim kemudian memantau situasi melalui Command Center BPBD Manggarai Barat.
Hingga Senin sore, aktivitas seismik masih berlangsung dengan sejumlah gempa susulan berkekuatan di bawah magnitudo 4. Saat peninjauan berlangsung, tercatat guncangan berkekuatan 2,6 skala Richter di sekitar pesisir Kabupaten Manggarai, Ruteng.
Meski kondisi tersebut masih terjadi, pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan. Berdasarkan rekapitulasi hingga pukul 18.39 WITA, layanan jemput bola dan pelayanan rutin pada hari pertama di Manggarai Barat berhasil menerbitkan 358 dokumen kependudukan.
Rinciannya, petugas melakukan perekaman KTP-el terhadap 36 jiwa dan mencetak 94 keping KTP-el. Selain itu, diterbitkan 174 lembar kartu keluarga dan lima keping kartu identitas anak.
Layanan tersebut juga mencatat 13 pemohon yang melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Berikutnya, petugas menerbitkan 12 dokumen surat pindah datang, 18 lembar akta kelahiran, empat lembar akta kematian, serta dua lembar akta perkawinan.
Layanan Akan Menyasar Posko Pengungsian
Hani menegaskan bahwa pelayanan tersebut tidak sekadar berfokus pada pemulihan dokumen yang hilang atau rusak. Lebih dari itu, layanan tanggap bencana menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hak sipil masyarakat tetap terpenuhi, meskipun warga berada dalam situasi darurat.
“Dukcapil hadir untuk memastikan warga yang kehilangan atau mendapati dokumen kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya,” tutur Hani.
Ia berharap bantuan perangkat dan sarana teknis yang diserahkan dapat memperkuat daya jangkau Dinas Dukcapil Manggarai Barat. Dengan dukungan tersebut, petugas diharapkan mampu memberikan layanan hingga ke pelosok wilayah yang terdampak.
Layanan tanggap bencana ini akan dilanjutkan selama beberapa hari ke depan. Tim Dukcapil dijadwalkan menyasar sejumlah titik pengungsian dan lokasi terdampak gempa lainnya di Kabupaten Manggarai Barat. Langkah tersebut diharapkan mempercepat pemulihan dokumen kependudukan sekaligus menjaga agar pelayanan publik dasar tetap berjalan selama masa tanggap darurat.
Sumber: Cnnindonesia



Post Comment